Sunday, October 07, 2007

Saya jatuh cinta

Kalau ada yang bisa membuat saya jatuh cinta, pastilah sesuatu
yang sangat sangat spesial, dan sangat cantik. Menawan.
Dan klasik.
Dan begitu melihatnya, saya langsung jatuh cinta.
Really, i fall in love with this creature .
Inilah dia, yang membuat saya sudah jatuh cinta saat ini.
Cantik, gagah, anggun, kokoh...
how beautiful.....

Palangkaraya yang sangat cantik

Adik saya bilang, saya pasti akan suka dengan kota Palangkaraya.
Kotanya apik dan resik.
Saya agak tidak percaya, palingan juga gitu gitu aja.
Namun, ternyata beneran lho. Kota Palangkaraya itu kota yang sangat cantik.
Saya jatuh hati dengan kota ini. Cantik, bersih, rapi, tertata, dan unik.
Sesuai dengan slogan Palangkaraya Cantik.


Bangunan seperti ini hampir dapat ditemukan di seluruh penjuru
kota Palangkaraya.
Entah itu gedung perkantoran besar, atau kecil, semuanya
menunjukkan ke unik annya.
Jalan rayanya lebar dan rapi. Tidak terlihat sampah di mana-mana.
Hampir seluruh jalan di penjuru kota seperti terlihat di atas.
Seneng rasanya melihat kota yang cantik ini.
Dibandingkan Jakarta????? alamak jangan pernah membandingkan deh!!!!

Entah, bangunan apa itu, yang pasti, sepertinya keunikan bangunan
di kota Palangkaraya ini adalah a must.


Gambar Jembatan Sungai Kahayan diambil dari tepian sungai Kahayan
Terlihat rumah apung di sebelah kiri bawah.



Bergaya di atas jembatan Sungai Kahayan dengan latar belakang
Kota Palangkaraya yang berselimut kabut asap, dan pemukiman
di pinggir sungai Kahayan yang cukup padat.




Pemukiman di sepanjang tepian Sungai Kahayan. Selain rumah panggung,
juga terdapat rumah apung. Jadi jika permukaan sungai naik,
ia ikut naik, naik turun lah sesuai tinggi permukaan air.
Jadi, rumah seperti ini, bakalan tidak pernah kebanjiran.
Di rumah apung tersebut segala aktifitas hidup dilakukan seperti biasa.





Salah satu mesji yang cukup besar yang terletak di
tengah pemukiman tepian Sungai Kahayan.
Percaya ndak? itu jalan dari kayu boleh dilalui mobil lho.






Suasana pemukiman di tepi Sungai Kahayan.
Seluruhnya hampir berupa rumah panggung yang cukup tinggi,
sehingga jika Sungai Kahayan banjir, mereka tidak perlu mengungsi.
Sepeda motor boleh lewat di jalan kayu tersebut, suaranya? gemlodag.







Sunday, September 30, 2007

Para Pencari Tuhan

Saya bukan termasuk orang yang suka melihat jenis cerita sinetron yang ada di tv tv swasta Indonesia. Bukan masalah produksi dalam negeri atau ndak... namun sptnya tidak ada yang membuat saya tertarik ingin menontonnya.

Namun, di bulan Puasa ini tiba tiba jadi seneng nonton sinetron Para Pencari Tuhan. Awalnya saya tidak menyangka ada sinetron di saat sahur. Saya sudah terlanjur skeptis dengan segala sinetron yang memakai background thema nya yang sok relijius gitu. Tidak kondusif. Membuat bodoh masyarakat.
Nah.. gara-gara sebel lihat berbagi acara saat sahur yang semuanya serba cekakak cekikik tidak jelas dan terlalu dibuat buat... walaupun bintang tamunya sepertinya ya makhluk makhluk berkualitas gitu (baik fisik maupun non fisiknya).. namun sumpah... acaranya bikin orang jadi tidak pinter.
Kok bisa ya produser acara kok ndak punya visi dan misi gitu ya dalam bikin suatu acara.


Then, pas nyantol di stasiun SCTV (padahal sumpah! saya jarang nyantol di stasiun ini gara gara ini stasiun kebanyakan acara sinetron) nemu sinetron ini deh, "PARA PENCARI TUHAN". Tentu saja daya tarik pertama adalah tokoh Deddy Mizwar. Saya rada seneng dengan aktor ini. Entah. Mungkin karena rada punya idealisme juga orang ini, makanya saya seneng. Sebagaimana cerita dia di Lorong Waktu, atawa Kiamat Sudah Dekat
Ceritanya, ternyata cukup menarik.

Enteng, tapi berbobot.
Berbobot, tapi enteng.
Ada getir.
Ada khawatir.
Ada harapan.
Ada kepercayaan.
Ada kritis.
Ada ironis.
Begitulah.

Bingung kan? Tapi itulah yang tersirat maupun yang tersurat.
Anak saya yang sulung juga lebih senang melihat cerita ini daripada nonton acara acara ndak bermutu lainnya.

So..... dpd lihat acara cekakak cekikik yang ndak keruan juntrungnya... ayo lihat Para Pencari Tuhan.

Monday, September 24, 2007

Ternyata mid test itu ulangan...?

Minggu lalu anak-anak disibukkan dengan kegiatan ulangan-ulangan harian.
Nah, hari Jumat lalu si bontot bilang....

"Bu, kata bu Ayu minggu depan sudah tidak ada ulangan-ulangan lagi. Tapi mid test"

Saya kemudian mencoba menjelaskan apa itu midtest. Namun sepertinya dia belum begitu mengerti.

Nah hari ini tadi, dia hari pertama midtest. Saya mengantar dan kemudian seperti biasa langsung ke kantor.

Jam 13.30.
Baru saja dia telpon saya dan bilang

"Bu, ternyata midtest itu sama dengan ulangan ya bu..."

Huehehe.... dasar bontot..

Saturday, September 22, 2007

Kemarin berbuka puasa bareng sepupu-sepupu di tempat mahal. Entah apa yang membuat mereka punya ide untuk berbuka di tempat tersebut. Tempat yang buat saya high class banget. Namun, saya hanya ambil hikmah positifnya, sekali sekali ndak papa lah. Belajar jadi orang kaya. Biar kalau jadi orang kaya beneran ndak kaget dan malu malu in kalau diajak makan ke tempat mahal.

Tahu ndak apa komentar sepupu-sepupu saya melihat kemunculan saya?
Wah.. kok jadi tambah item? Saya pikir, wah kemajuan… ada yang bias komentar kalau saya tambah item. Perasaan saya sudah item dari dulu dulu. Kalau ada yang komentar saya tambah item pastilah kemaren kemaren saya agak terang… hehehe.

Mendengar cerita saya bahwa saya habis ke papua, mereka Cuma komentar, ah memang saya dari dulu memang suka aneh aneh.