Wednesday, January 25, 2006

Berjilbab ??? Apakah hanya berkerudung??

Tulisan di bawah hanya sekedar wacana. Tanpa bermaksud menyinggung rekan rekan blogger. Jika ada yang tidak berkenan setelah membaca tulisan di bawah ini, saya mohon maaf. Percayalah ini semua mempunyai maksud dan tujuan yang baik.


Deskripsi 1
Suatu sore di trotoar Jl. Cokroaminoto.. deket KERIS Gallery. Seorang perempuan berumur 25 -30 tahun an, berjalan melenggang. Luwes. Berkerudung biru muda. Berbaju dari bahan rajut warna senada. Pas di badan. Enak dilihatnya. Rok bawah biru muda berbahan rajut juga. Bener bener match. Ukuran tubuh proporsional. Sungguh enak dipandang mata. Namun.. eittt! tunggu sebentar, begitu dia berlenggang melewatiku, eh cetakan CD nya terlihat jelas. Plek. Aku jadi malu dan risih melihatnya.
Ah!!! Ndak benar itu. Jadi sedikit kecewa. Hal yang indah tadi jadi ndak indah lagi.


Deskripsi 2
Seorang perempuan, berumur antara 22-25 th an. Body semlohay. Berbaju model kemeja yang tanggung. Bercelana Jean model britney spears. Berkerudung. Paduan warna, boleh juga. Saat ia melambaikan tangan kepada temannya..ssrrrrt.. kok pusernya kelihatan???
wah.. ampun!!!!


Sepertinya harus ada patokan untuk seorang perempuan dalam berbaju muslimah. Apakah berpakaian muslim hanya ditandai dari berkerudung kepala saja? tanpa memperhatikan padu padan bajunya?
Memang sih, dari 100 persen perempuan pemakai baju muslimah di sini, mungkin yang mempunyai gambaran di atas hanya sekitar 5 persen, eit jangan ah... biar lebih bagus.. mungkin hanya 1 atau 2 persennya.
But, jangan lupa... yang sedikit itulah yang sering mencolok mata. Bikin mata kelilipan.

Menurutku, seharusnya ada aturan tidak tertulis untuk para pemakai baju muslim tersebut jika memang sudah berkeputusan akan berbaju muslim.
Atau kalau perlu ada kesepakatan bersama dari mereka, apa yang diperkenankan dan apa yang tidak.

Jadi tujuan semula baju muslim yang seharusnya untuk menutupi aurat jangan jadi menonjolkan aurat (bagi yang 1 - 2 persen diatas tentunya).

Saya memang bukan pengikut mode baju muslim tersebut. Namun sebagai orang yang tiap hari mengamati orang orang yang ada di sekelilingku, boleh kan kalau saya mengajukan pendapat.
Menurut saya, mengambil keputusan untuk berbaju muslim adalah sebuah keputusan yang harus disertai tanggung jawab dan konsekuen dalam segala hal, entah itu penampilan, perilaku, tutur kata, dan pemikiran. Berbaju muslim... tidak hanya sekedar berkerudung saja dan menutup aurat saja. Namun lebih dari itu......

Tuesday, January 24, 2006

Cinta itu menenangkan

Cinta itu seharusnya membuat jiwa menjadi tenang. Bukan sebaliknya, membikin gelisah, membuat sedih, membuat resah.
Mencintai seseorang dengan tulus tanpa pamrih, itu menenangkan jiwamu

Friday, January 20, 2006

Lebih Cakepan .....

oh dear oh dear....
ndak habis pikir aku tentang kondisi psikologis anak anak balita jaman sekarang setelah pembicaran kecil ku dengan si bontot

si bontot : "bu..... yang nyanyi di dewa yang pake gitar itu siapa?"
aku :"yang mana sih? kan itu yang nyanyi once?"
si bontot :"iya.. tp ada yang nyanyi pake gitar itu lho"
aku (sebenernya dah tahu mau dia.. tp pura pura ndak tahu)
aku :" oh. itu ahmad dani. kenapa memangnya?"
si bontot : "oh.. iya itu amad dani. aku pilih dia aja ah. lebih cakepan."

dalam hati aku langsung ketawa geli... namun, karena si bontot tanyanya serius.. aku ndak berani ngetawain..... khawatir dia malu.
but... aku masih ndak habis pikir.....
bagaimana mungkin si bontot umur 4,5 thn... bisa nanya spt itu...
asli... heran aku...
perkembangan media informasi dan komunikasi ini memang hebat.

Tuesday, January 17, 2006

Jika kamu sendiri

Jika kamu sendiri.. ... kamu bisa bebas mengambil segala keputusan yang kamu mau.
Jika kamu sudah dicintai atau mencintai orang lain, hilanglah kebebasan itu.

(by Alice Paul , dr film "Iron Jawed Angel")

Wednesday, January 11, 2006

Ayam Bakar Wong Solo???

Saat sedang membicarakan soal poligami, seorang teman ku (laki laki), tidak bisa mengerti.. mengapa aku tidak mau diajak jajan ke RM. Ayam Bakar Wong Solo.... (kata dia, kalau pada ndak jajan ke sana , nanti bangkrut, kan malah si pemilik tidak dapat membahagiakan istri istrinya? hehehe.... tahu juga dia!!)

Mungkin memang tidak ada signifikansinya antara poligami dengan jajan di RM tersebut. Mungkin juga terlihat begitu naif ya....

Namun ada satu hal yang membuat aku males bahkan belum pernah jajan ke tempat tersebut, ya karena pemiliknya dengan bangga memamerkan ke poligami annya kepada khalayak umum.

Hanya satu yang ada dalam pikiranku, ini salah satu bentuk protes atas ke 'bangga' annya dapat berpoligami dengan terbuka.

Aku sendiri sangat aware dengan kegiatan "poligami" tersebut, dan dapat memakluminya.
Toh wajar wajar saja jika seorang laki laki karena alasan alasan tertentu memutuskan berpoligami.... ya kan? Itu hak mereka sendiri...

Cuma... apa perlu pamer gitu?? Bahkan sampai sampai ada "poligami award"
Apakah itu bukan salah satu bentuk kebanggaan laki laki atas ke laki-laki annya dan atas keistimewaan keistimewaan yang diperolehnya karena dia "laki laki"?

Jadi... ndak salah kan kalau aku dan mungkin ada beberapa perempuan yang lain, jadi males jajan ke rumah makan tersebut ????

NB: Tulisan di atas tidak bermaksud mendiskreditkan RM Ayam Bakar Wong Solo. Tulisan di atas hanya wacana atas 'poligami'