Ih heran.
Otakku kok beberapa bulang terakhir...atau katakanlah satu tahun terakhir jadi agak kethul ya???? kacau....
Bagaimana mengasahnya lagi ya????
kebanyakan yang aneh aneh sih...jadi ndak tajam lagi dalam menulis....
Wednesday, November 25, 2009
Sunday, November 22, 2009
Ndak semua suka disayangi ...
Baru kemarin saya ditegur, salah seorang teman baik saya di masa lalu saya. Bukan apa apa, saya terlalu meluapkan kegembiraan saya bertemu dengannya setelah hampir 20 tahun tidak bertemu dia.
Dulu dia, adalah teman dekat, yang karena angkatannya lebih muda dua tahun dari saya, biasa saya anggap adik.
Dia menjadi adik kesayangan saya kala itu.
Dan entah kenapa, saat bertemu lagi dua minggu lalu via FB, rasa sayang saya kepadanya sebagai adik masih ada. Rasa sayang memang tidak pernah hilang.
Repotnya, dia kan sudah 20 thn lebih tua sejak 20 thn lalu. Jadinya, di mata saya dia yang tetep adik saya kecil seperti dulu kala, sementara dia MUNGKIN berpikir, saya terlalu mengumbar rasa gembira saya bertemu dengannya dengan obral kata kata tidak penting.
Saya seperti disadarkan bahwa, look dia sudah berumur 40 thn sekarang,..jangan kamu anggap anak kecil terus.....
Plakkk!! saya tersadar, iya ya....
Seorang laki laki berumur 40 thn, tidak selayaknya saya perlakukan seperti adik kecil saya seperti 20 thn silam....
Mungkin dia merasa risih dan tidak suka.
Atau bisa jadi, dia punya pendapat lain terhadap saya yang masih tetep belum bisa berubah dalam memperlakukan dia.
Ah!... bisa jadi saya akan merasa kehilangan, tapi mudah-mudahan hanya sesaat, kesadaran bahwa dia sudah 40 thn, membuat saya jadi lebih hati hati dalam memperlakukan dia.
Dulu dia, adalah teman dekat, yang karena angkatannya lebih muda dua tahun dari saya, biasa saya anggap adik.
Dia menjadi adik kesayangan saya kala itu.
Dan entah kenapa, saat bertemu lagi dua minggu lalu via FB, rasa sayang saya kepadanya sebagai adik masih ada. Rasa sayang memang tidak pernah hilang.
Repotnya, dia kan sudah 20 thn lebih tua sejak 20 thn lalu. Jadinya, di mata saya dia yang tetep adik saya kecil seperti dulu kala, sementara dia MUNGKIN berpikir, saya terlalu mengumbar rasa gembira saya bertemu dengannya dengan obral kata kata tidak penting.
Saya seperti disadarkan bahwa, look dia sudah berumur 40 thn sekarang,..jangan kamu anggap anak kecil terus.....
Plakkk!! saya tersadar, iya ya....
Seorang laki laki berumur 40 thn, tidak selayaknya saya perlakukan seperti adik kecil saya seperti 20 thn silam....
Mungkin dia merasa risih dan tidak suka.
Atau bisa jadi, dia punya pendapat lain terhadap saya yang masih tetep belum bisa berubah dalam memperlakukan dia.
Ah!... bisa jadi saya akan merasa kehilangan, tapi mudah-mudahan hanya sesaat, kesadaran bahwa dia sudah 40 thn, membuat saya jadi lebih hati hati dalam memperlakukan dia.
Labels:
rerasan
Friday, November 06, 2009
Tulisan di fesbuk dan blogger
Ternyata, untuk mengeluarkan uneg uneg yang ada di pikiran saya, tetep enak ke sini. Mengapa?... hanya orang orang sudah tahu gaya saya berpikir akan ke blog saya, dan dapat mengerti mengapa saya begini dan saya begitu.
Di Facebook???? ah... itu memang hanya tempat untuk bermain dan ber haha hihi....
sekali kita mengeluarkan pemikiran yang agak agak abnormal walaupun itu "SAYA BANGET".. ternyata jadi rasanan orang sak hohah...
Saya berharap tulisan saya mendapat tanggapan positit negatif dari komen komen yang masuk, ternyata hanya mendapat komentar yang... positif... dan... anehnya tanggapan negatif saya dapat dari teman teman yang ngomongin saya dibelakang saya...
ALAMAK!!! perempuan banget sih!!!!.
Kenapa sih tidak menggunakan media komentar untuk mengcounter pendapat saya... toh sah sah aja kalau mau berdebat...wekekekek...
Ternyata yang ada, yang positif berani unjuk gigi, yang negatif ndak berani unjuk gigi.ya.
Padahal sepanjang alasan nya kuat.... sah sah aja lho.... wong gratis ini dan ndak bayar pula.
Entah, sebagai perempuan, kadang pengin juga menulis sesuatu yang.. perempuan banget, halus, lembut, feminin...... namun, kebanyakan yang muncul dari ide saya kok selalu bersifat pemberontakan... Selalu mencounter kemapanan yang bersifat munafik, apalagi kalau kemapanan tersebut ada karena hal hal negatif yang ada di belakangnya... selalu berbeda dari alur pendapat orang orang yang normatif...
...
Di fesbuk, jika kita tulis sesuatu, semua orang entah suka atau tidak suka tulisan kita, dia akan membacanya...
Kalau di blogger, hanya orang orang yang tahu gaya tulisan kita yang rutin ke sini....
...
Akan rajin nulis di blogspot lagi ah, daripada di fesbuk...
di fesbuk kebanyakan orang orang yang lebih berani ngomongin orang di belakang daripada beradu pendapat langsung....
.........
Di Facebook???? ah... itu memang hanya tempat untuk bermain dan ber haha hihi....
sekali kita mengeluarkan pemikiran yang agak agak abnormal walaupun itu "SAYA BANGET".. ternyata jadi rasanan orang sak hohah...
Saya berharap tulisan saya mendapat tanggapan positit negatif dari komen komen yang masuk, ternyata hanya mendapat komentar yang... positif... dan... anehnya tanggapan negatif saya dapat dari teman teman yang ngomongin saya dibelakang saya...
ALAMAK!!! perempuan banget sih!!!!.
Kenapa sih tidak menggunakan media komentar untuk mengcounter pendapat saya... toh sah sah aja kalau mau berdebat...wekekekek...
Ternyata yang ada, yang positif berani unjuk gigi, yang negatif ndak berani unjuk gigi.ya.
Padahal sepanjang alasan nya kuat.... sah sah aja lho.... wong gratis ini dan ndak bayar pula.
Entah, sebagai perempuan, kadang pengin juga menulis sesuatu yang.. perempuan banget, halus, lembut, feminin...... namun, kebanyakan yang muncul dari ide saya kok selalu bersifat pemberontakan... Selalu mencounter kemapanan yang bersifat munafik, apalagi kalau kemapanan tersebut ada karena hal hal negatif yang ada di belakangnya... selalu berbeda dari alur pendapat orang orang yang normatif...
...
Di fesbuk, jika kita tulis sesuatu, semua orang entah suka atau tidak suka tulisan kita, dia akan membacanya...
Kalau di blogger, hanya orang orang yang tahu gaya tulisan kita yang rutin ke sini....
...
Akan rajin nulis di blogspot lagi ah, daripada di fesbuk...
di fesbuk kebanyakan orang orang yang lebih berani ngomongin orang di belakang daripada beradu pendapat langsung....
.........
Labels:
renungan
Friday, October 09, 2009
Mengapa harus menunggu ada yang hilang....
Lebaran tahun ini, sangat berkesan buatku. Untuk pertama kalinya sejak 10 tahun terakhir, kita (ketiga anak ibu bapakku) dapat berkumpul bersama dengan keluarga masing masing.
Aneh???
iya sih aneh... kita malah biasa berkumpul saat liburan akhir tahun. Itupun tidak lengkap banget.
Lebaran tahun ini, berkumpul semua,komplit. Semua terjadi karena adanya satu hal yang hilang.
Ya, keberadaan Bapak yang meninggal agustus lalu, membuat semua merasa ingin berkumpul lebaran kali ini.
Mengapa, hal ini terjadi setelah Bapak tiada? Mengapa harus menunggu beliau, kita ketiga anaknya merasa harus berkumpul pas lebaran????
Sedih dan haru dan sesal bekecamuk dalam hati. Andai saja beliau masih hidup
Kita ternyata harus dicambuk dulu, untuk dapat merasakan, betapa seharusnya kita dapat berkumpul keluarga saat lebaran. Dulu dulu, saat Bapak masih ada.
Egoisme, dan berbagai alasan, membuat kita semua merasa egois dan merasa benar.
Ah.... kita semua kan tetep pulang ke rumah, walau tidak saat lebaran.
Kehilangan satu dari orang tua kita oleng, membuat kita sadar, bahwa satu saat kita akan kehilangan keduanya.
Jika berkumpul bersama dapat membuat ibu bahagia, mengapa tidak kita lakukan saja????
Waktu kita tidak lama lagi, untuk membahagiakan ibu.
Aneh???
iya sih aneh... kita malah biasa berkumpul saat liburan akhir tahun. Itupun tidak lengkap banget.
Lebaran tahun ini, berkumpul semua,komplit. Semua terjadi karena adanya satu hal yang hilang.
Ya, keberadaan Bapak yang meninggal agustus lalu, membuat semua merasa ingin berkumpul lebaran kali ini.
Mengapa, hal ini terjadi setelah Bapak tiada? Mengapa harus menunggu beliau, kita ketiga anaknya merasa harus berkumpul pas lebaran????
Sedih dan haru dan sesal bekecamuk dalam hati. Andai saja beliau masih hidup
Kita ternyata harus dicambuk dulu, untuk dapat merasakan, betapa seharusnya kita dapat berkumpul keluarga saat lebaran. Dulu dulu, saat Bapak masih ada.
Egoisme, dan berbagai alasan, membuat kita semua merasa egois dan merasa benar.
Ah.... kita semua kan tetep pulang ke rumah, walau tidak saat lebaran.
Kehilangan satu dari orang tua kita oleng, membuat kita sadar, bahwa satu saat kita akan kehilangan keduanya.
Jika berkumpul bersama dapat membuat ibu bahagia, mengapa tidak kita lakukan saja????
Waktu kita tidak lama lagi, untuk membahagiakan ibu.
Labels:
renungan
Tuesday, October 06, 2009
No passion
beberapa kejadian bencana alam yang akhir akhir ini terjadi di indonesia membuat saya jadi rada enggan melakukan hal hal yang agak berlebihan.
apalagi setelah saya dua minggu lebih liburan di kampung halaman.
buat saya semua terlihat tragis. sementara saya bersenang senang dengan semua kenangan masa liburan lalu,namun begitu melihat betapa menderitanya saudara saudara kita yang kena bencana alam, semua jadi terlihat tidak adil.....
saya selalu berpikir, betapa tipisnya perbedaan antara fakta yang bersifat positif dan fakta yang bersifat negatif.
akhirnya..... hanya melakukan yang perlu dan harus saya lakukan...hari hari ini....
sebagai bentuk kesadaran, betapa................... hidup ini begitu mudah berubah.. terserah apa yang dikehendaki SUTRADARAnya...
bersiap siap untuk yang terjelek... itu pasti.
apalagi setelah saya dua minggu lebih liburan di kampung halaman.
buat saya semua terlihat tragis. sementara saya bersenang senang dengan semua kenangan masa liburan lalu,namun begitu melihat betapa menderitanya saudara saudara kita yang kena bencana alam, semua jadi terlihat tidak adil.....
saya selalu berpikir, betapa tipisnya perbedaan antara fakta yang bersifat positif dan fakta yang bersifat negatif.
akhirnya..... hanya melakukan yang perlu dan harus saya lakukan...hari hari ini....
sebagai bentuk kesadaran, betapa................... hidup ini begitu mudah berubah.. terserah apa yang dikehendaki SUTRADARAnya...
bersiap siap untuk yang terjelek... itu pasti.
Labels:
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)