Memutuskan sesuatu hal yang berkaitan dengan perasaan itu gampang gampang sulit.
Bisa jadi gampang, karena urusan rasa kadang bisa kita abaikan. Selalu kepikiran kehidupan ini sudah sulit, jangan ditambahi lagi dengan masalah rasa.
Bisa jadi sulit, karena urusan rasa inilah yang kadang mewarnai hidup kita.
Hidup bisa jadi terlihat indah, walau sedang dalam keadaan sulit.
Jadi, saat memutuskan sesuatu yang terkait dengan rasa, masalah keseimbangan hidup harus dipikirkan baik baik. Apakah pengaruhnya akan besar atau kecil atau bahkan tidak berdampak apa apa dalam kehidupan kita.
Jika memang sudah ditimbang baik baik, barulah keputusan itu akan benar benar jadi hasil akhir yang dapat kita lewati bersamaan dengan kita melewati hidup
Thursday, November 22, 2012
Thursday, November 01, 2012
Rencana Konser Rakyat Leo Kristi bulan Desember 2012
Konser tanggal 15 Desember 2012
Title: "BULAN SEPARUH BAYANG"
Lokasi di Gazebo Cafe Jalan Kunir no. 5 , Kota Tua, Jakarta (depan Museum Fatahillah)
Jam 19.00 WIB
Lokasi direvisi karena force majeur....
tadinya didalam museum fatahilah, sekarang di cafe gazebo, di depan museum fatahillah...
hmmmm
Mudah-mudahan bisa terealisir dengan lancar.
Siapa bilang tidak kurindu
Kurindu juga tetapi jauh
Labels:
berbagi informasi
Monday, October 22, 2012
Waktu, Tutur Kata dan Kesempatan
Katanya ada 3 hal dalam hidup ini yang gak pernah kembali, yaitu waktu yang kita telah lalui, perkataan yang kita ucapkan dan kesempatan.
Ketiganya menjadi unsur pembentuk diri kita sekarang ini.
Namun 3 hal yang tak pernah kembali itu juga bukanlah harga yang mati sebab toh mereka akan datang lagi dimasa mendatang, waktu yang akan datang, perkataan yang akan kita ucapkan dan kesempatan yang akan kita ciptakan....
Labels:
renungan
Thursday, October 18, 2012
Worried
Ada kekhawatiran yang amat sangat, saat kita sudah tahu bahwa kita akan melangkah masuk ke area "TIDAK PASTI", karena kepastian yang ada telah tercerabut dari akarnya.
Bagaimana kita akan melangkah lebih jauh?. Apakah langkah kita tepat? Kemana kita akan melangkah? itu jadi gangguan pikiran yang terus menerus datang saat zona nyaman akan kita tinggalkan.
Kita memang selalu berusaha agar dapat menyamankan hidup kita yang hanya singkat ini. Namun, bagaimanakah jika zona nyaman itu tidak selalu ada. Adalah kewajiban kita untuk membuat kita dan orang orang yang kita cintai selalu ada dalam zona nyaman. Walaupun dengan standard yang berbeda beda setiap periode. Zona nyaman saat ini, bisa jadi berbeda dengan zona nyaman sebulan lagi, atau setahun lagi, atau bahkan minggu depan.
Kekhawatiran selalu membayangi hal hal yang penuh ketidakpastian.
Semoga semua berjalan sebagaimana seharusnya hal hal itu berjalan.
Bagaimana kita akan melangkah lebih jauh?. Apakah langkah kita tepat? Kemana kita akan melangkah? itu jadi gangguan pikiran yang terus menerus datang saat zona nyaman akan kita tinggalkan.
Kita memang selalu berusaha agar dapat menyamankan hidup kita yang hanya singkat ini. Namun, bagaimanakah jika zona nyaman itu tidak selalu ada. Adalah kewajiban kita untuk membuat kita dan orang orang yang kita cintai selalu ada dalam zona nyaman. Walaupun dengan standard yang berbeda beda setiap periode. Zona nyaman saat ini, bisa jadi berbeda dengan zona nyaman sebulan lagi, atau setahun lagi, atau bahkan minggu depan.
Kekhawatiran selalu membayangi hal hal yang penuh ketidakpastian.
Semoga semua berjalan sebagaimana seharusnya hal hal itu berjalan.
Labels:
renungan
Saturday, October 13, 2012
Kok masih mboys aja sih?
Gaya tampilan saya yang mengutamakan kenyamanan, ternyata mengundang tanya beberapa teman lain.
Berbaju atasan yang agak longgar, bercelana jeans, bersepatu kets, ber tas backpack. Menurut saya, ndak ada yang aneh dengan penampilan tersebut.
Cuma akan jadi aneh saat ditanya, berapa jumlah anaknya dan umur anaknya berapa.
Iya. Benar. Begitu tahu umur si sulung, mereka langsung ber respon, wih... anaknya dah gede, tapi kok kamu masih mboys aja, a.k.a. tomboy.
Sampai disitu, saya langsung merasa minder, dan merasa sedikir bersalah dengan penampilan saya. Apakah ndak boleh? orang bergaya mboys?... toh kenyamanan saya berpakaian kan urusan saya sendiri. Mengapa jadi terlihat aneh bagi orang lain. Apakah perempuan seumuran saya, ndak boleh bergaya nyaman?... toh saya ndak pake daster ini..wkwkwk.
Whatever. Terserah apa kata orang deh. Kalau saya masih pede aja dengan gaya saya, why not? ya tak??
Berbaju atasan yang agak longgar, bercelana jeans, bersepatu kets, ber tas backpack. Menurut saya, ndak ada yang aneh dengan penampilan tersebut.
Cuma akan jadi aneh saat ditanya, berapa jumlah anaknya dan umur anaknya berapa.
Iya. Benar. Begitu tahu umur si sulung, mereka langsung ber respon, wih... anaknya dah gede, tapi kok kamu masih mboys aja, a.k.a. tomboy.
Sampai disitu, saya langsung merasa minder, dan merasa sedikir bersalah dengan penampilan saya. Apakah ndak boleh? orang bergaya mboys?... toh kenyamanan saya berpakaian kan urusan saya sendiri. Mengapa jadi terlihat aneh bagi orang lain. Apakah perempuan seumuran saya, ndak boleh bergaya nyaman?... toh saya ndak pake daster ini..wkwkwk.
Whatever. Terserah apa kata orang deh. Kalau saya masih pede aja dengan gaya saya, why not? ya tak??
Labels:
rerasan
Subscribe to:
Posts (Atom)
