Monday, September 08, 2008

Perspektif, Obyek dan Imajinasi

Entah bagaimana, tiba tiba pembicaraan 4 orang alumni kampung sastro yang nyasar dari bidangnya, tiba tiba sampai ke soal fotografi....
saya yang senang dengan potret memotret... tapi masih termasuk level pemula, tiba tiba menjadi murid dari ketiga senior fotografer tersebut...kebetulan memang mereka lebih mahir dari saya.
saya senang... karena apa yang saya tunggu selama ini datang juga...
review atas hasil beberapa jepretan saya selama ini, yang saya ambil secara spontan..
di sini:
http://retnanda.multiply.com/photos/album/1/My_beautiful_Day dan
disini:
http://retnanda.multiply.com/photos/album/7/Suatu_sore_dari_BEJ_to_Dukuh_Atas

beberapa komentar mereka yang berupa kritik dari album di atas adalah:

1. komposisi bidang tidak matang
2. garis diagonal tidak diolah, rata-rata garis mendatar, dan cenderung simetris
3. perspektif tidak nampak, jadi seperti motret papan tulis
4. dimensi jarak menjadi kabur karena rata, semua foto benar benar flat
5. foto saya bagus, tp cuma sekedar bagus, tidak ada ceritanya

selain kritik, mereka juga memberi saran... walaupun kalau kursus fotografi pasti pake mbayar untuk dapat saran saran di bawah ini.

1. ambil sudut agak miring
2. jangan hanya terpesona pada warna, tp juga pada garis dari bidang yang membentuk
3. jangan seperti motret papan tulis dari depan, ambil dari sudut yang berlainan
4. coba perdalam pengetahuan tentang gambar perspektif
5. kalau sudah dapat gambar perspektif, coba isi dengan obyek yang dapat bercerita
6. coba bermain imajinasi
7. jika sekedar horison, hanya akan bagus sebagai gambar latar
8. sebuah potret.. memang harus bagus gambarnya...tapi juga harus bagus ceritanya
9. memotret harus bisa melampaui gambar itu sendiri, so gambar itu bisa bercerita dan sampai kepada yang membaca gambar tersebut
10. sabar menunggu moment yang tepat
11. sabar tapi spontan, spontan tapi sabar.. (uangel tenan iki rek!!!)


namun dari kritik dan saran yang bertubi tubi di atas dari foto foto yang ada di album multiply saya, ternyata masih ada yang dibilang bagus...
yang ini nih...

komentarnya: artistik bagus (komposisi bentuk dan warna), ceritanya juga masuk....

wih... lumayan kan? masih ada satu buah yang dipuji....diantara berpuluh puluh foto tersebut.

thanks to oblo, kuncung dan jembus.

satu kunci yang nyantol dalam pikiran saya sekarang jika mau motret sesuatu, yaitu: Bidang Perspektif, Obyek dan Imajinasi.

wow keren ya!!!!

Tuesday, September 02, 2008

Ease myself

Only two things that make us happy.
Love and forgiveness.

Friday, August 22, 2008

Merokok itu haram ?????

ribut ribut MUI ....fatwa merokok itu haram???
komentar perokok berat adalah...

"gampang penyelesaiannya..... PINDAH AGAMA!!!!!!!!!"

hahahaha....
setuju!!!!!!!!!!!!!

Saturday, August 09, 2008

Near to death

Sebenarnya masih belum punya mood yang bagus untuk nulis lagi, malas. Ada yang mengganggu power supply otak saya... :)
Namun kejadian sebulan ini sedikit membuat saya terusik.

Sebulan ini, saya kehilangan 3 kenalan (perempuan) semua. Yang pertama, meninggal karena kecelakaan pesawat di bogor itu, yang kedua meninggal karena melahirkan (hari gini?? meninggal karena melahirkan... di Jakarta pula!), yang ketiga.. meninggal karena... entah tak diketahui sebab pastinya, karena masuk ke rs pagi, sore meninggal, dengan keluhan gondongen? ndak lah.. pasti ada komplikasi lainnya, cuma yang tersebar cuma itu.
Ketiga tiganya... seumuran saya....
Hhhh.... ketiga tiganya pula, masih memiliki anak yang kecil kecil...
Yang keempat, sepupu seumuran saya meninggal karena kecelakaan kerja.
...
Saya tidak habis mengerti, betapa rahasia Tuhan akan kematian seseorang begitu tidak jelas.
Setiap kali orang hanya bilang, ya memang sudah takdirnya....
Komplain?? Mau dikomplain proses kematiannya pun tidak akan dapat membuka rahasia kematian itu sendiri.
....
Dalam minggu ini, salah satu sahabat paling dekat dan saya sayangi... mengabari bahwa dia didiagnosa pra cancer cervix (entah benar or salah istilah itu).... dan dokter menyarankan untuk diambil rahimnya..
Saya... kaget, namun.. dengan tenang saya sarankan untuk mempertimbangkan benar langkah langkah yang akan diambil kemudian.... (padahal saya sendiri rada khawatir..)
...
Iya, saya rada khawatir.. karena berkali kali.. saya diminta test pap-smear.. saya ogah ogahan... bukan apa apa.. sejujurnya.. saya takut.
Takut sekali.. kalau test tersebut mengabarkan hasil yang tidak menyenangkan..
Dan, akibatnya saya stress... dan kemudian semua penyakit keluar karena stress tersebut...
...
Saya selalu berkilah... ah... kalau saya mati.. saya ndak ingin merepotkan keluarga... jadi kalau mau mati.. ya mati aja.. gitu.
Apa yang terjadi pada teman saya, tidak membuat saya ingin buru buru test pap smear.. namun malah semakin takut...
takut kalo divonis ada apa apa.. takut kalau harus begini begitu...
takut menghadapi kematian???? entahlah.. takut sih ndak. kalau mau mati.. ya mati aja..
tapi... sptnya mulai sekarang harus mempersiapkan bekal yang baik untuk anak anak...
Persiapan kalau terjadi apa apa ditengah perjalanan kehidupan..
Jadi seperti diingatkan, betapa banyak kewajiban yang harus dilakukan dan dipenuhi....

Tuhan memang menguasai hidup kita. Tanpa tedeng aling aling. Entah itu mati karena sakit, kecelakaan, bunuh diri, dibunuh atau dihukum mati????
Tidak akan bisa kita mengutak utik rahasia dan takdir yang telah ditentukan Tuhan.