Selamat berpuasa
buat temen temen yang menjalankannya.
Semoga mendapatkan yang terbaik.
(ih.. ndak Islami banget ya notenya..?)
Biarin...
Thursday, October 06, 2005
Jangan mengukur Tuhan dengan satuan agama
*dikutip dari primbonnya Mbah Tjondro Danoediningrat :
Secara Naluriah manusia dikaruniai naluri tentang ke Tuhanan
Kita percaya ada "Sesuatu" yang sangat berkuasa dalam kehidupan ini
dan " Sesuatu " itu secara global dimanapun dinamakan TUHAN
Namun....
Kita sering mengukur Tuhan dalam satuan Agama… padahal itu sama sekali
tidak tepat karena Tuhan itu ibarat bahasa matematiknya adalah variabel X
X memiliki arti dan makna yang semakin luar biasa hebatnya
hanya jika orang yang mengenal dan memakai X tersebut
semakin tinggi pemahaman dan pengetahuannya tentang
kegunaan variabel X itu sendiri…
Misalnya? kita ambil perumpamaan dibawah ini:
Level SD : 2 + x = 5, berapa X ? , hahaha gampang to?
Level SMP : 2x + 3y-6 = 0 , mmm.. masih bisa laaah dihitung corat coret!
Level SMA : y = a* (x-p)*(x-q) , walah butuh les di luar jam sekolah nih!
Level Universitas : f:=x^2*exp(x^3+1), …..duh! kalkulatorku manaaa siih?
Professor : f x a a x a x a x (x) cos(x) cos(x) cos(x) . .. = x+ x+ x+ x+ 0 1 2
3 2 4 6 p p p + b x b x 1 2 2 4 sin(x) sin( ) p p … Waathoo!! Ampuun paaakkk!!!!
Nah! TERNYATA Semakin tinggi pengetahuan kita, X justru semakin njelimet ya!?
TAPI juga semakin dahsyat dan berguna hasil akhir dari perhitungan tersebut.
Kesimpulan :
Untuk memahami X tingkat tinggi ternyata perlu melewati SD SMP SMA Kuliah S1
S2, Doktoral lalu tingkat proffesor ( weh weh... seumur hidup ya kayanya ? )
Lalu AGAMA itu apa kalau begitu ? Agama adalah SEKOLAH yang menuntun dan
mengantar kita ke pemahaman X tingkat tertinggi...
Pertanyaannya :
- Sekarang kamu Sekolah dimana?
- Udah Kelas berapa?
- Pemahaman materimu Bagus ndak?
- Ikutan Les/Kursus tambahan ndak ?
Ealah… :P
Secara Naluriah manusia dikaruniai naluri tentang ke Tuhanan
Kita percaya ada "Sesuatu" yang sangat berkuasa dalam kehidupan ini
dan " Sesuatu " itu secara global dimanapun dinamakan TUHAN
Namun....
Kita sering mengukur Tuhan dalam satuan Agama… padahal itu sama sekali
tidak tepat karena Tuhan itu ibarat bahasa matematiknya adalah variabel X
X memiliki arti dan makna yang semakin luar biasa hebatnya
hanya jika orang yang mengenal dan memakai X tersebut
semakin tinggi pemahaman dan pengetahuannya tentang
kegunaan variabel X itu sendiri…
Misalnya? kita ambil perumpamaan dibawah ini:
Level SD : 2 + x = 5, berapa X ? , hahaha gampang to?
Level SMP : 2x + 3y-6 = 0 , mmm.. masih bisa laaah dihitung corat coret!
Level SMA : y = a* (x-p)*(x-q) , walah butuh les di luar jam sekolah nih!
Level Universitas : f:=x^2*exp(x^3+1), …..duh! kalkulatorku manaaa siih?
Professor : f x a a x a x a x (x) cos(x) cos(x) cos(x) . .. = x+ x+ x+ x+ 0 1 2
3 2 4 6 p p p + b x b x 1 2 2 4 sin(x) sin( ) p p … Waathoo!! Ampuun paaakkk!!!!
Nah! TERNYATA Semakin tinggi pengetahuan kita, X justru semakin njelimet ya!?
TAPI juga semakin dahsyat dan berguna hasil akhir dari perhitungan tersebut.
Kesimpulan :
Untuk memahami X tingkat tinggi ternyata perlu melewati SD SMP SMA Kuliah S1
S2, Doktoral lalu tingkat proffesor ( weh weh... seumur hidup ya kayanya ? )
Lalu AGAMA itu apa kalau begitu ? Agama adalah SEKOLAH yang menuntun dan
mengantar kita ke pemahaman X tingkat tertinggi...
Pertanyaannya :
- Sekarang kamu Sekolah dimana?
- Udah Kelas berapa?
- Pemahaman materimu Bagus ndak?
- Ikutan Les/Kursus tambahan ndak ?
Ealah… :P
Labels:
hal lain yang menarik
Monday, October 03, 2005
faisha retnanda: daripada beragama membuat seseorang menjadi orang yang tidak lebih baik dari orang yang tidak beragama...
faisha retnanda: mending jadi orang yang tidak beragama aja toh
chandra: yeeeeeeeeeeeeee
chandra: ya ndak gitu
faisha retnanda: lho kok yeee
chandra: dunia sama akhirat harus seimbang
faisha retnanda: jika mempertimbangkan akhirat itu membuat orang jadi lebih tidak baik... buat apa?
chandra: iya itu contoh penerapan yang ekstrim
chandra: seperti sufi2 itu...
chandra: mendahulukan akhirat juga tidak baik kan?
chandra: tidak produktif di kehidupan umum
chandra: orang berkebun, berladang, bekerja.. dia terpekur
faisha retnanda: ok
faisha retnanda: aku cuma ingin menggaris bawahi
faisha retnanda: buat apa orang mengaku beragama.. tp sikapnya tidak menunjukkan bahwa dia beragama
faisha retnanda: mendingan orang mengaku tidak punya agama.. tp dalam kesehariannya dia adalah orang ya paling baik terhadap sesama
chandra: hehehehe
chandra: alangkah lebih baik kalo baik dan beragama
chandra: kamu seharusnya nonton CONTACT
faisha retnanda: lho.. kamu jangan milih enaknya sendiri dong
chandra: filmnya si jodie foster
faisha retnanda: pilihannya kan yang di atas tadi
chandra: tentang novel carl sagan
faisha retnanda: oh.. aku udah nonton
faisha retnanda: film yang itu
chandra: dia pinter pinter sekali tapi gagal kepilih jadi astronot mesin ajaib nya sebab dia tidak mengakui keberadaan Tuhan
faisha retnanda: lho.. tp akhirnya dia kepilih juga kan?
chandra: karena terpaksa
chandra: dan itu pun proyek rahasia
chandra: bukan yang di release ke publik
chandra: intinya gini yang :
chandra: aku ya sama seperti tokoh yang diperankan jodie foster.. dimana logika dan ilmu pengetahuan diatas segalanya
chandra: tapi pada area dimana ada batasan pagar " iman"... aku harus menanggalkan logika
chandra: bilanglah aku munafik, bilanglah aku banci....
chandra: tapi seperti alam semesta ini... semua orang memiliki stage transformasi dalam tahap kehidupannya
faisha retnanda: hehehe
faisha retnanda: stage transformasi...
faisha retnanda: kalau aku belum sampai stage itu.. kamu ndak bisa menuntut kan?
chandra: bayangkan 2 lingkaran besar A dan B yang bersinggungan... maka ada daerah yang harus diarsir
chandra: nggak.... boleh aja
chandra: silahkan
chandra: kamu ngaku atheis juga silahkan
chandra: agama bukanlah hal yang dipaksakan
chandra: mau ngaku kejawen ya monggo
chandra: pemahaman akan hal keTuhanan adalah absurd
faisha retnanda: tidak beragama.. kan bukan berarti tidak berTuhan
chandra: artinya pemahamanmu da aku relatif sama dan relatif berbeda
chandra: *dan
chandra: Ritual agama sebenernya hanyalah ritual
faisha retnanda: nah yo..
chandra: tapi dengan melakukan ritual....
chandra: setidaknya
faisha retnanda: kenapa sih harus ada kolom agama di ktp?
chandra: kita selalu ingat
faisha retnanda: coba bayangkan
faisha retnanda: hal itu kan membuat kita jadi munafik to?
chandra: akan keberadaanNya
chandra: ada emang ritual agama yang buruk?
chandra: enggak lah
faisha retnanda: kok bisa ndak?
faisha retnanda: coba.. kamu ingat ndak
chandra: di KTP kolom agama menunjukkan... tiketmu ke jurusan mana
faisha retnanda: dulu sekali
faisha retnanda: kamu pernah nanya aku agamanya apa
chandra: mudah mengelompokkannya
faisha retnanda: aku ndak bisa njawab
faisha retnanda: males jawab
chandra: buat kepentingan sensus
faisha retnanda: karena buat aku... aku tidak beragama islam.. kalau memang di ktp ku itu islam
chandra: kalo di KTP mu kamu cantumkan Atheis......
chandra: tidak beragama
chandra: maka secara UUD kamu tidak berhak hidup di Indonesia
chandra: karena Asas Pancasila
chandra: ya kan?
faisha retnanda: nah yo itu
faisha retnanda: ndak adil kan?
chandra: itu doang perlu nya
chandra: Adil.... secara hukum
chandra: jelas kok pasalnya
chandra: landasan hukumnya
chandra: tidak adil secara Hak Asasi
faisha retnanda: lha yo.. kenapa ndak diberi kebebasan aja orang mengisi kolom itu
chandra: karena kamu dibelenggu hukum
faisha retnanda: atau orang boleh tidak mengisi kolom itu jika memang tidak beragama ke 5 agama resmi itu
chandra: ini negara hukum kan yang>
faisha retnanda: negara hukum???? yang bener???? sekarang ini bukan negara hukum.... walaupun ada yang dihukum
chandra: karena Agama di formulir itu gunanya buat Sensus
chandra: hehehehehe
faisha retnanda: lah.. kalau urusan sensus.. bisa aja dibikin kolom.. agama lain lain gitu to
chandra: kita kan bicara idealis
chandra: yang.....
chandra: heheh boleh aku bicara bentar
chandra: perhatikan kata2 aku ini ya
chandra: im an adult, seorang dewasa dengan pendidikan wawasan dan pengalaman yang cukup lah.... dan aku bisa menentukan sikap : " buat aku Islam adalah agama terbaik buatku, dan gak akan ada yang bisa mengubah itu, kalo perlu berantem sampe mati pun jadi lah kasarnya " ini sebuah ikrar yang tidak dilandasi oleh kebutaan , justru karena pengetahuan
chandra: karena Tahu maka yakin... kalau sudah yakin... apapun kamu tebang kan?
chandra: kalo kamu yakin akan sesuatu, maka kamu pertahankan kan?
chandra: dan keyakinan *aku reverse nih.. dasarnya adalah TAHU, ada pengetahuan disana
chandra: ada BENAR.... kita melihat kebenaran disana
faisha retnanda: apakah hal yang sama yang dilihat mereka yang berani melakukan kekerasan kepada orang lain dalam mempertahankan KEBENARAN???
chandra: dan karena aku menganut : Lakum dinukum waliyadin ... maka buat aku gak ada masalah : agama mu agamamu, agamaku agamaku
chandra: seharusnya orang berfikiran seperti line ku diatas
chandra: lu lu, gua gua... lu jangan ganggu gua , gua kagak ganggu elu
faisha retnanda: line yang mana? yang lakum dinukum?
chandra: di Islam jelas kok
chandra: kita disuruh berjamaah... artinya yang seiman rukun2 lah.. mendirikan sholat
chandra: yang nda seiman apa harus disuruh berjamaah?
chandra: konteksnya sempit dan jelas kok
faisha retnanda: ok
faisha retnanda: ok
chandra: bukan luas lhoo.. aku bilang justru sempit
chandra: terbatas
faisha retnanda: makanya.. karena terbatas itu
faisha retnanda: yang akhirnya membuat adanya eksklusifitas..
chandra: di Quran banyak seruan : Ya Ayuhalladzina Amaanu : Hai orang2 yang berimaaaan..... ada lagi Ya AyuhannNasss : Hai Manusia.....
chandra: konteks dan konsepnya jelas
chandra: dibatasi
faisha retnanda: lama lama eksklusifitasnya membuat orang jadi better than other
faisha retnanda: begitu ndak?
chandra: itu sih mereka aja yang memanfaatkannya
chandra: eksklusifitas pada dasarnya sama kaya artikel almamater mu inget?
faisha retnanda: yup
chandra: apa itu ndak eksklusif?
faisha retnanda: eksklusif
chandra: nah ada kotak
chandra: ada border
chandra: tadi inget aku bilang : aku orang logis, tapi pada saat masuk kotak IMAN, aku tanggalkan dulu logisku
faisha retnanda: kalau gitu..
chandra: karena aku tau .. disana LOGIKA berjalan didalam batasan
chandra: dan dibatasi
faisha retnanda: hubunganku sama kamu.. itu kepentingannya masuk kotak logis atau non logis
chandra: hahahahahahaha
chandra: yang
chandra: bayangkan begini
chandra: kita berjalan dalam kehidupan itu sperti main ular tangga
chandra: pindah dari kotak ke kotak
chandra: menuju tujan akhir
chandra: pada saat berjalan kita diatur sama angka dadu.... *tentu saja pelempar dadu nya juga kita
faisha retnanda: hahahaha... akhirnya... intinya.. suka suka kita to?
chandra: kalau hokkie... mulus naik terus
faisha retnanda: hayo.. mau bilang apa kamu?!!
chandra: tidak
chandra: bukan suka suka kita....
chandra: emang kamu bisa mengatur lemparan dadu mu jumlahnya berapa?
chandra: disana ada probability
chandra: ada chance
chandra: ada hope
chandra: ada failure
chandra: ada dissapointment
chandra: ada success
chandra: bisa kamu selalu mengatur lemparan dadu mu ke success ? selalu?
chandra: tidak sayang
chandra: anggap lah game monopoly.... yang paling tepat sebenernya
faisha retnanda: huehehehe... kamu maunya memang menang sendiri
chandra: karena setiap memijak kotak, disana ada challenge
chandra: ada tantangan ada kesempatan
chandra: kita punya modalnya
chandra: kotak yang sudah kita miliki.. menjadi milik kita
chandra: kita bisa bangun
chandra: bisa jual
chandra: bisa apakan aja
chandra: dia asset kita
chandra: KOTAK KITA
chandra: itu asset kita
faisha retnanda: wah... then
chandra: mau dibangun ?
chandra: apa mau dijual?
chandra: kotak itu terus jadi milik kita selama kita memijak kotak2 lain
chandra: iya kan? dia MODAL kita
faisha retnanda: jadi intinya????
faisha retnanda: tetap terserah kita... ya kan?
faisha retnanda: bagaimana kita mengolah apa yang kita miliki?
chandra: intinya begini.... pada saat kamu memijak kotak kesempatan...... misalnya
faisha retnanda: baik itu base on logik or non logik...
chandra: kamu berhadapan sama probability kan?
chandra: apapun
chandra: karena pada kotak kesempatan everything can do
chandra: kamu ambil kartu
faisha retnanda: ok.. saat kita memijak kotak kesempatan... kita bisa mengolahnya base on logik.. or non logik
faisha retnanda: ok?
chandra: kamu bisa dapet bonus dari bank atau masuk penjara, atau bayar pajak
faisha retnanda: terserah hal apa yang ingin kita ambil . ya to?
chandra: tidak
chandra: enggak enggak
faisha retnanda: lho ya ndakbisa
faisha retnanda: dong
faisha retnanda: kan kamu bilang... everything we can do
chandra: pada saat kita memijak kesempatan.... kita berhadapan dengan probabilitas
chandra: disana keberuntunganmu
chandra: bukan.. EVERYTHING CAN DO
chandra: ndak pake we
faisha retnanda: ok ...ndak ada "we"
chandra: coba liat
chandra: segalanya bisa berlaku
chandra: A*itu artinya
chandra: pada kotak agama
chandra: *bypass aja nih
chandra: pada kotak agama..... kamu punya kesempatan... membangun? menjual? beli hipotik? mengasuransikan....
chandra: semuanya terserah kamu
faisha retnanda: hmmm kok pada kotak agama?
faisha retnanda: maksudmu?
chandra: pada kotak cinta.... kamu jelas2 membangun dengan modal kuat
chandra: karena kamu sharing investment di kotak itu
chandra: kita bikin rumah dengan pajak yang mahal
chandra: hehehehehe
chandra: kamu kan sharing nya sama aku
chandra: tapi di kotak agama.. kamu mungkin berulang kali memijak petak itu, tapi belom juga mau mengeksploitasi petak itu di papan monopoly kamu
chandra: basis kamu ndak mau memiliki/ memonopoly petak itu apa? pasti ada alasannya kan? sama seperti dasar kamu memonopoly kotak/petak cintamu
faisha retnanda: hmm intinya.. kita boleh eksploitasi apapun dalam masing masing kotak.. terpisah antara satu kotak dengan kotak lainnya?
chandra: itu yang seharusnya kamu tau
faisha retnanda: begitu?
chandra: KENAPA AKU NDAK MAU BELI?
chandra: iya lah...
chandra: setiap petak kita monopoli... ujung2nya kita akan lengkap.. kaya.. dan memenangkan keseluruhan permainan
faisha retnanda: ndak mau beli? beli kotak?
chandra: iya
chandra: dalam 2 jam permainan.. mungkin kamu udah berulang kali melewati memijak kotak agama
chandra: tapi karena kamu ndak punya interest.. ya kamu lewat terus
faisha retnanda: urusannya sama beli membeli kotak?
chandra: tapi bayangkan.... anggap dari keseluruhan petak pada permainan monopoli mu, ada 1 atau 2 atau 3 petak yang namanya AGAMA... ndak pernah kamu beli... apa kemenanganmu Utuh?
chandra: apa monopoly mu sukses?
chandra:
chandra: padahal seluruh petak kamu miliki.....
chandra: kecuali yang SATU itu
chandra: maka kemenanganmu tidak lengkap
faisha retnanda: hmmm
faisha retnanda: tadi ular tangga.. sekarang kok jadi main monopoli ya??
chandra: never underestimate religion
chandra: karena agama adalah basic human interest
chandra: karena ular tangga kurang representatif... buat anak SD mungkin iya
chandra: buat orang seperti kamu, monopoli lebih bagus
chandra: lebih cocok analogi nya
chandra: kemenangan permainan monopoli adalah kita memenangkan SEMUA kotak pada permainan itu
faisha retnanda: hei.. i never underestimate religion...
chandra: hehehehehe
chandra: yang yang
faisha retnanda: wong orang tidak milih agama itu juga berarti punya agama sendiri kok
faisha retnanda: agamanya.. ya judulnya.. no agama itu
chandra: kalo misalnya aku berandai2 ya..... misalnya nih... semua orang udah pada mati.. kiamat misalnya, trus di akhirat sana dikumpulin sama malaikat : " ayo ayo... Partai Islam sini, Partai Kristen sana... , Buddha sana.. dll... waktu semua sudah selesai berkelompok, tinggal tersisa beberapa orang, diantaranya kamu * , kamu partai apa? tanya malaikat? " partai Gurem soalnya peminatnya sedikit pak hahahahaha
faisha retnanda: siapa bilang peminatnya sedikit!!!!!!!!!!!!
faisha retnanda: banyak tahu...
chandra: aku sih ya tidak pernah menganggap kamu tidak mempercayai Tuhan
faisha retnanda: kalau saja orang boleh dan sah memilih kotak no agama.. pasti banyak yang masuk ke kotak itu
chandra: hanya kamu itu sering mempertanyakan hal2 yang sebenernya *laku aja
faisha retnanda: percaya ndak?
chandra: bisa aja
chandra: aku ndak yang jelas
chandra:
chandra: aku milih kotak Islam
chandra: sambung ya?
chandra: *laku yang kamu persoalkan dari waktu ke waktu itu justru ndak kamu lakoni
chandra: coba dilakoni
chandra: and let see
faisha retnanda: maksudmu? laku?
chandra: what will happen
chandra: ya misal....
chandra: sholat.... puasa.....
chandra: kalo kamu kristen : ke gereja... kebaktian
chandra: kalo kamu buddha : meditasi... puasa
faisha retnanda: yang yang.. masalahnya... ya itu tadi.. jika aku sudah mengaku islam.. pasti aku sholat dong
faisha retnanda: apa sholat dulu baru ngaku islam?
chandra: sayangnya di Indonesia.... orang tidak beragama identik dengan tidak berTuhan
chandra: karena dalam setiap agama ada Tuhan.. mau itu Khrisna, mau itu Yesus, Siddharta kek
chandra: ada Tuhannya
chandra: TUHANMU siapa yang?
chandra: kalo kamu masuk kotak non agama.... tuhanmu siapa?
faisha retnanda: tuhanku? ya tuhan
faisha retnanda: yang menciptakan alam semesta
chandra: iya siapa?
chandra: Allah nya Orang Islam?
chandra: Allahnya Kristen?
chandra: Allahnya Hindu?
chandra: Jenenge?
faisha retnanda: tuhanku.. ya tuhannya semua makhluk di alam semesta ini
chandra: Asmanipun?
faisha retnanda: jenenge?... Sing nggawe urip
faisha retnanda: hehehehe...
chandra: Semua ?
chandra:
chandra: look
chandra: aku ndak mau menang sendiri kok
chandra: debatku ada dasarnya
chandra: dasarnya Fact
chandra: not Fiction
chandra: dasarnya Humanity
faisha retnanda: tuhanku? adalah semuanya yang bersifat kebaikan
chandra: not Diversity
faisha retnanda: semua hal yang bersifat kebaikan untuk sesama...
chandra: hahahahaha.....
faisha retnanda: itulah tuhanku
faisha retnanda: dan itulah kotak ku
chandra: di Islam KU ya yang : Tuhan itu selalu punya dua Sifat berlawanan... Beliau tidak selalu BAIK
chandra: tidak selalu bersifat kebaikan
chandra: Allah Itu maha Pengampun dan Maha Penghukum
faisha retnanda: jika Tuhanmu punya sifat tidak baik... itu berarti bukan Tuhanku...
chandra: Allahku perfect
chandra: ada plus ada Minus
faisha retnanda: perfect????
chandra: Square
chandra: lengkap
faisha retnanda: perfect itu sempurna
chandra: utuh
faisha retnanda: tidak mungkin ada minusnya
chandra: ndak kelebihan plus atau kelebihan min
chandra: bayangkan atom
faisha retnanda: ah udah ah
faisha retnanda: ngobrolnya
faisha retnanda: ndak bakalan selesai
faisha retnanda: mending jadi orang yang tidak beragama aja toh
chandra: yeeeeeeeeeeeeee
chandra: ya ndak gitu
faisha retnanda: lho kok yeee
chandra: dunia sama akhirat harus seimbang
faisha retnanda: jika mempertimbangkan akhirat itu membuat orang jadi lebih tidak baik... buat apa?
chandra: iya itu contoh penerapan yang ekstrim
chandra: seperti sufi2 itu...
chandra: mendahulukan akhirat juga tidak baik kan?
chandra: tidak produktif di kehidupan umum
chandra: orang berkebun, berladang, bekerja.. dia terpekur
faisha retnanda: ok
faisha retnanda: aku cuma ingin menggaris bawahi
faisha retnanda: buat apa orang mengaku beragama.. tp sikapnya tidak menunjukkan bahwa dia beragama
faisha retnanda: mendingan orang mengaku tidak punya agama.. tp dalam kesehariannya dia adalah orang ya paling baik terhadap sesama
chandra: hehehehe
chandra: alangkah lebih baik kalo baik dan beragama
chandra: kamu seharusnya nonton CONTACT
faisha retnanda: lho.. kamu jangan milih enaknya sendiri dong
chandra: filmnya si jodie foster
faisha retnanda: pilihannya kan yang di atas tadi
chandra: tentang novel carl sagan
faisha retnanda: oh.. aku udah nonton
faisha retnanda: film yang itu
chandra: dia pinter pinter sekali tapi gagal kepilih jadi astronot mesin ajaib nya sebab dia tidak mengakui keberadaan Tuhan
faisha retnanda: lho.. tp akhirnya dia kepilih juga kan?
chandra: karena terpaksa
chandra: dan itu pun proyek rahasia
chandra: bukan yang di release ke publik
chandra: intinya gini yang :
chandra: aku ya sama seperti tokoh yang diperankan jodie foster.. dimana logika dan ilmu pengetahuan diatas segalanya
chandra: tapi pada area dimana ada batasan pagar " iman"... aku harus menanggalkan logika
chandra: bilanglah aku munafik, bilanglah aku banci....
chandra: tapi seperti alam semesta ini... semua orang memiliki stage transformasi dalam tahap kehidupannya
faisha retnanda: hehehe
faisha retnanda: stage transformasi...
faisha retnanda: kalau aku belum sampai stage itu.. kamu ndak bisa menuntut kan?
chandra: bayangkan 2 lingkaran besar A dan B yang bersinggungan... maka ada daerah yang harus diarsir
chandra: nggak.... boleh aja
chandra: silahkan
chandra: kamu ngaku atheis juga silahkan
chandra: agama bukanlah hal yang dipaksakan
chandra: mau ngaku kejawen ya monggo
chandra: pemahaman akan hal keTuhanan adalah absurd
faisha retnanda: tidak beragama.. kan bukan berarti tidak berTuhan
chandra: artinya pemahamanmu da aku relatif sama dan relatif berbeda
chandra: *dan
chandra: Ritual agama sebenernya hanyalah ritual
faisha retnanda: nah yo..
chandra: tapi dengan melakukan ritual....
chandra: setidaknya
faisha retnanda: kenapa sih harus ada kolom agama di ktp?
chandra: kita selalu ingat
faisha retnanda: coba bayangkan
faisha retnanda: hal itu kan membuat kita jadi munafik to?
chandra: akan keberadaanNya
chandra: ada emang ritual agama yang buruk?
chandra: enggak lah
faisha retnanda: kok bisa ndak?
faisha retnanda: coba.. kamu ingat ndak
chandra: di KTP kolom agama menunjukkan... tiketmu ke jurusan mana
faisha retnanda: dulu sekali
faisha retnanda: kamu pernah nanya aku agamanya apa
chandra: mudah mengelompokkannya
faisha retnanda: aku ndak bisa njawab
faisha retnanda: males jawab
chandra: buat kepentingan sensus
faisha retnanda: karena buat aku... aku tidak beragama islam.. kalau memang di ktp ku itu islam
chandra: kalo di KTP mu kamu cantumkan Atheis......
chandra: tidak beragama
chandra: maka secara UUD kamu tidak berhak hidup di Indonesia
chandra: karena Asas Pancasila
chandra: ya kan?
faisha retnanda: nah yo itu
faisha retnanda: ndak adil kan?
chandra: itu doang perlu nya
chandra: Adil.... secara hukum
chandra: jelas kok pasalnya
chandra: landasan hukumnya
chandra: tidak adil secara Hak Asasi
faisha retnanda: lha yo.. kenapa ndak diberi kebebasan aja orang mengisi kolom itu
chandra: karena kamu dibelenggu hukum
faisha retnanda: atau orang boleh tidak mengisi kolom itu jika memang tidak beragama ke 5 agama resmi itu
chandra: ini negara hukum kan yang>
faisha retnanda: negara hukum???? yang bener???? sekarang ini bukan negara hukum.... walaupun ada yang dihukum
chandra: karena Agama di formulir itu gunanya buat Sensus
chandra: hehehehehe
faisha retnanda: lah.. kalau urusan sensus.. bisa aja dibikin kolom.. agama lain lain gitu to
chandra: kita kan bicara idealis
chandra: yang.....
chandra: heheh boleh aku bicara bentar
chandra: perhatikan kata2 aku ini ya
chandra: im an adult, seorang dewasa dengan pendidikan wawasan dan pengalaman yang cukup lah.... dan aku bisa menentukan sikap : " buat aku Islam adalah agama terbaik buatku, dan gak akan ada yang bisa mengubah itu, kalo perlu berantem sampe mati pun jadi lah kasarnya " ini sebuah ikrar yang tidak dilandasi oleh kebutaan , justru karena pengetahuan
chandra: karena Tahu maka yakin... kalau sudah yakin... apapun kamu tebang kan?
chandra: kalo kamu yakin akan sesuatu, maka kamu pertahankan kan?
chandra: dan keyakinan *aku reverse nih.. dasarnya adalah TAHU, ada pengetahuan disana
chandra: ada BENAR.... kita melihat kebenaran disana
faisha retnanda: apakah hal yang sama yang dilihat mereka yang berani melakukan kekerasan kepada orang lain dalam mempertahankan KEBENARAN???
chandra: dan karena aku menganut : Lakum dinukum waliyadin ... maka buat aku gak ada masalah : agama mu agamamu, agamaku agamaku
chandra: seharusnya orang berfikiran seperti line ku diatas
chandra: lu lu, gua gua... lu jangan ganggu gua , gua kagak ganggu elu
faisha retnanda: line yang mana? yang lakum dinukum?
chandra: di Islam jelas kok
chandra: kita disuruh berjamaah... artinya yang seiman rukun2 lah.. mendirikan sholat
chandra: yang nda seiman apa harus disuruh berjamaah?
chandra: konteksnya sempit dan jelas kok
faisha retnanda: ok
faisha retnanda: ok
chandra: bukan luas lhoo.. aku bilang justru sempit
chandra: terbatas
faisha retnanda: makanya.. karena terbatas itu
faisha retnanda: yang akhirnya membuat adanya eksklusifitas..
chandra: di Quran banyak seruan : Ya Ayuhalladzina Amaanu : Hai orang2 yang berimaaaan..... ada lagi Ya AyuhannNasss : Hai Manusia.....
chandra: konteks dan konsepnya jelas
chandra: dibatasi
faisha retnanda: lama lama eksklusifitasnya membuat orang jadi better than other
faisha retnanda: begitu ndak?
chandra: itu sih mereka aja yang memanfaatkannya
chandra: eksklusifitas pada dasarnya sama kaya artikel almamater mu inget?
faisha retnanda: yup
chandra: apa itu ndak eksklusif?
faisha retnanda: eksklusif
chandra: nah ada kotak
chandra: ada border
chandra: tadi inget aku bilang : aku orang logis, tapi pada saat masuk kotak IMAN, aku tanggalkan dulu logisku
faisha retnanda: kalau gitu..
chandra: karena aku tau .. disana LOGIKA berjalan didalam batasan
chandra: dan dibatasi
faisha retnanda: hubunganku sama kamu.. itu kepentingannya masuk kotak logis atau non logis
chandra: hahahahahahaha
chandra: yang
chandra: bayangkan begini
chandra: kita berjalan dalam kehidupan itu sperti main ular tangga
chandra: pindah dari kotak ke kotak
chandra: menuju tujan akhir
chandra: pada saat berjalan kita diatur sama angka dadu.... *tentu saja pelempar dadu nya juga kita
faisha retnanda: hahahaha... akhirnya... intinya.. suka suka kita to?
chandra: kalau hokkie... mulus naik terus
faisha retnanda: hayo.. mau bilang apa kamu?!!
chandra: tidak
chandra: bukan suka suka kita....
chandra: emang kamu bisa mengatur lemparan dadu mu jumlahnya berapa?
chandra: disana ada probability
chandra: ada chance
chandra: ada hope
chandra: ada failure
chandra: ada dissapointment
chandra: ada success
chandra: bisa kamu selalu mengatur lemparan dadu mu ke success ? selalu?
chandra: tidak sayang
chandra: anggap lah game monopoly.... yang paling tepat sebenernya
faisha retnanda: huehehehe... kamu maunya memang menang sendiri
chandra: karena setiap memijak kotak, disana ada challenge
chandra: ada tantangan ada kesempatan
chandra: kita punya modalnya
chandra: kotak yang sudah kita miliki.. menjadi milik kita
chandra: kita bisa bangun
chandra: bisa jual
chandra: bisa apakan aja
chandra: dia asset kita
chandra: KOTAK KITA
chandra: itu asset kita
faisha retnanda: wah... then
chandra: mau dibangun ?
chandra: apa mau dijual?
chandra: kotak itu terus jadi milik kita selama kita memijak kotak2 lain
chandra: iya kan? dia MODAL kita
faisha retnanda: jadi intinya????
faisha retnanda: tetap terserah kita... ya kan?
faisha retnanda: bagaimana kita mengolah apa yang kita miliki?
chandra: intinya begini.... pada saat kamu memijak kotak kesempatan...... misalnya
faisha retnanda: baik itu base on logik or non logik...
chandra: kamu berhadapan sama probability kan?
chandra: apapun
chandra: karena pada kotak kesempatan everything can do
chandra: kamu ambil kartu
faisha retnanda: ok.. saat kita memijak kotak kesempatan... kita bisa mengolahnya base on logik.. or non logik
faisha retnanda: ok?
chandra: kamu bisa dapet bonus dari bank atau masuk penjara, atau bayar pajak
faisha retnanda: terserah hal apa yang ingin kita ambil . ya to?
chandra: tidak
chandra: enggak enggak
faisha retnanda: lho ya ndakbisa
faisha retnanda: dong
faisha retnanda: kan kamu bilang... everything we can do
chandra: pada saat kita memijak kesempatan.... kita berhadapan dengan probabilitas
chandra: disana keberuntunganmu
chandra: bukan.. EVERYTHING CAN DO
chandra: ndak pake we
faisha retnanda: ok ...ndak ada "we"
chandra: coba liat
chandra: segalanya bisa berlaku
chandra: A*itu artinya
chandra: pada kotak agama
chandra: *bypass aja nih
chandra: pada kotak agama..... kamu punya kesempatan... membangun? menjual? beli hipotik? mengasuransikan....
chandra: semuanya terserah kamu
faisha retnanda: hmmm kok pada kotak agama?
faisha retnanda: maksudmu?
chandra: pada kotak cinta.... kamu jelas2 membangun dengan modal kuat
chandra: karena kamu sharing investment di kotak itu
chandra: kita bikin rumah dengan pajak yang mahal
chandra: hehehehehe
chandra: kamu kan sharing nya sama aku
chandra: tapi di kotak agama.. kamu mungkin berulang kali memijak petak itu, tapi belom juga mau mengeksploitasi petak itu di papan monopoly kamu
chandra: basis kamu ndak mau memiliki/ memonopoly petak itu apa? pasti ada alasannya kan? sama seperti dasar kamu memonopoly kotak/petak cintamu
faisha retnanda: hmm intinya.. kita boleh eksploitasi apapun dalam masing masing kotak.. terpisah antara satu kotak dengan kotak lainnya?
chandra: itu yang seharusnya kamu tau
faisha retnanda: begitu?
chandra: KENAPA AKU NDAK MAU BELI?
chandra: iya lah...
chandra: setiap petak kita monopoli... ujung2nya kita akan lengkap.. kaya.. dan memenangkan keseluruhan permainan
faisha retnanda: ndak mau beli? beli kotak?
chandra: iya
chandra: dalam 2 jam permainan.. mungkin kamu udah berulang kali melewati memijak kotak agama
chandra: tapi karena kamu ndak punya interest.. ya kamu lewat terus
faisha retnanda: urusannya sama beli membeli kotak?
chandra: tapi bayangkan.... anggap dari keseluruhan petak pada permainan monopoli mu, ada 1 atau 2 atau 3 petak yang namanya AGAMA... ndak pernah kamu beli... apa kemenanganmu Utuh?
chandra: apa monopoly mu sukses?
chandra:
chandra: padahal seluruh petak kamu miliki.....
chandra: kecuali yang SATU itu
chandra: maka kemenanganmu tidak lengkap
faisha retnanda: hmmm
faisha retnanda: tadi ular tangga.. sekarang kok jadi main monopoli ya??
chandra: never underestimate religion
chandra: karena agama adalah basic human interest
chandra: karena ular tangga kurang representatif... buat anak SD mungkin iya
chandra: buat orang seperti kamu, monopoli lebih bagus
chandra: lebih cocok analogi nya
chandra: kemenangan permainan monopoli adalah kita memenangkan SEMUA kotak pada permainan itu
faisha retnanda: hei.. i never underestimate religion...
chandra: hehehehehe
chandra: yang yang
faisha retnanda: wong orang tidak milih agama itu juga berarti punya agama sendiri kok
faisha retnanda: agamanya.. ya judulnya.. no agama itu
chandra: kalo misalnya aku berandai2 ya..... misalnya nih... semua orang udah pada mati.. kiamat misalnya, trus di akhirat sana dikumpulin sama malaikat : " ayo ayo... Partai Islam sini, Partai Kristen sana... , Buddha sana.. dll... waktu semua sudah selesai berkelompok, tinggal tersisa beberapa orang, diantaranya kamu * , kamu partai apa? tanya malaikat? " partai Gurem soalnya peminatnya sedikit pak hahahahaha
faisha retnanda: siapa bilang peminatnya sedikit!!!!!!!!!!!!
faisha retnanda: banyak tahu...
chandra: aku sih ya tidak pernah menganggap kamu tidak mempercayai Tuhan
faisha retnanda: kalau saja orang boleh dan sah memilih kotak no agama.. pasti banyak yang masuk ke kotak itu
chandra: hanya kamu itu sering mempertanyakan hal2 yang sebenernya *laku aja
faisha retnanda: percaya ndak?
chandra: bisa aja
chandra: aku ndak yang jelas
chandra:
chandra: aku milih kotak Islam
chandra: sambung ya?
chandra: *laku yang kamu persoalkan dari waktu ke waktu itu justru ndak kamu lakoni
chandra: coba dilakoni
chandra: and let see
faisha retnanda: maksudmu? laku?
chandra: what will happen
chandra: ya misal....
chandra: sholat.... puasa.....
chandra: kalo kamu kristen : ke gereja... kebaktian
chandra: kalo kamu buddha : meditasi... puasa
faisha retnanda: yang yang.. masalahnya... ya itu tadi.. jika aku sudah mengaku islam.. pasti aku sholat dong
faisha retnanda: apa sholat dulu baru ngaku islam?
chandra: sayangnya di Indonesia.... orang tidak beragama identik dengan tidak berTuhan
chandra: karena dalam setiap agama ada Tuhan.. mau itu Khrisna, mau itu Yesus, Siddharta kek
chandra: ada Tuhannya
chandra: TUHANMU siapa yang?
chandra: kalo kamu masuk kotak non agama.... tuhanmu siapa?
faisha retnanda: tuhanku? ya tuhan
faisha retnanda: yang menciptakan alam semesta
chandra: iya siapa?
chandra: Allah nya Orang Islam?
chandra: Allahnya Kristen?
chandra: Allahnya Hindu?
chandra: Jenenge?
faisha retnanda: tuhanku.. ya tuhannya semua makhluk di alam semesta ini
chandra: Asmanipun?
faisha retnanda: jenenge?... Sing nggawe urip
faisha retnanda: hehehehe...
chandra: Semua ?
chandra:
chandra: look
chandra: aku ndak mau menang sendiri kok
chandra: debatku ada dasarnya
chandra: dasarnya Fact
chandra: not Fiction
chandra: dasarnya Humanity
faisha retnanda: tuhanku? adalah semuanya yang bersifat kebaikan
chandra: not Diversity
faisha retnanda: semua hal yang bersifat kebaikan untuk sesama...
chandra: hahahahaha.....
faisha retnanda: itulah tuhanku
faisha retnanda: dan itulah kotak ku
chandra: di Islam KU ya yang : Tuhan itu selalu punya dua Sifat berlawanan... Beliau tidak selalu BAIK
chandra: tidak selalu bersifat kebaikan
chandra: Allah Itu maha Pengampun dan Maha Penghukum
faisha retnanda: jika Tuhanmu punya sifat tidak baik... itu berarti bukan Tuhanku...
chandra: Allahku perfect
chandra: ada plus ada Minus
faisha retnanda: perfect????
chandra: Square
chandra: lengkap
faisha retnanda: perfect itu sempurna
chandra: utuh
faisha retnanda: tidak mungkin ada minusnya
chandra: ndak kelebihan plus atau kelebihan min
chandra: bayangkan atom
faisha retnanda: ah udah ah
faisha retnanda: ngobrolnya
faisha retnanda: ndak bakalan selesai
Labels:
rerasan
Saturday, October 01, 2005
Berhentilah Sang Waktu
Pernah ndak, pada suatu momen di mana kita benar benar merasa nyaman dengan momen tersebut, kadang kita ingin waktu berhenti di momen itu saja.
Aku selalu merasakan hal tersebut. Ada saat waktu itu berhenti pada saat tertentu. Dan jika momen itu berlalu, barulah aku sadar.. ah.. sepertinya tadi itu waktu berhenti. Dan selalu aku ingin kembali ke momen tadi. Saat waktu terasa berhenti.
Mudah mudah an momen moment tersebut selalu berulang.. sehingga untuk sesaat kita tidak pernah merasakan waktu mengejar kita. Untuk sesaat kita merasakan kita tidak pernah bertambah tua. Dan, karena saat itulah hidup terasa begitu berarti.
Aku selalu merasakan hal tersebut. Ada saat waktu itu berhenti pada saat tertentu. Dan jika momen itu berlalu, barulah aku sadar.. ah.. sepertinya tadi itu waktu berhenti. Dan selalu aku ingin kembali ke momen tadi. Saat waktu terasa berhenti.
Mudah mudah an momen moment tersebut selalu berulang.. sehingga untuk sesaat kita tidak pernah merasakan waktu mengejar kita. Untuk sesaat kita merasakan kita tidak pernah bertambah tua. Dan, karena saat itulah hidup terasa begitu berarti.
Labels:
rerasan
Surga itu dimana?

Suatu sore, percakapan dengan si tengah di dalam mobil
+ Bu.. surga itu dimana? aku mau ke sana?
= Kenapa memangnya mas?
+ Iya, surga itu dimana? Jauh ndak? Aku pengin ke sana
= Hmmm.. (sambil mikir..) jauh lah.. di atas sana
+ Di atas?.. di awan ya?
= Iya.... ditempatnya Allah.
+ Wah... berarti ndak bisa berdiri ya kalau gitu
= Kenapa? kok ndak bisa berdiri?
+ Ya.. kan di awan.. ndak bisa berdiri
= Hmm.. ya bisa lah.. kalau Allah bilang bisa.. ya pasti bisa..
+ Oh... ke sananya gimana
= Ya.. nanti lah mas...
(what I think is..... What his teacher told him about the heaven)
Labels:
dimas
Subscribe to:
Posts (Atom)