Pulang dari kantor kemaren sudah agak malam sekitar jam 8 an lah. Begitu turun dari mobil, anak anakku menyongsong sambil membawa kartu. Isinya?
"Selamat hari IBU" dengan gambar bunga yang berantakan.
Ternyata di sekolahnya tadi, mereka membuat kartu spesial untuk hari tersebut. Si Tengah dan si Bontot memberikan kartu mereka untukku?
Sedangkan si Sulung, datang dengan ucapan dan ciumannya.
Wuahhhhh!!! Terharu rasanya.
Rasa yang satu ini tidak dapat dibeli dengan uang!!!!!
Friday, December 23, 2005
Jabatlah tanganku erat erat
Aku mengenal dia beberapa bulan yang lalu. Umurnya sekitar 21 or 22 tahun an lah. ya.. karena aku pikir dia pengurus dari suatu unit... tak ada salahnya aku mencoba memberikan semangat pada dia, apalagi posisiku adalah sebagai alumni. Namun, saat itu sempat sedikit kaget, karena ternyata dia tidak mau bersentuhan dengan kaum hawa.
Sempat sedikit heran, but it was okay. Sekarang kan memang lagi jamannya seperti itu. Ndak perlu dipikirkan.
Bertemu dengan dia terakhir minggu lalu, saat itu aku ke pertamina simprug bersama beberapa orang rekan alumni untuk melihat persiapan terakhir tim. Dan spt biasanya kita selalu menjabat tanganlah kepada para pengurus yang terlibat. Saat berhadapan dengan dia, aku sudah siap siap untuk tidak berjabat tangan. Dan ternyata benar, dia hanya mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya saat berhadapan dengan ku.
Aku sih ndak papa, karena memang sudah tahu kalau dia tidak mau bersentuhan dengan kaum ku.
But, surprise surprise...!!!!
Saat diumumkan bahwa tim menjadi ranking kedua... ternyata batas yang dia bikin itu runtuh. Langsung luruh bersama sama dalam kebahagian tim yang mendapat prestasi yang cukup mengejutkan.
Aku sendiri lupa juga, saat larut dalam kegembiraan aku dengan bergegas menyalami para pelatih dan pengurus tim satu persatu. Ndak sadar juga aku menyalami dia dan menepuk nepuk punggungnya sebagai seorang kakak dan alumni, tanda rasa ikut berbangga dan berbahagia.
Yang mengagetkan aku, saat di tengah arena,... ternyata dia tidak menampik pelukan pelukan dari rekan rekan perempuannya. Semuanya. Entah itu yang berkerudung atawa yang nggak.
Tapi tentu saja kekagetanku itu kaget yang bahagia.
Bahagia, karena ternyata ada suatu moment yang dapat meruntuhkan dan mencairkan batas garis yang dibuatnya sendiri antara kaumnya dan kaumku.
Setelah melihat dia berpelukan bahagia dengan rekan-rekan perempuannya, aku tersentak dan teringat, oh ya.. tadi kan dia juga tidak menampik ucapan selamatku dengan jabatan tangan yang hangat dan erat.
Ah... garis dan batas memang seharusnya tidak perlu dibuat untuk membedakan kaum adam dan hawa.
Sempat sedikit heran, but it was okay. Sekarang kan memang lagi jamannya seperti itu. Ndak perlu dipikirkan.
Bertemu dengan dia terakhir minggu lalu, saat itu aku ke pertamina simprug bersama beberapa orang rekan alumni untuk melihat persiapan terakhir tim. Dan spt biasanya kita selalu menjabat tanganlah kepada para pengurus yang terlibat. Saat berhadapan dengan dia, aku sudah siap siap untuk tidak berjabat tangan. Dan ternyata benar, dia hanya mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya saat berhadapan dengan ku.
Aku sih ndak papa, karena memang sudah tahu kalau dia tidak mau bersentuhan dengan kaum ku.
But, surprise surprise...!!!!
Saat diumumkan bahwa tim menjadi ranking kedua... ternyata batas yang dia bikin itu runtuh. Langsung luruh bersama sama dalam kebahagian tim yang mendapat prestasi yang cukup mengejutkan.
Aku sendiri lupa juga, saat larut dalam kegembiraan aku dengan bergegas menyalami para pelatih dan pengurus tim satu persatu. Ndak sadar juga aku menyalami dia dan menepuk nepuk punggungnya sebagai seorang kakak dan alumni, tanda rasa ikut berbangga dan berbahagia.
Yang mengagetkan aku, saat di tengah arena,... ternyata dia tidak menampik pelukan pelukan dari rekan rekan perempuannya. Semuanya. Entah itu yang berkerudung atawa yang nggak.
Tapi tentu saja kekagetanku itu kaget yang bahagia.
Bahagia, karena ternyata ada suatu moment yang dapat meruntuhkan dan mencairkan batas garis yang dibuatnya sendiri antara kaumnya dan kaumku.
Setelah melihat dia berpelukan bahagia dengan rekan-rekan perempuannya, aku tersentak dan teringat, oh ya.. tadi kan dia juga tidak menampik ucapan selamatku dengan jabatan tangan yang hangat dan erat.
Ah... garis dan batas memang seharusnya tidak perlu dibuat untuk membedakan kaum adam dan hawa.
Labels:
hal lain yang menarik
Tuesday, December 20, 2005
What next..?!
Di saat pikiran, perasaan, emosi, hati, nurani sudah tidak dapat berbicara.. tinggal satu yang bisa bicara... UANG
Labels:
renungan
MB UGM runner up GPMB 2006
Friday, December 16, 2005
SAY NO TO PIRACY
Denger beberapa kali lagu Anggun, jadi pengin beli album kasetnya, sepertinya cukup bagus, apalagi sudah go internasional kan?
Kemaren, jalan di suatu mal, lewat pedagang yang jual cd dan lain lainnya yang bajakan. Biasanya, aku Cuma lewat saja. Tidak tertarik untuk mampir dan melihat lihat barang-barang bajakan tersebut.
But, keinginanku untuk punya albumnya Anggun membuatku mampir dan bertanya kepada si mbak mbak penjaga, “ada Anggun yang baru?”, “ada” kemudian si mbak menunjuk satu lokasi deretan cd bajakan tempat cd anggun berada.
Then, aku menemukannya. Sambil menunggu giliran untuk dicoba cd tersebut, aku menimbang-nimbang, beli nggak beli nggak beli nggak… (bimbang dan ragu..)
Akhirnya, aku taruh kembali cd Anggun tersebut, aku tidak tega beli cd bajakan Anggun. Kasihan. Lebih baik aku beli kaset aslinya saja nanti.
Ingat ingat, say no to piracy!!! (especially for Indonesian products).
Setuju???!!!!!
Kemaren, jalan di suatu mal, lewat pedagang yang jual cd dan lain lainnya yang bajakan. Biasanya, aku Cuma lewat saja. Tidak tertarik untuk mampir dan melihat lihat barang-barang bajakan tersebut.
But, keinginanku untuk punya albumnya Anggun membuatku mampir dan bertanya kepada si mbak mbak penjaga, “ada Anggun yang baru?”, “ada” kemudian si mbak menunjuk satu lokasi deretan cd bajakan tempat cd anggun berada.
Then, aku menemukannya. Sambil menunggu giliran untuk dicoba cd tersebut, aku menimbang-nimbang, beli nggak beli nggak beli nggak… (bimbang dan ragu..)
Akhirnya, aku taruh kembali cd Anggun tersebut, aku tidak tega beli cd bajakan Anggun. Kasihan. Lebih baik aku beli kaset aslinya saja nanti.
Ingat ingat, say no to piracy!!! (especially for Indonesian products).
Setuju???!!!!!
Labels:
hal lain yang menarik
Subscribe to:
Posts (Atom)
