Kemarin, Sabtu tanggal 5 Juli 2014, dengan penuh kegembiraan sejak pagi sudah bersiap akan join di acara konser salam dua jari di GBK Senayan.
Harap-harap cemas dengan acara tersebut, karena saya tidak memiliki teman ke GBK, hanya berbekal informasi, kalau alumni kumpul di PS sebelum menuju GBK.
Begitu sampai meeting point, tak seorangpun saya kenal, namun membaca spanduk yang dipajang, inilah meeting point tersebut.
Ah, selintas wajah lewat, ya... saya ingat wajah tersebut, aha!.... saya sapa dia, hai sering di gelanggang kan, saya ingat sekali wajahmu, dan bertukar sapa lah kita, karena saya termasuk mahasiswa yang sering nongkrong di gelanggang dulu.
Lega, sudah ada satu teman, dan satu per satu saling berkenalan, sebagai sesama alumni. Cerah hari itu rasanya.
Kemudian kami bersama sama menuju GBK berjalan kaki berombongan. Wajah teman teman begitu gembira, seolah olah apa yang akan kita datangi ini akan memberikan kegembiraan dan kebahagiaan.
Saya sendiri, pribadi, merasakan kegembiraan, bisa ikut serta dalam event ini. Walaupun bertajuk konser musik, namun saya tahu, ada Jokowi di dalamnya, mau gak mau dibilang kampanye juga silakan. Ndak papa.
Wiiih.... tak pernah se exciting ini terhadap peristiwa politik di Indonesia. GOLPUT abis saya ini sejak jaman SMA partai cuma tiga itu. Baru kali ini dengan suka rela, bersama sama mereka masyarakat yang juga ingin menjadi bagian dari peristiwa bersejarah itu.
Dan, Duh Gusti, itu orang segitu banyaknya di GBK, entah apa yang dapat menggerakkan begitu banyak orang kemari. Magnet apa kah itu?.... ya.. aura kebaikan Jokowi menyebar ke seluruh pencintanya. Bersukarela menuju GBK. Mencatat sejarah. Berharap babak baru Indonesia lahir, setelah sejak tahun 1998 Indonesia tidak lebih baik dari jaman ORBA.
Besar harapan bertumpu pada Jokowi, kalau JK ya harap maklum, beliau sudah lanjut usia. Tetap mendukung sih, tapi kerja Jokowi kan jadi lebih besar porsinya nanti kalo jadi presiden.
sekarang ini, keyakinan penuh sebagian rakyat akan memilih jokowi, tinggal proses pemilihannya nanti. Ada banyak jalan menuju ke roma.
mudah mudahan pengamanan di TPS solid. walaupun tetap khawatir terhadap proses pemilihan di wilayah pedalaman, dimana transportasi minim dan jarak jauh. Tidak dipungkiri akan banyak hal yang terjadi dalam proses distribusi tersebut.
Akhirnya, semoga semesta mendukung kebaikan, kejujuran dan ketulusan sosok seorang Jokowi, seorang pekerja untuk rakyat Indonesia.
Jika akhirnya tidak tercapai pengharapan ini, Tetaplah sosok Jokowi akan ada di hati rakyat yang mencintainya.
Salam dua jari
Sunday, July 06, 2014
Monday, June 30, 2014
Tuesday, June 10, 2014
Ada doa di kertas kecil putih itu.
Hari ini, di sela sela ramainya postingan status di fesbuk tentang hasil debat capres dan cawapres semalam, ada satu postingan status teman yang membuatku langsung tersentuh dan terharu. Bikin menangis dalam hati, betapa benar sekali apa yang ditulisnya itu. Sementara tulisan yang lain begitu heboh dengan segala semangat memilih capres nomor 2.
Teman ini, Greg namanya, terkait kertas putih kecil yang dikantongi Jokowi saat debat semalam, dan ternyata berupa tulisan doa ibunda Jokowi untuk anaknya yang akan maju pilpres,...ia menulis begini,
"Dia hanya seorang anak yang lugu yang merasakan sebagian hidupnya penuh dg keprihatinan dan tahu artinya doa sbg bagian dari caranya bertahan hidup..
Seorang anak yang bila berada dalam situasi tidak menentu hanya mengingat satu nama..ibunya!
Ketabahan dan ketenangannya ada karena dia merasa damai dengan segenggam doa ibu terselip di dadanya...
Doa itu adalah juga doa ibu pertiwi untuknya!"
Menyentuh sangat ...!!
Teman ini, Greg namanya, terkait kertas putih kecil yang dikantongi Jokowi saat debat semalam, dan ternyata berupa tulisan doa ibunda Jokowi untuk anaknya yang akan maju pilpres,...ia menulis begini,
"Dia hanya seorang anak yang lugu yang merasakan sebagian hidupnya penuh dg keprihatinan dan tahu artinya doa sbg bagian dari caranya bertahan hidup..
Seorang anak yang bila berada dalam situasi tidak menentu hanya mengingat satu nama..ibunya!
Ketabahan dan ketenangannya ada karena dia merasa damai dengan segenggam doa ibu terselip di dadanya...
Doa itu adalah juga doa ibu pertiwi untuknya!"
Menyentuh sangat ...!!
Labels:
renungan
Sunday, June 08, 2014
Pemilihan Presiden 2014
Tak terasa sudah pilpres lagi tahun ini, setelah pilpres lima tahun lalu saya golput.
Tahun ini tidak akan golput, saya sudah punya pilihan sesuai hati nurani. Ya, dialah orangnya. Dia yang menyebarkan kebaikan, kerendahan hati, semangat kerja, dan sangat merakyat.
Berharap kebaikan itu menyebar dengan dukungan alam semesta. Diantara orang orang yang silap mata, dan menjadi pelupa semoga harapan saya terkabulkan.
Gusti memberkahi Indonesia!!!
Tahun ini tidak akan golput, saya sudah punya pilihan sesuai hati nurani. Ya, dialah orangnya. Dia yang menyebarkan kebaikan, kerendahan hati, semangat kerja, dan sangat merakyat.
Berharap kebaikan itu menyebar dengan dukungan alam semesta. Diantara orang orang yang silap mata, dan menjadi pelupa semoga harapan saya terkabulkan.
Gusti memberkahi Indonesia!!!
Tuesday, August 13, 2013
Kepergian Kris Biantoro
Sore tadi dapat informasi dari fb, Kris Biantoro meninggal dunia. Seniman serba bisa yang cukup lekat di hati orang orang seusiaku. Cukup populer di masa lalu.
Suaranya yang khas, dan empuk, membuat orang langsung tahu, bahwa itulah suara Kris Biantoro.
Beberapa kali sempat lihat aksinya jika di invis karaoke, kalau saya pilih lagu juwita malam, mesti ada gambar Kris Biantoro sebagai penyanyinya.
Sebenernya, ndak ada yang spesial untuk ditulis, kalau tidak karena bapak saya, sering dianggap mirip kris biantoro pada kala kala tertentu.
Jadilah, saya tulis tentang kris biantoro, karena bapak saya itu. Dulu, sebagai guru yang senang kesenian, bapak saya selalu didapuk menjadi bagian hiburan. Entah dari segi acara, ataupun paket kemasannya.
Hm....memang kadang kadang mirip, apalagi kalau lagi pake topi tino sidin nya...
Semoga Bapak saya tenang di alam sana, entah kenapa jadi inget beliau, gara gara Kris Biantoro meninggal.
semoga semoga semoga
Suaranya yang khas, dan empuk, membuat orang langsung tahu, bahwa itulah suara Kris Biantoro.
Beberapa kali sempat lihat aksinya jika di invis karaoke, kalau saya pilih lagu juwita malam, mesti ada gambar Kris Biantoro sebagai penyanyinya.
Sebenernya, ndak ada yang spesial untuk ditulis, kalau tidak karena bapak saya, sering dianggap mirip kris biantoro pada kala kala tertentu.
Jadilah, saya tulis tentang kris biantoro, karena bapak saya itu. Dulu, sebagai guru yang senang kesenian, bapak saya selalu didapuk menjadi bagian hiburan. Entah dari segi acara, ataupun paket kemasannya.
Hm....memang kadang kadang mirip, apalagi kalau lagi pake topi tino sidin nya...
Semoga Bapak saya tenang di alam sana, entah kenapa jadi inget beliau, gara gara Kris Biantoro meninggal.
semoga semoga semoga
Labels:
rerasan
Subscribe to:
Posts (Atom)









