Wednesday, March 14, 2012

Pulau Buru yang kuburu (1)

Begitu tahu ada proyek yang ditawarkan ke saya lokasinya di Pulau Buru, saya terus menerus berharap supaya bisa goal...
Saya belum pernah ke sana, jadi ingin sekali ke sana.

Ternyata saat ini tidak ada pesawat yang menuju ke pulau buru, dulu sih ada katanya, tp sekarang sudah tidak ada.
Jadilah, harus mengatur jadwal dengan pemakaian kapal penumpang menuju ke pulau buru.
Akhirnya hari H pun datang, berangkat dari Jakarta jam 06 pagi, transit di surabaya bentar, then langsung ke Ambon.
Transit di Ambon, karena kapal baru jalan jam 20.00 WIT menurut jadwal. SO, saya hanya istirahat aja mau kemana mana kok ndak sreg, hujan lagi.

Akhirnya saat naik kapal pun tiba, kapal yang saya naiki namanya kapal penumpang Elizabeth , dia ada kelas kamar dan tanpa kamar. Harga kamarnya sendiri 300 rb per kamar diluar harga tiket yang sekitar 120 ribu an.
Tunggu punya tunggu, kapal baru berangkat jam 21.30. Tapi ndak papa sih, daripada sampai pulau buru masih gelap, mending agak siangan dikit.

Sepanjang perjalanan kapal, saya cuma tidur..habis laut tenang tanpa gelombang. Saya pasang alarm jam 02.00 pagi WIB, karena katanya bakal sampai Namlea sekitar jam itu.
Ya udah, alarm bunyi, dan saya siap siap beres beres barang untuk dibawa turun.

Kami ber empat, jadi saling bagi bagi barang, biar ndak pake porter.
Sampai Namlea sekitar jam 4 an pagi, masih gelap sekali.
Sambil nunggu jemputan, kami diam aja di kapal. Biar agak terang sedikit.

Setelah jemputan dateng, perjalanan kami lanjutkan ke arah barat, ke wilayah kecamatan Air Buaya. Sepanjang perjalanan masih gelap, hanya berhenti sebentar di suatu masjid, karena teman teman akan subuhan.

Sampai di tempat tujuan sudah jam 07.00 waktu setempat. waaaah...
lega...bisa gubrag bentar, walau di kapal tidur terus, tp tetep aja capek.Karena tidurnya sambil bersikap waspada terus.
Lha sambil bayangin.....yang ndak ndak....apalagi kita kan melewati laut seram, yang kalau musim barat, agak seram......

(bersambung)

Monday, March 12, 2012

males atau males

sudah lebih seminggu kembali ke Jakarta, tapi keinginan menulis cerita tentang perjalanan ke Pulau Buru tetap belum sempat tertuliskan.
entah ndak ada waktu, atau ndak ada kesempatan mikir mau nulis apa.
padahal begitu banyak cerita lho.....

mudah mudah an ada kesempatan......sayang kalau tidak sempat kutuangkan cerita ku...

Monday, January 16, 2012

Getting older...and older

44 tahun
ndak kerasa ya....
tahun demi tahun berlalu, tanpa ada tanda yang pasti
kecuali.... umur yang semakin bertambah
entah harus bersyukur atau menyesal...
bersyukur karena masih bisa melewati umur tersebut dengan keadaan yang pas pas an...
menyesal kenapa sudah berumur segini, kondisi nya masih pas pas an...
...
ironis memang..
tapi itulah hidup
entah...apakah itu sebuah pilihan...ataukah kewajiban....karena blue print hidup kita sudah tercetak...apakah ada dibawah garis merah, atau di atas garis merah...
....
jadi sampai seumur segini ini...
masih terlintas juga..
who am I?
I m nothing.....

Tuesday, November 29, 2011

Tarif Penterjemah

Gara gara mau dapat orderan kerjaan yang harus diterjemahkan dari bahasa indonesia ke bahasa inggris...jadilah saya berburu translator...
Bukan apa apa....sebenarnya pekerjaan sebelumnya pun saya yang kerjain sendirian...Namun melihat tumpukan kerjaan yang ada...rasanya ndak mampu deh kalau harus terjemahin tiga set buku dengan total kurang lebih 300 halaman..
Gubrag deh...kecuali saya ndak ada kerjaan lain..baru...ok ok aja
..
akhirnya lah saya cari tempat terjemahan..yang mana saya rada kurang yakin, apakah akan bagus hasil terjemahannya.
Ada satu kenalan saya..... yang biasa terjemahan untuk laporan laporan NGO internasional....kontaklah saya ke dia...
Huaaa.... gubrag kedua...... ratenya tinggi amat. Hitungannya per karakter....iya sih...memang standarnya sudah untuk kelas internasional...so..begitulah.
Budget proyek ndak masuk nih...

Akhirnyalah...kembali ke translator lokal yang saya yakin harus bisa menterjemahkan laporan tidak asal..karena ini dokumen penilaian...bukan surat menyurat biasa....
Tetep saja.... referensinya adalah teman yang dapat biasa menterjemahkan laporan bukan penterjemah biasa....apalagi penterjemah lewat Google translation...alamak!!!!