ribut ribut MUI ....fatwa merokok itu haram???
komentar perokok berat adalah...
"gampang penyelesaiannya..... PINDAH AGAMA!!!!!!!!!"
hahahaha....
setuju!!!!!!!!!!!!!
Friday, August 22, 2008
Saturday, August 09, 2008
Near to death
Sebenarnya masih belum punya mood yang bagus untuk nulis lagi, malas. Ada yang mengganggu power supply otak saya... :)
Namun kejadian sebulan ini sedikit membuat saya terusik.
Sebulan ini, saya kehilangan 3 kenalan (perempuan) semua. Yang pertama, meninggal karena kecelakaan pesawat di bogor itu, yang kedua meninggal karena melahirkan (hari gini?? meninggal karena melahirkan... di Jakarta pula!), yang ketiga.. meninggal karena... entah tak diketahui sebab pastinya, karena masuk ke rs pagi, sore meninggal, dengan keluhan gondongen? ndak lah.. pasti ada komplikasi lainnya, cuma yang tersebar cuma itu.
Ketiga tiganya... seumuran saya....
Hhhh.... ketiga tiganya pula, masih memiliki anak yang kecil kecil...
Yang keempat, sepupu seumuran saya meninggal karena kecelakaan kerja.
...
Saya tidak habis mengerti, betapa rahasia Tuhan akan kematian seseorang begitu tidak jelas.
Setiap kali orang hanya bilang, ya memang sudah takdirnya....
Komplain?? Mau dikomplain proses kematiannya pun tidak akan dapat membuka rahasia kematian itu sendiri.
....
Dalam minggu ini, salah satu sahabat paling dekat dan saya sayangi... mengabari bahwa dia didiagnosa pra cancer cervix (entah benar or salah istilah itu).... dan dokter menyarankan untuk diambil rahimnya..
Saya... kaget, namun.. dengan tenang saya sarankan untuk mempertimbangkan benar langkah langkah yang akan diambil kemudian.... (padahal saya sendiri rada khawatir..)
...
Iya, saya rada khawatir.. karena berkali kali.. saya diminta test pap-smear.. saya ogah ogahan... bukan apa apa.. sejujurnya.. saya takut.
Takut sekali.. kalau test tersebut mengabarkan hasil yang tidak menyenangkan..
Dan, akibatnya saya stress... dan kemudian semua penyakit keluar karena stress tersebut...
...
Saya selalu berkilah... ah... kalau saya mati.. saya ndak ingin merepotkan keluarga... jadi kalau mau mati.. ya mati aja.. gitu.
Apa yang terjadi pada teman saya, tidak membuat saya ingin buru buru test pap smear.. namun malah semakin takut...
takut kalo divonis ada apa apa.. takut kalau harus begini begitu...
takut menghadapi kematian???? entahlah.. takut sih ndak. kalau mau mati.. ya mati aja..
tapi... sptnya mulai sekarang harus mempersiapkan bekal yang baik untuk anak anak...
Persiapan kalau terjadi apa apa ditengah perjalanan kehidupan..
Jadi seperti diingatkan, betapa banyak kewajiban yang harus dilakukan dan dipenuhi....
Tuhan memang menguasai hidup kita. Tanpa tedeng aling aling. Entah itu mati karena sakit, kecelakaan, bunuh diri, dibunuh atau dihukum mati????
Tidak akan bisa kita mengutak utik rahasia dan takdir yang telah ditentukan Tuhan.
Namun kejadian sebulan ini sedikit membuat saya terusik.
Sebulan ini, saya kehilangan 3 kenalan (perempuan) semua. Yang pertama, meninggal karena kecelakaan pesawat di bogor itu, yang kedua meninggal karena melahirkan (hari gini?? meninggal karena melahirkan... di Jakarta pula!), yang ketiga.. meninggal karena... entah tak diketahui sebab pastinya, karena masuk ke rs pagi, sore meninggal, dengan keluhan gondongen? ndak lah.. pasti ada komplikasi lainnya, cuma yang tersebar cuma itu.
Ketiga tiganya... seumuran saya....
Hhhh.... ketiga tiganya pula, masih memiliki anak yang kecil kecil...
Yang keempat, sepupu seumuran saya meninggal karena kecelakaan kerja.
...
Saya tidak habis mengerti, betapa rahasia Tuhan akan kematian seseorang begitu tidak jelas.
Setiap kali orang hanya bilang, ya memang sudah takdirnya....
Komplain?? Mau dikomplain proses kematiannya pun tidak akan dapat membuka rahasia kematian itu sendiri.
....
Dalam minggu ini, salah satu sahabat paling dekat dan saya sayangi... mengabari bahwa dia didiagnosa pra cancer cervix (entah benar or salah istilah itu).... dan dokter menyarankan untuk diambil rahimnya..
Saya... kaget, namun.. dengan tenang saya sarankan untuk mempertimbangkan benar langkah langkah yang akan diambil kemudian.... (padahal saya sendiri rada khawatir..)
...
Iya, saya rada khawatir.. karena berkali kali.. saya diminta test pap-smear.. saya ogah ogahan... bukan apa apa.. sejujurnya.. saya takut.
Takut sekali.. kalau test tersebut mengabarkan hasil yang tidak menyenangkan..
Dan, akibatnya saya stress... dan kemudian semua penyakit keluar karena stress tersebut...
...
Saya selalu berkilah... ah... kalau saya mati.. saya ndak ingin merepotkan keluarga... jadi kalau mau mati.. ya mati aja.. gitu.
Apa yang terjadi pada teman saya, tidak membuat saya ingin buru buru test pap smear.. namun malah semakin takut...
takut kalo divonis ada apa apa.. takut kalau harus begini begitu...
takut menghadapi kematian???? entahlah.. takut sih ndak. kalau mau mati.. ya mati aja..
tapi... sptnya mulai sekarang harus mempersiapkan bekal yang baik untuk anak anak...
Persiapan kalau terjadi apa apa ditengah perjalanan kehidupan..
Jadi seperti diingatkan, betapa banyak kewajiban yang harus dilakukan dan dipenuhi....
Tuhan memang menguasai hidup kita. Tanpa tedeng aling aling. Entah itu mati karena sakit, kecelakaan, bunuh diri, dibunuh atau dihukum mati????
Tidak akan bisa kita mengutak utik rahasia dan takdir yang telah ditentukan Tuhan.
Labels:
sendiri
Thursday, July 24, 2008
Friday, July 18, 2008
Legal atau ilegal???
Rame rame penerimaan siswa baru sudah selesai, baik untuk tingkat SMP maupun SMA. Dan saat ini sudah seminggu anak anak masuk sekolah di tahun ajaran yang baru.
Si sulung sudah bersekolah di SMP X yang walaupun tidak favorit banget namun termasuk sekolah SSN dan rata rata kelulusan UAN sekolah tersebut termasuk sepuluh besar SMP negeri DKI.
Jadi paling tidak.. output yang saya harapkan dari sekolah tersebut untuk nanti dia masuk SMA yang bagus masih ada harapan.
Namun rame rame tersebut.. yang katanya fair ... ternyata masih dapat menyisakan tanda tanya....
Saya sendiri.. menyadari... walaupun mau bagaimanapun...menyadari bahwa uang, kedudukan dan power masih merupakan alat yang tetap dapat berbicara dan mengubah keadaan yang seharusnya sudah baku.
Di area saya ada beberapa sekolah unggulan... biasanya jadi incaran anak anak SD yang merasa mampu dalam bidang akademik....
Dengan proses PSB yang kemarin.. dapat dilihat di internet.. siapa siapa saja diterima sekolah sekolah mana saja..
Jadi.. anak anak tahu.. temannya diterima di sekolah mana.. dan siapa yang ndak diterima di sekolah tersebut.... karena dari nomor ujian dapat ditelusuri.. pilihan sekolah anak tersebut mana saja...
Dengan kondisi tersebut.. sudah barang tentu.. anak anak ini tahu.. nanti pas masuk sekolah akan ketemu siapa saja bekas teman SD nya...yang bareng bareng satu SMP
Namun .. ternyata.. masih ada power di luar sistem yang membuat seseorang dapat memasukkan anaknya yang tidak diterima di sekolah unggulan.. namun bisa muncul saat ajaran baru dimulai di sekolah tersebut.
Aneh kan???
Kalau saya telusuri... apa yang menyebabkan hal tersebut??? apakah anaknya yang ingin memaksa masuk ke sekolah tersebut.. atau... orang tuanya????
Dalam konteks tersebut.. sepertinya orang tuanyalah yang memaksakan anak untuk dapat masuk ke sekolah unggulan... walaupun harus membayar puluhan juta sekalipun!!!
bahkan, ada teman saya sampai sakit gara gara stress anaknya yang nilai UASBNnya menurut dia sudah sangat tinggi, tidak dapat masuk SMP Negeri nomer 1 di salah satu kota di Jawa Timur. dia tidak bisa terima anaknya hanya sekolah di SMP nomor 2 di sana.
Jadi jelas lah.... bahwa orang tua kadang tidak dapat menerima dengan sadar dan memakai akal sehat mereka, hanya prestise anaknya sekolah di sekolah paling favorit yang ada di pikiran mereka.
Sehingga dengan segala cara dicapailah tujuan tersebut.
Bagaimana dengan si Anak???? apakah dia tidak terbersit di benaknya bahwa jika dia tetep masuk.. akan menimbulkan pertanyaan pada teman temannya yang tahu lewat pengumuman di internet bahwa dia seharusnya tidak masuk di sekolah tersebut????
Dalam konteks tersebut... saya sudah dapat jawabannya...
Ada anak yang bisanya cuma menurut apa kemauan orang tua... Namun ada anak yang sudah dapat mengerti bahwa hal tersebut tidak benar... sehingga dia menolak.
Beberapa situasi yang saya ceritakan di bawah ini adalah nyata, tanpa rekayasa, kecuali sebutan SMP negeri berapa yang tidak saya tulis nanti dikira mendiskreditkan.
Cerita 1
Seorang ibu bercerita pada saya bahwa dia sempat menawarkan anaknya untuk masuk ke smp favorit tersebut setelah dia tahu caranya dan harus bayar berapa...... dan jawaban si anak???:..."ITU LEGAL ATAU ILEGAL MAH... KALAU ILEGAL AKU NDAK MAU... AKU TETEP DI SMP INI AJA YANG AKU DITERIMA BENAR BENAR".
Cerita 2
Ibu yang lain bercerita.. bahwa dia sempat ingin cari cari info bagaimana untuk memasukkan anaknya ke smp favorit tersebut, si anak yang mendengar langsung protes..." SUDAH MAH.. NDAK USAH LIHAT LIHAT LAGI.. AKU SUDAH SUKA DI SMP ITU.. JANGAN DISURUH PINDAH PINDAH... LAGIAN APA KATA TEMAN TEMAN, MEREKA KAN TAHU KALAU AKU TIDAK MASUK DI SMP FAVORIT ITU.. TAPI DI SMP INI..."
Cerita 3
Saya bercerita pada si sulung, bahwa temannya si X dan si Y jadinya masuk sekolah favorit itu. Dan komentar si sulung adalah..."LHO.. KOK BISA.. KAN KEMARIN DI INTERNET NDAK ADA, LAGIAN NILAI DIA KAN LEBIH RENDAH DARI AKU... GIMANA CARANYA ITU? COBA BUKA INTERNET BUK.. AKU MAU LIHAT MEMANGNYA NAMANYA ADA DI PENGUMUMAN SMP FAVORIT ITU??''.
...

Mendengar ada anak anak yang masih berespon positif itu.. saya senang dan lega. Ada anak anak kecil yang sudah tahu.. MANA LEGAL DAN MANA ILEGAL. Mana yang seharusnya dia lakukan dan yang tidak seharusnya dia lakukan.
Semoga anak anak seperti itulah yang akan jadi pengurus bangsa ini. Bukan anak anak yang lain yang mau dan sadar melakukan hal hal ilegal hanya demi prestise orang tuanya.
Si sulung sudah bersekolah di SMP X yang walaupun tidak favorit banget namun termasuk sekolah SSN dan rata rata kelulusan UAN sekolah tersebut termasuk sepuluh besar SMP negeri DKI.
Jadi paling tidak.. output yang saya harapkan dari sekolah tersebut untuk nanti dia masuk SMA yang bagus masih ada harapan.
Namun rame rame tersebut.. yang katanya fair ... ternyata masih dapat menyisakan tanda tanya....
Saya sendiri.. menyadari... walaupun mau bagaimanapun...menyadari bahwa uang, kedudukan dan power masih merupakan alat yang tetap dapat berbicara dan mengubah keadaan yang seharusnya sudah baku.
Di area saya ada beberapa sekolah unggulan... biasanya jadi incaran anak anak SD yang merasa mampu dalam bidang akademik....
Dengan proses PSB yang kemarin.. dapat dilihat di internet.. siapa siapa saja diterima sekolah sekolah mana saja..
Jadi.. anak anak tahu.. temannya diterima di sekolah mana.. dan siapa yang ndak diterima di sekolah tersebut.... karena dari nomor ujian dapat ditelusuri.. pilihan sekolah anak tersebut mana saja...
Dengan kondisi tersebut.. sudah barang tentu.. anak anak ini tahu.. nanti pas masuk sekolah akan ketemu siapa saja bekas teman SD nya...yang bareng bareng satu SMP
Namun .. ternyata.. masih ada power di luar sistem yang membuat seseorang dapat memasukkan anaknya yang tidak diterima di sekolah unggulan.. namun bisa muncul saat ajaran baru dimulai di sekolah tersebut.
Aneh kan???
Kalau saya telusuri... apa yang menyebabkan hal tersebut??? apakah anaknya yang ingin memaksa masuk ke sekolah tersebut.. atau... orang tuanya????
Dalam konteks tersebut.. sepertinya orang tuanyalah yang memaksakan anak untuk dapat masuk ke sekolah unggulan... walaupun harus membayar puluhan juta sekalipun!!!
bahkan, ada teman saya sampai sakit gara gara stress anaknya yang nilai UASBNnya menurut dia sudah sangat tinggi, tidak dapat masuk SMP Negeri nomer 1 di salah satu kota di Jawa Timur. dia tidak bisa terima anaknya hanya sekolah di SMP nomor 2 di sana.
Jadi jelas lah.... bahwa orang tua kadang tidak dapat menerima dengan sadar dan memakai akal sehat mereka, hanya prestise anaknya sekolah di sekolah paling favorit yang ada di pikiran mereka.
Sehingga dengan segala cara dicapailah tujuan tersebut.
Bagaimana dengan si Anak???? apakah dia tidak terbersit di benaknya bahwa jika dia tetep masuk.. akan menimbulkan pertanyaan pada teman temannya yang tahu lewat pengumuman di internet bahwa dia seharusnya tidak masuk di sekolah tersebut????
Dalam konteks tersebut... saya sudah dapat jawabannya...
Ada anak yang bisanya cuma menurut apa kemauan orang tua... Namun ada anak yang sudah dapat mengerti bahwa hal tersebut tidak benar... sehingga dia menolak.
Beberapa situasi yang saya ceritakan di bawah ini adalah nyata, tanpa rekayasa, kecuali sebutan SMP negeri berapa yang tidak saya tulis nanti dikira mendiskreditkan.
Cerita 1
Seorang ibu bercerita pada saya bahwa dia sempat menawarkan anaknya untuk masuk ke smp favorit tersebut setelah dia tahu caranya dan harus bayar berapa...... dan jawaban si anak???:..."ITU LEGAL ATAU ILEGAL MAH... KALAU ILEGAL AKU NDAK MAU... AKU TETEP DI SMP INI AJA YANG AKU DITERIMA BENAR BENAR".
Cerita 2
Ibu yang lain bercerita.. bahwa dia sempat ingin cari cari info bagaimana untuk memasukkan anaknya ke smp favorit tersebut, si anak yang mendengar langsung protes..." SUDAH MAH.. NDAK USAH LIHAT LIHAT LAGI.. AKU SUDAH SUKA DI SMP ITU.. JANGAN DISURUH PINDAH PINDAH... LAGIAN APA KATA TEMAN TEMAN, MEREKA KAN TAHU KALAU AKU TIDAK MASUK DI SMP FAVORIT ITU.. TAPI DI SMP INI..."
Cerita 3
Saya bercerita pada si sulung, bahwa temannya si X dan si Y jadinya masuk sekolah favorit itu. Dan komentar si sulung adalah..."LHO.. KOK BISA.. KAN KEMARIN DI INTERNET NDAK ADA, LAGIAN NILAI DIA KAN LEBIH RENDAH DARI AKU... GIMANA CARANYA ITU? COBA BUKA INTERNET BUK.. AKU MAU LIHAT MEMANGNYA NAMANYA ADA DI PENGUMUMAN SMP FAVORIT ITU??''.
...

Mendengar ada anak anak yang masih berespon positif itu.. saya senang dan lega. Ada anak anak kecil yang sudah tahu.. MANA LEGAL DAN MANA ILEGAL. Mana yang seharusnya dia lakukan dan yang tidak seharusnya dia lakukan.
Semoga anak anak seperti itulah yang akan jadi pengurus bangsa ini. Bukan anak anak yang lain yang mau dan sadar melakukan hal hal ilegal hanya demi prestise orang tuanya.
Labels:
renungan
Tuesday, July 15, 2008
A FRIEND
A friend is someone who is concerned with everything you do
A friend is someone who is concerned with everything you think
A friend is someone to call upon during good times
A friend is someone to call upon during bad times
A friend is someone who understands whatever you do
A friend is someone who tells you the truth about yourself
A friend is someone who knows what you are going through at all times
A friend is someone who refuses to listen to gossip about you
A friend is someone who supports you at all times
A friend is someone who does not compete with you
A friend is someone who is genuinely happy for you when things go well
A friend is someone who tries to cheer you up when things do not go well
A friend is an extension of yourself without which you are not complete
(dari blog nana)
and now.. i was wondering... who is my really friends? are there my friends in my real life?
do i have a really friend right now?
A friend is someone who is concerned with everything you think
A friend is someone to call upon during good times
A friend is someone to call upon during bad times
A friend is someone who understands whatever you do
A friend is someone who tells you the truth about yourself
A friend is someone who knows what you are going through at all times
A friend is someone who refuses to listen to gossip about you
A friend is someone who supports you at all times
A friend is someone who does not compete with you
A friend is someone who is genuinely happy for you when things go well
A friend is someone who tries to cheer you up when things do not go well
A friend is an extension of yourself without which you are not complete
(dari blog nana)
and now.. i was wondering... who is my really friends? are there my friends in my real life?
do i have a really friend right now?
Labels:
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)
