Tuesday, March 01, 2005

Apa yang IA berikan?????

Membaca jurnal seseorang di dunia maya, entah itu benar atau tidak. Tapi aku yakin sebagian itu benar, membuat aku berpikir, mengapa ada seseorang yang dikarunia berbagai kemudahan masih tetap saja tidak dapat menerima karunia itu dengan senang, enjoy, nyaman, lapang dada, bahagia, etc, etc. Hanya tinggal hidup, menikmati dan bertanggung jawab atas apa yang diterimanya saja, sepertinya terlihat begitu susah. Bagaimana kalau hidupnya lebih sulit dari apa yang tertulis di jurnalnya. Wow! Apa yang akan dilakukannya.
Kalau sudah begitu, aku hanya bisa mengeluh, mengapa aku tidak ada di dalam posisinya. Kalau aku ada di dalam posisinya, niscaya akan buanyak sekali yang akan aku lakukan.
Sebenernya keinginanku tidak pernah muluk muluk, tidak pernah wah, tidak pernah berorientasi gengsi, tidak pernah berorientasi mode dan gaya.
Simple. Namun mengapa aku harus berusaha keras dan bersusah payah untuk memenuhi satu persatu keinginanku.
Hmm
Tuhan memang maha adil. Untuk seseorang yang tidak bisa menikmati karunia kenyamanan hidup ia berikan kenyamanan itu. untuk seseorang yang selalu berusaha nrimo ing pandum, ia berikan apa yang cukup buatnya. Untuk orang yang bisa hidup susah dan mau bekerja keras, ia berikan porsinya pada orang tersebut.

Dan untukku? Apa yang IA berikan.
Kebahagiaan dalam melakoni hidup ini. Bahagia bahwa dalam keadaan yang sulit pun aku kadang kadang masih dapat berbahagia. Dalam keadaan yang mepet pun aku masih dapat diberikan sedikit kesempatan bernafas. Dalam keadaan yang panikpun, aku masih diberikan sedikit ketenangan. Dalam keadaan sedikitpun aku masih bisa berbagi.
Ya, bahagia karena aku masih bisa melakukan sedikit hal yang membahagiakan dan bermanfaat untuk orang lain. Bahagia karena masih ada bunga bunga yang mekar dalam hidup ini walau sedikit dan sejenak. Dalam keadaan marahpun masih ada yang bisa menjernihkan pikiran. Selalu ada air mengalir yang bening didalam kepekatan sungai kehidupan ini.Bahagia karena bisa merasakan cinta dari NYA.
Itulah semua yang IA berikan padaku.
Dan aku ternyata bisa menikmati semuanya. Amin.

Cinta dan Seks???????

Salah satu teman menanyakan hal yang sebenarnya tidak aneh dan biasa biasa saja. Bahkan kemungkinan besar sudah banyak yang membahas apa yang ditanyakannya di majalah ataupun buku. Namun terasa cukup menggelitik juga pertanyaan tersebut, karena pada usia usia sekarang ini kematangan dan kedewasaan kita dalam berpikir sangat diuji.
“Apakah beda cinta dengan hubungan seks”.
Pertanyaan simple dan gampang. Namun akan muncul banyak jawaban dari pertanyaan singkat itu.
Cinta? Apakah cinta itu? jawabannya juga terasa agak klise.
Hubungan seks? Nah ini hal tabu yang banyak diminati orang secara sembunyi sembunyi.

Buatku, hubungan seks sangat berkaitan erat dengan kebutuhan fisik (kebutuhan biologis) seseorang (berhubung yang tanya laki laki maka fokusnya tentu saja laki laki), terutama untuk para lelaki yang membutuhkan penyaluran hasrat seksnya yang end up nya berupa pengeluaran sperma. (tul ndak ya?)

Apakah cinta selalu berakhir dengan hubungan seks? Jawabannya belum tentu.
Nah disinilah perbedaan antara cinta dan hubungan seks.

Seseorang dapat melakukan hubungan seks dengan siapa saja (asal dia berani menghadapi segala resiko) tanpa cinta. (dan sekali lagi ini tentang laki laki).
Namun cinta tetap ada di hatinya. Entah bagaimana ia dapat mengatur perasaannya untuk hal hal yang seperti itu.
It’s mean,.. hubungan seks itu benar benar kebutuhan fisik. Like makan, minum, dll yang berhubungan dengan rutinitas.

Akan tetapi, ada yang perlu digaris bawahi dalam hal ini, hubungan seks buat seorang perempuan adalah bukan keharusan. Hubungan seks bukan suatu kebutuhan fisik, namun kebutuhan non fisik. Kebutuhan batin. Dan tidak dapat dipenuhi jika hanya karena harus. Toh tidak ada sesuatu yang harus dikeluarkan dari bagian tubuh ini. (??? Sorry kalau vulgar).
Hubungan seks tanpa cinta dan hasrat, adalah suatu pemerkosaan. Walaupun bisa disebut pemerkosaan yang terselubung (buat perempuan tentu saja.. karena yang nulis ini kan perempuan).

Jadi, jelas ada perbedaan antara cinta dan hubungan seks.

Cinta bisa mendapatkan akhiran hubungan seks yang dalam hal ini akan diperhalus lagi dengan kata ‘make love’ or bercinta dalam bahasa Indonesia. Yang tentu saja memuaskan batin kedua belah pihak.
Namun hubungan seks bisa saja terjadi tanpa awalan cinta. Dan hanya kebutuhan fisik yang terpenuhi.

Tapi………. Bisakah hubungan seks menghasilkan suatu cinta yang baru….???????
Wallahu alam bisawab. Tanyalah pada rumput yang bergoyang…

Monday, February 21, 2005

Berjilbab = sempurna ???

Seorang teman perempuan bilang kepadaku beberapa waktu yang lalu, bahwa ia ingin memakai jilbab.
Ketika saya tanya mengapa?.. Ia menjawab, bahwa ia ingin menjadi seorang muslim yang sempurna. Sesuai dengan syariah Islam.
?????????
Muslim yang sempurna? Siapa pula yang bisa menilai seorang muslim itu sempurna atau tidak sempurna?
COba siapa yang bisa menilai seperti itu?
siapa bisa memberi nilai bahwa dia muslim bernilai 6, or 7 or sempurna.. berapa angka kesempurnaan itu?

Sebatang rokok di pagi hari....

Sedih aku melihat beberapa orang laki laki pekerja serabutan buruh bangunan yang sedang menunggu order... siapa tahu hari ini ada yang akan memakai tenaga dia.
Jongkok di pinggir jalan, sambil merokok. Hari masih pagi, belum juga jam 7 pagi. Namun, sepertinya sebatang rokok dapat memenuhi harapan mereka.Sarapan? nanti dulu. Mungkin lebih baik segelas kopi pekat dan sebatang rokok lebih baik buat mereka.
sebatang rokok seharga Rp.300,- dan segelas kopi seharga Rp.500 or Rp. 1000 I dunno. Akan lebih membuat mereka bersemangat menghadapi hari itu dibanding sarapan pagi yang lebih memberikan energi.
The question is... Mengapa mereka lebih memilih rokok daripada sarapan ?

Wednesday, February 16, 2005

APA SEBENARNYA YANG KITA BUTUHKAH DALAM HIDUP??

Kadang-kadang aku heran terhadap orang orang yang masih terus ingin mendapatkan sesuatu yang lebih, walaupun hal tersebut ada di luar kendalinya.
Memang aku bukan tipe orang yang risk taker... lebih baik aku menjadi orang yang risk avoider. Dalam satu dan lain hal, risk taker memang bagus. Karena tantangan akan membuat orang menjadi lebih maju.
Namun dalam masalah keuangan. Aku benar benar tidak mau ambil resiko. Hal itu benar benar riskan buatku. Tak maulah aku menghadapi resiko didatengi debt collector ambon yang sangar sangar dan sadis sadis. Ih ngeri!!!
.....
Melihat beberapa orang teman yang senang dengan resiko resiko tersebut.
Leasing sana leasing sini, giliran mbayar.. puyeng....
dan akhirnya kalau sudah menyerah.... mobil ditarik.
Kalau tak hitung hitung... Ndak ada untungnya sama sekali. Karena uang tdak ada yang kembali sama sekali.
Berkali kali.. Dan tidak pernah ada kata kapok.
HERAN. Ya memang itulah risk taker.
......

Kondisi keuangan saat ini memang dapat dikata cukupanlah.. namun jika kita tidak pandai pandai menyiasati bisa lost kontrol.
Apalagi kalau gengsi dibawa terus. Bisa habislah kita.
Jadi paling aman memang jadi risk avoider.
....

Kalau kamu masuk tipikal yang mana?