Tuesday, September 08, 2009

Reuni... oh reuni....

Entah aku yang kurang kerjaan, atau aku yang kelincahan. Wong ya kerjaan masih sak hohah, tp kok ya sempetnya ikut ngurus reuni ini... reuni itu...
pusiiiiing

Ini gara gara fesbuk,. ...... dunia jadi sejauh jarak mata dan layar monitor...
Semua bisa dikumpulin, dipanggil, dihandle lewat keyboard dan mouse...

hhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!
mudah mudah an kualitas kerja ku tidak jadi lebih berkurang dibanding dengan sebelum aku join fesbuk ya.....

Wednesday, September 02, 2009

Warung Kopi di Pontianak (Pontianak - 3)

Ada yang cukup menarik perhatian saya setelah beberapa kali pergi dan tinggal di pontianak untuk beberapa saat. Warung kopinya. Iya, warung kopi yang bertebaran di seluruh penjuru kota memberikan ciri khas sendiri di kota itu. Tadinya, saya berharap warung kopi tersebut akan memiliki fasilitas cafe spt di Jakarta. Namun, ternyata yang namanya warung kopi, ya bener bener warung kopi. Di jalan Gajah Mada, tempat saya menginap, entah ada berapa warung kopi, yang pasti jika dihitung dengan jari, seluruh jari kaki dan tangan saya tidak cukup untuk menghitungnya.

Warung kopi di sini sudah buka mulai pagi, sekitar jam 9 pagi. Dan akan tutup sampai lewat tengah malam. Tempat tersebut hanya menjual kopi, kopi susu dan teh. Tidak ada jenis minuman lain. Makanan kecil??? jangan harap. Rata-rata satu cangkir kopi seharga Rp.3.000,-. Kopinya.. cukup enak. Ya paling ndak.. ndak banyak campuran jagungnya.. Masih cukup bisa dinikmati.
Tadinya, saya pikir jika siang siang warung kopi itu akan sepi pengunjung. Namun, perkiraan saya ternyata meleset. Dari pagi, siang dan sore, tetap ada saja yang nongkrong di warung-warung kopi tersebut. Dan jangan tanya jika malam hari, penuhnya itu warung kopi.
Saya lihat, pengunjung memang hanya pesan kopi, ngobrol, berkelompok satu meja. Entah apa yang mereka bicarakan, namun tetep saja saya masih belum bisa mengerti, apa asiknya nongkrong di warung kopi di siang hari bolong begitu.
Lain halnya jika kita nongkrong di warung kopi ala cafe di mal mal, ber AC kan, ndak panas, lihat lalulalang orang orang cantik.
Lha ini, warung kopi dipinggir jalan, panas, berdebu dan....... berkeringat...hahaha

Suatu hari di hari libur, saat saya dan teman saya kebingungan mau ngapain karena hari itu tanggal merah, saya iseng iseng ngajak nongkrong di warung kopi jam 9 pagi.
Dan hasilnya,.......... okeee juga. Beli kopi satu cangkir, bawa satu koran, bawa satu kantong kue kering, nongkronglah kita di warung kopi itu selama 3 jam. wakakakakak!!! Hanya menghabiskan 6 ribu rupiah!
Wah, berapa puluh ribu harus kita habiskan jika ingin nongkrong begini di cafe di Jakarta.
Saya lihat beberapa meja yang terisi, semua berisi orang orang yang saling berbicara satu sama lain, entah diskusi, entah ngegosip entah hanya ber haha hehe... namun yang nongkrong dan baca koran hanya saya berdua teman saya.

Di kali lain, saat saya dengan sengaja mengelilingi kota Pontianak dengan menggunakan kendaraan umum sekitar pukul 1 or 2 siang, saya menemukan banyak warung kopi lain yang ukurannya lebih kecil dari warung warung kopi di jalan Gajah Mada. Dan, di siang bolong seperti itu pun, ternyata ada juga pengunjung warung-warung kopi tersebut. Ada yang berseragam, ada yang lain.
Tidak ada bedanya dengan pagi dan malam hari.
Mayoritas penduduk kota Pontiana, tercermin dari pengunjung warung warung kopi tersebut. Banyak penongkrong warung kopi adalah orang orang Cina, yang sangat akan mustahil kita temukan mereka akan bersedia nongkron di warung kopi pinggir jalan di kota Jakarta, Semarang dan kota kota besar lainnya.

Uniknya lagi, penyajian secangkir kopi di tempat tersebut ditemani oleh sendok bebek logam. Waow!! biasa menyruput kopi dari sendok teh sedikit demi sedikit, jadi menyruput kopi dari sendok bebek. Hihihii!

Friday, August 21, 2009

Pontianak (2)

Baru balik, setelah hampir dua minggu ke kabupaten Ketapang di wilayah Kalbar.
Wah.............
So many stories..
just wait and see...
foto foto??? ada juga, walau dikit. tapi cukup buat obat lelah karena ndak sempat dapat gambar bagus waktu ke sini pertama kali dulu...
...
jadi.....
sabar ya... tak ngerjain kerjaan lainnya dulu.. sambil jalan pasti cerita tentang pontianak dan teman temannya saya tulis

Sunday, August 09, 2009

Akhirnya,.. pergi juga

Pukul 5 pagi...hp berdering....
saya lihat,.. sudah ada 5 miskol, dan ternyata semua dari rumah.
Saya telpon balik, ternyata saya diminta segera pulang ke semarang.
Saya tanya, ada apa...
kata suami saya, sudah langsung pulang saja...

Feeling saya mengatakan, ini pasti berhubungan dengan kondisi ayah saya yang memang sudah sepuh dan dalam keaadaan tidak sehat karena diabet yang menyiksanya beberapa tahun terakhir ini.
Dan... langsung saya berkemas, packing baju, lapor ketua tim untuk minta ijin satu dua hari, untuk pulang ke semarang karena kepergian ayah saya dari dunia fana ini.
...
Sedih?...
pastilah sedih...
tp entah kenapa, saya sudah merasa siap, bahkan sejak saya tahu ayah saya terkena glukoma bberapa tahun terakhir ini.
glukoma nya membikin ayah saya semakin tertekan, karena satu satunya hobby dan kesenengannya selama hidup jadi terputus.
Ya.. travellinglah yang membuat hidupnya berwarna dan masih penuh semangat walaupun sudah pensiun...
...
Begitu satu satunya kesenengannya sudah tidak dapat dilakukan lagi, saya melihat semangat hidupnya jadi turun drastis, diikuti turunnya kondisi fisik.
hmmm
saya sudah siap, bahwa pastilah beliau akan pergi, apalagi usia yang sudah menua...
...
Dan pergilah beliau pada hari Jumat lalu...
kata suami saya yang menenangkan saya karena saya tidak dapat melihat ayah saya saat dikebumikan, gara gara kabut asap di pontianak yang membuat pesawat tidak berani terbang maupun mendarat,... adalah
"bapak sudah tenang, meninggal pada hari Jumat membuatnya tidak mengalami siksa kubur"...
wallahu alam..
Semoga arwahnya tenang...
Diampuni segala dosa-dosanya selama ini...

Menjadikan aku sadar, betapa tidak banyak yang aku lakukan untuk beliau selama ini.

Saturday, August 01, 2009

Pontianak (1)

Hmm baru kemarin saya pulang dari Pontianak, setelah 4 hari tinggal di sana.
Sepanjang perjalanan pulang saya mikir, heran, baru sekali ini saya pergi ke luar kota, tanpa punya oleh oleh satupun gambar.
Entah kenapa mood saya tidak dapat diajak berburu gambar bagus kali ini. Terlalu sekali ya???
Biasanya naluri saya kluyuran selalu ada, di tengah tengah sibuknya jadwal. Tapi entah kenapa, saya merasa kurang bisa bersahabat dengan kota ini.

Coba minggu depan deh, saat saya ke sini lagi, moga moga mood saya mencari obyek bagus tidak tumpul.