Tuesday, September 06, 2005

Hati-hati!!

Mulai sekarang, kalau mau pasang foto di blog harus hati hati... harus minta ijin dulu kepada si pemilik wajah. Boleh ndak gambarnya nampang di blog kita.
Ternyata riskan akibatnya kalau asal pasang gambar teman di blog.
Gawat...

Monday, September 05, 2005

Nikmatilah walau hanya sesaat


Hidup ini tak selamanya indah dan selalu dapat dinikmati. Ia penuh kerja keras, persaingan dan akhirnya menimbulkan kejenuhan dan kebosanan karena rutinitasnya. Dan tragisnya kadang dapat menimbulkan pemikiran, untuk apa aku hidup? Mengapa hidup hanya berulang dan terus berulang? Mengapa?

Untuk itu jika kita mendapatkan momen momen indah dan dapat membuat kita menikmati hidup, nikmati dan rasakanlah dengan sepenuh hati. Nikmatilah seolah olah tidak akan ada lagi momen momen seperti itu. Syukurilah bahwa ternyata kita mendapatkan momen yang indah dalam hidup kita. Walau hanya sesaat. Walau hanya sekejap mata.
Dan jangan pernah kamu menyesalinya.

Saturday, September 03, 2005

Tiga Dinding Pemisah


Kita katakan bahwa ada tiga dinding yang memisahkan kita dari kebenaran. Dinding-dinding ini adalah rasa iri, kemarahan dan kebanggaan. Jika kita cermati, kadar tiga hal negative ini pada diri kita, kita bisa melihat apa yang memotivasi kita, juga apa yang menghalangi kita dari mendengar dan melihat kebaikan.

Dinding pertama, rasa iri, lebih samar daripada yang kita pikirkan secara normal. Rasa iri melahirkan ketamakan, kekikiran, dan hal lain yang semacam itu. Tapi, apakah itu yang terjadi pada kita, sehingga melalui rasa iri kita mencoba mendapatkan pengalaman orang lain? Sekarang, kita benar benar tahu bahwa tak ada dua momen yang sama persis. Pengalaman yang dialami seseorang tidak akan bisa sama dengan pengalaman orang lain. Rasa iri membuat kita bekerja keras mengejar sesuatu yang bukan milik kita, sesuatu yang tidak nyata. Apa yang kita pikir kita rasakan hanyalah bayangan dari kenyataan yang dialami seseorang. jadi bagaimanapun keadaaannya, jangan mencoba meniru orang lain. Kau harus memiliki sesuatu yang nyata bagi dirimu. Dengan begitu, kau punya sesuatu yang nyata untuk diberikan pada orang lain.

Dinding kemarahan, bisa dilihat di berbagai tempat. Look, kita sering memarahi orang lain atau situasi yang kita temukan dalam diri kita. Tidakkah kita selalu berusaha mengubah sesuatu sebagaimana mestinya? Dan ketika kita tidak bisa melakukannya, kita marah? Kemarahan datang dari upaya kita untuk mengubah sesuatu yang kita sendiri tidak berhak mengubahnya. Seperti dinding-dinding yang lain, kemarahan disebabkan oleh shock yang kita rasakan dalam hidup ini.

Kebanggaan berhubungan dengan perasan bahwa kita istimewa dalam satu hal, dan itu berasal dari kebodohan. Akan tetapi, penyebabnya bisa juga karena shock, dan akibatnya kita mencoba mempertahankan diri kita dan menjadi arogan. Tak seorangpun lebih istimewa dari yang lainnya; atau dapat kita katakan bahwa kita semua sama sama istimewa.

Wednesday, August 24, 2005

DRUM LINE


Tadi malem lihat film "Drumline". Membuat aku teringat beberapa belas tahun yang lalu, saat masih aktif di marching band. Suasananya mirip banget. Kangen.
Melihat mereka bermain di film itu, membuat adrenalinku jadi terpacu keras. Seolah-olah aku ingin mengejar masa masa itu kembali. Dan membuat suatu prestasi yang paling tidak sama dengan apa yang ada di film tersebut. Musik yang indah. Membuat satu unit band menyajikan musik yang indah dan dapat dinikmati oleh penonton. Tidak hanya juri. Beda lho rasanya. Bagus dimata penonton dan jadi favorit. Wah.... makgreng rasane!! Hehehe...

Langsung aku sms temenku Indi, supaya dia pindah ke channel tempat film tsb diputar.

Tapi... apa yang aku dapatkan???? " wah penganan e beda?"...(asem rek!! pikirku)
Hmmm... iya sih, memang interest kita berbeda, tapi mosok ya.. dia ndak tahu bahwa aku ingin mengajak dia mengerti bahwa itulah duniaku di masa lalu. Yang sampai saat ini masih dapat membuatku bergairah. Yang membuatku masih tetap selalu aktif dalam wadah alumni unit band - ku. Yang membuatku nekad stand by di istora senayan tiap akhir tahun, saat ada Grand Prix Marching Band.

Kalaupun bukan tentang filmnya.. at least about the music lah...
Mana ada "In the stone" nya Earth Wind and Fire lagi... salah satu lagu yang dimainkan unit band - ku pada GPMB tahun 1987.
Apa ndak mrinding aku ndengernya. Gila. Asli. Bagus.
Coba ada VCD nya.. aku beli deh.

Friday, August 19, 2005

"ORIGINAL PARTS"

Seperti biasanya, setiap kali ganti spare parts di bengkel, aku selalu minta yang original. Yang nomor satu. Dengan pertimbangan, mahal dikit, but aku bisa agak lama tidak gonta ganti spare part tersebut.
Biasanya oleh orang bengkel aku ditanyain, mau honda jepang, honda imora, or nomor 2 (biasanya nomor 2 ini buatan jepang tapi bukan honda). Dan selalu aku pilih honda jepang. Aku sendiri tidak tahu bedanya honda jepang dan honda imora. But, dari beberapa part yang pernah aku lihat, memang honda jepang dan honda imora itu lain.
Biasanya begitu, selalu begitu aku ditawarin untuk urusan spare parts.
...
Namun hari ini aku dibuat bingung, ketika ditanyain urusan spare parts balljoint, aku ditawarin mau nomor satu or nomor 2. Aku tanya nomor satu apa? Dia jawab, "honda," terus nomor 2 apa? Dia jawab, "honda juga".
Nah lho. Bingung ndak kita????
Aku komplain, kok bisa.... biasanya orang toko spare part bilang dengan jelas honda jepang, honda imora gitu.. ini kok lain... orang bengkel sendiri juga ndak tahu ..
akhirnya daripada bingung-bingung.. orang bengkel minta dua duanya dibawa ke bengkel.

Ketika akhirnya balljoint tersebut dibawa bengkel, aku tambah bingung. Ada dua barang, dengan label merek yang sama HONDA, barcode yang sama juga, namun yang satu dalam wadah kotak (dus coklat) tertutup segel dan yang satu hanya dibungkus plastik plus tempelan barcode diluarnya.
Nah lho.... pusing pusing deh.
Beda harga keduanya tidak terpaut jauh, tidak sampai seratus ribu, tapi kan jadi mikir juga dong. Akhirnya karena aku bingung, aku bilang ke ncik nya supaya kita ngetes si mekanik, tahu ndak dia mana yang asli mana yang ndak.

Si mekanik yang baru pulang dari istirahat siang, langsung kita panggil, barang dalam dus sudah kita keluarkan dari dusnya... kemudian kita jejerkan kedua barang tersebut, kita suruh si mekanik milih mana yang asli.
Then, ternyata tanpa pikir panjang dia langsung milih barang yang berasal dari dalam dus.... (yang asli).
Aku nanya ke dia, darimana dia langsung tahu kalau itu yang asli.. dia bilang... kelihatan lebih rapi. Padahal kalau menurut penglihatanku sih ya sama aja ya... cuma setelah diteliti lebih lama.. memang ada sudut sudut tertentu yang tidak rapi pada barang yang dibungkus plastik.

It's mean... memang walaupun sama sama berlabel HONDA.. tapi ternyata berbeda barangnya. Ya... hanya yang pengalaman yang dapat membedakan kedua barang tersebut. Orang awam agak kesulitan membedakannya. Apalagi dengan tempelan barcode dengan angka yang sama dengan yang asli.. orang bisa tertipu.

KACAU. Indonesia memang kacau. Semua barang dipalsukan. Semuanya. Dari yang mahal sampai yang murah, semua ada imitasinya. Gila. Pantesan aja kita dianggap negara pembajak yang wajib diwaspadai...

Makanya, "say no to piracy".
Temenku Indi pasti nyengir kalau denger kalimat itu, karena dia tahu aku paling anti barang bajakan...