Sudah hampir dua bulan kesabaranku diuji oleh seseorang yang sangat saya pedulikan.
Sabar...sabar...
Saya jadi ingat, ada salah satu sahabat bilang, saya ini impulsif. Selalu bertindak atau berucap menurutkan kata hati. Bisa girang hanya karena satu hal kecil yang biasa saja. Dan bisa juga ngambek berhari hari karena hal yang biasa pula.
Tak bisa menyetel ekspresi agar nampak netral. Mengingat usia saya yang almost 45.
Begitukah?
Mungkin memang sudah saat nya saya lebih wise.... bisa mengerem ekspresi saya yang kadang selalu disertai emosi.
Untunglah... teman teman terdekat saya adalah orang orang yang cool yang dapat membuat saya berlaku agak mengerem ekspresi. Biar tidak terlalu blak blak an...
Jadi.... sekarang ini, saat saya sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil, harus mengedepankan sabar dan ikhlas.....
Deuuuh! sulitnya....
Saturday, July 21, 2012
Sendiri Menyusuri Kehidupan
Saya pikir, pada dasarnya orang itu hidup sendiri, begitu ia menginjakkan kaki pada usia dewasa. Saat dimana ia mulai bertanggung jawab pada hidupnya sendiri.
Entah dia dikelilingi oleh keluarga, sanak saudara, sahabat, teman teman dekat ataupun orang orang yang mencintai atau dicintai nya. Tetap saja dia hidup sendiri.
Mengapa?
Karena roda kehidupannya dia setir sendiri. Dia yang bertanggung jawab pada jalan hidupnya sendiri.
Sehingga tetap saja, ada rasa sendiri, saat dia dikelilingi banyak orang.
Terpekur. Merenung. Sendiri. Tanpa Arti.
Jadi tak perlu ragu, untuk menjadi sendiri dalam hidup ini. Yakinlah akan kemampuanmu dan kekuatanmu untuk dapat mengalahkan kesendirian itu.
Entah dia dikelilingi oleh keluarga, sanak saudara, sahabat, teman teman dekat ataupun orang orang yang mencintai atau dicintai nya. Tetap saja dia hidup sendiri.
Mengapa?
Karena roda kehidupannya dia setir sendiri. Dia yang bertanggung jawab pada jalan hidupnya sendiri.
Sehingga tetap saja, ada rasa sendiri, saat dia dikelilingi banyak orang.
Terpekur. Merenung. Sendiri. Tanpa Arti.
Jadi tak perlu ragu, untuk menjadi sendiri dalam hidup ini. Yakinlah akan kemampuanmu dan kekuatanmu untuk dapat mengalahkan kesendirian itu.
Labels:
sendiri
Monday, July 16, 2012
Liburanku adalah ....
Liburan dapat berbentuk macam macam bagi tiap sosok yang memerlukan liburan.....
Buatku, liburan adalah saat membaca novel tanpa henti dan tanpa gangguan siapapun...
Bangun tidur sesukaku, tanpa ada yang memaksaku untuk harus begini dan harus begitu...
Merdeka banget...
Begitu sederhana sebenernya liburanku.
Tanpa biaya...
Namun... ternyata tidak begitu dengan anak anak.
Buat anak anak, liburan adalah jalan jalan, karena sekolah itu berarti ndak bisa jalan jalan.
Jadi
berkompromilah aku dengan anak anak untuk definisi liburan kali ini.
Aku tetep bisa santai, namun anak anak juga bisa refreshing juga.
Caranya?
Pembagian jadwal. Kapan aku bisa baca buku sesukaku..tanpa gangguan berarti dari anak anak.
dan sisanya menemani anak anak liburan.
Adil kan?
Cukup adil buatku.
Akhirnya membaca ulang Senopati Pamungkas terlaksana, namun anak anak juga enjoy dengan liburan mereka.
Liburan kali ini anak anak tak ajak ke daerah solo dan sekitarnya. Entah kenapa sudah agak males ke yogya kali ini. Kemacetan menuju arah kota Yogya di beberapa spot dalam perjalanan menuju ke sana membuatku malas mengunjunginya. Apalagi kali ini aku hanya sendirian sebagai supir. Alhasil, kearah Solo dan sekitarnya membuatku lebih tertantang.
1. Menikmati ice cream di Restoran OEN merupakan hal yang sangat menggoda. Bentuk bangunan yang kuno membuatku ingin mengajak anak anak eksploring lebih lanjut tentang sesuatu yang berbau masa lalu.
Rasa es krim nya?? jangan salah. Sangat lezat. recommended one deh pokoknya.. Anak anak pasti suka, lha wong aku aja suka.....
Dalam perjalanan ke solo, sempat belok sebentar ke Bandungan karena ada sesuatu hal yang harus di drop. Buat si kecil, naik kuda saja sudah seru. Yang gede, menikmati hawa sejuk Bandungan sudah cukup asik.
Wisata ke kampung batik Kauman di Solo cukup seru buat ibu ibu tentunya, walau ndak kalah seru untuk anak anak, karena asik naik becak dari satu tempat jual batik ke tempat jual batik lainnya. Anak anak adalah binar air mata kehidupan kita. Jika mereka berbinar matanya, berbinar pula mata hidup kita.
Berhenti sejenak di Alun-alun utara, jalan kaki, bercanda, murah meriah. Namun anak anak menikmatinya. Itulah hidup yang sebenarnya.
Gasingan seharga 5 ribu rupiah pun jadi sesuatu yang mahal buat mereka. Hal baru yang selalu membuat anak anak tertarik. Seorang ibu yang menawarkan dengan ramah, meluruhkan perhatianku untuk berhenti sejenak. Bercanda dengan anak anak untuk try out dengan gasing masing masing.
5 ribu mungkin bagi sebagian orang tidak berarti apa apa, namun tidak hal nya dengan si ibu penjual gasing tersebut.
Bahkan kapal otok otok nya pun masih tetap ada, sejak aku kecil dulu sampai sekarang. Harganya sih murah, 10 ribu. Namun tetap saja, anak anak pengin. Walau sudah siap bakal tidak tahan lama permainan itu. Itulah gunanya Dugderan diadakan tiap tahun Memenuhi sensasi atas permainan permainan sesaat tersebut.
Komedi putar, tong setan dan teman temannya merupakan hal baru dalam acara dugderan. Dulu jaman aku kecil ndak ada tuh.
Dan perjalanan keluar kota pun dimulai. Sengaja pergi dengan tujuan nginep. Walau tujuan belum ditentukan mau ke arah mana.
Terinspirasi oleh perjalanan seorang teman LKers yang melakukan trip to Solo, tiba tiba jadi ingin mengajak anak anak ke sana. Sangiran, Candi Sukuh, Tawangmangu sepertinya menarik.
Ingatan masalalu tentang Telaga Sarangan menggodaku untuk pergi ke sana. Bayangan telaga yang luas masih tersimpan di memori ingatan. Walaupun sedikit kecewa waktu ke sana, karena kok sepertinya Telaga Sarangan itu ternyata kecil amat.
But, yang penting dalam hal ini adalah perjalanannya menuju ke sana. How we enjoy the proses!!!
Hah! liburan kali ini bener bener liburan. Asyik. Santai.
Ingin rasanya mengulanginya lagi tahun depan.
Liburan is about how to enjoy it. Not where we go...
Buatku, liburan adalah saat membaca novel tanpa henti dan tanpa gangguan siapapun...
Bangun tidur sesukaku, tanpa ada yang memaksaku untuk harus begini dan harus begitu...
Merdeka banget...
Begitu sederhana sebenernya liburanku.
Tanpa biaya...
Namun... ternyata tidak begitu dengan anak anak.
Buat anak anak, liburan adalah jalan jalan, karena sekolah itu berarti ndak bisa jalan jalan.
Jadi
berkompromilah aku dengan anak anak untuk definisi liburan kali ini.
Aku tetep bisa santai, namun anak anak juga bisa refreshing juga.
Caranya?
Pembagian jadwal. Kapan aku bisa baca buku sesukaku..tanpa gangguan berarti dari anak anak.
dan sisanya menemani anak anak liburan.
![]() |
| My favorite book |
Cukup adil buatku.
Akhirnya membaca ulang Senopati Pamungkas terlaksana, namun anak anak juga enjoy dengan liburan mereka.
Liburan kali ini anak anak tak ajak ke daerah solo dan sekitarnya. Entah kenapa sudah agak males ke yogya kali ini. Kemacetan menuju arah kota Yogya di beberapa spot dalam perjalanan menuju ke sana membuatku malas mengunjunginya. Apalagi kali ini aku hanya sendirian sebagai supir. Alhasil, kearah Solo dan sekitarnya membuatku lebih tertantang.
1. Menikmati ice cream di Restoran OEN merupakan hal yang sangat menggoda. Bentuk bangunan yang kuno membuatku ingin mengajak anak anak eksploring lebih lanjut tentang sesuatu yang berbau masa lalu.
Rasa es krim nya?? jangan salah. Sangat lezat. recommended one deh pokoknya.. Anak anak pasti suka, lha wong aku aja suka.....
| Es krim di OEN Restaurant Semarang |
Dalam perjalanan ke solo, sempat belok sebentar ke Bandungan karena ada sesuatu hal yang harus di drop. Buat si kecil, naik kuda saja sudah seru. Yang gede, menikmati hawa sejuk Bandungan sudah cukup asik.
Wisata ke kampung batik Kauman di Solo cukup seru buat ibu ibu tentunya, walau ndak kalah seru untuk anak anak, karena asik naik becak dari satu tempat jual batik ke tempat jual batik lainnya. Anak anak adalah binar air mata kehidupan kita. Jika mereka berbinar matanya, berbinar pula mata hidup kita.
KAMPOENG WISATA BATIK KAUMAN, SOLO
| Kampung Batik Kauman, Solo |
Berhenti sejenak di Alun-alun utara, jalan kaki, bercanda, murah meriah. Namun anak anak menikmatinya. Itulah hidup yang sebenarnya.
| Alun alun lor Solo |
Gasingan seharga 5 ribu rupiah pun jadi sesuatu yang mahal buat mereka. Hal baru yang selalu membuat anak anak tertarik. Seorang ibu yang menawarkan dengan ramah, meluruhkan perhatianku untuk berhenti sejenak. Bercanda dengan anak anak untuk try out dengan gasing masing masing.
5 ribu mungkin bagi sebagian orang tidak berarti apa apa, namun tidak hal nya dengan si ibu penjual gasing tersebut.
| Yuk beli gasingan |
DUGDERAN, Semarang
Dugderan, salah satu acara tradisi sebelum bulan puasa di Semarang, cukup menggelitikku untuk mampir. Walaupun aku tahu aku bakal tidak menemukan hal hal yang menarik di sana. Namun paling tidak, mengobati kerinduan masa lalu akan exciting nya Dugderan.Bahkan kapal otok otok nya pun masih tetap ada, sejak aku kecil dulu sampai sekarang. Harganya sih murah, 10 ribu. Namun tetap saja, anak anak pengin. Walau sudah siap bakal tidak tahan lama permainan itu. Itulah gunanya Dugderan diadakan tiap tahun Memenuhi sensasi atas permainan permainan sesaat tersebut.
Komedi putar, tong setan dan teman temannya merupakan hal baru dalam acara dugderan. Dulu jaman aku kecil ndak ada tuh.
Dan perjalanan keluar kota pun dimulai. Sengaja pergi dengan tujuan nginep. Walau tujuan belum ditentukan mau ke arah mana.
Terinspirasi oleh perjalanan seorang teman LKers yang melakukan trip to Solo, tiba tiba jadi ingin mengajak anak anak ke sana. Sangiran, Candi Sukuh, Tawangmangu sepertinya menarik.
Ingatan masalalu tentang Telaga Sarangan menggodaku untuk pergi ke sana. Bayangan telaga yang luas masih tersimpan di memori ingatan. Walaupun sedikit kecewa waktu ke sana, karena kok sepertinya Telaga Sarangan itu ternyata kecil amat.
But, yang penting dalam hal ini adalah perjalanannya menuju ke sana. How we enjoy the proses!!!
DINGIN DI CANDI SUKUH
| Candi yang menarik dan indah |
| Candi Sukuh nan eksoktis |
Telaga SARANGAN
| on the way to Sarangan, dan kabutpun mulai turun |
| satu putaran 40 ribu. mahal amat pak, padahal ndak ada 5 menit |
| Beautiful scenery Telaga Sarangan |
GROJOGAN SEWU, Tawangmangu
| Mbah ti (67 thn) dengan cucu cucunya, walau tertatih perlahan, namun sampai juga |
| Dilarang mendekat ke air terjun, tapi tergoda juga. |
| Garis batas dilanggar pula. |
Hah! liburan kali ini bener bener liburan. Asyik. Santai.
Ingin rasanya mengulanginya lagi tahun depan.
Liburan is about how to enjoy it. Not where we go...
Labels:
liburan sekolah akhir tahun
Friday, July 06, 2012
Si Mata Teduh 3
Tiba tiba saja, kesempatan itu datang.
Si Mata Teduh tiba tiba melintas di depannya.
Satu sapaan manis darinya membuat dirinya melambung.
Saling sapa pun terjadi. Membuat dirinya semakin mengenal si mata teduh.
Pembicaraan pribadi berlanjut lewat personal message.
Seolah olah terasa sudah mengenalnya bertahun tahun lewat.
Saling tanya dan jawab, saling tukar sapa, saling cerita semakin panjang dalam pesan pesan antara dirinya dan si mata teduh.
Dia merasa hari hari semakin indah. Sapaan tiap pagi tidak pernah lewat.
Senyum tiap pagi selalu membuat pelangi di hatinya.
Tiap hari.
Si Mata Teduh tiba tiba melintas di depannya.
Satu sapaan manis darinya membuat dirinya melambung.
Saling sapa pun terjadi. Membuat dirinya semakin mengenal si mata teduh.
Pembicaraan pribadi berlanjut lewat personal message.
Seolah olah terasa sudah mengenalnya bertahun tahun lewat.
Saling tanya dan jawab, saling tukar sapa, saling cerita semakin panjang dalam pesan pesan antara dirinya dan si mata teduh.
Dia merasa hari hari semakin indah. Sapaan tiap pagi tidak pernah lewat.
Senyum tiap pagi selalu membuat pelangi di hatinya.
Tiap hari.
Labels:
cerita bersambung,
fiksi,
si mata teduh
Sunday, July 01, 2012
Si Mata Teduh (2)
Kemarin dia lihat si mata teduh lagi.
Ingin dia memberanikan diri untuk menyapanya.
Namun, rasa kekhawatiran itu masih selalu ada.
Rasa tidak mengenalnya membuat takut akan datang anggapan tak berdasar dari dia.
Harus perlu alasan penting untuk bisa berkomunikasi dengannya, tanpa menimbulkan tanda tanya dari nya.
Apa ya??
Ia berpikir keras, mencari sesuatu hal yang dapat membuatnya berhubungan tulis dengan si mata teduh.
(bersambung)
Ingin dia memberanikan diri untuk menyapanya.
Namun, rasa kekhawatiran itu masih selalu ada.
Rasa tidak mengenalnya membuat takut akan datang anggapan tak berdasar dari dia.
Harus perlu alasan penting untuk bisa berkomunikasi dengannya, tanpa menimbulkan tanda tanya dari nya.
Apa ya??
Ia berpikir keras, mencari sesuatu hal yang dapat membuatnya berhubungan tulis dengan si mata teduh.
(bersambung)
Labels:
cerita bersambung,
fiksi,
si mata teduh
Subscribe to:
Posts (Atom)
