Monday, January 21, 2013
Batu Bacan
Tadinya, saya pikir, yang namanya batu bacan itu bakal banyak saya temui di Pulau Bacan. Jadi, sebagai penggemar batu batu indah, saya senang sekali waktu harus bertugas ke Pulau Bacan. Membayangkan bakal bisa dapet banyak batu bacan dengan harga terjangkau. Mengingat pengalaman tahun lalu, ketemu penjual batu bacan di Ternate, harganya mencekik leher. Saya ingat sekali, satu batu bacan yang saya suka dengan amat sangat harganya tidak boleh kurang dari 400 ribu. Memang sih saya mampu membeli membelinya pada waktu itu.. namun kok ya.... terlalu banget...400 ribu hanya untuk sebutir batu kecil .... wow banget itu.... Jadi saya putuskan untuk tidak membelinya. Benda itu masih jadi kebutuhan tersier level ke 10.
Jadi, saat dapat kabar harus ke pulau Bacan, bayangan saya sudah yang ndak ndak aja dan dah berharap lebih dengan tugas saya kali ini.
....
Ternyata...harapan tinggal harapan, sesampainya di Labuha, yang notabene kota terbesar di Pulau Bacan, ternyata, sirna sudah. Waktu transit yang singkat, dan hasil dari tanya tanya pada orang setempat menghasilkan jawaban, kalau cari batu bacan, banyak di Haji X.... harganya?... alamak!! tetep tus tus an ribu....
Wah... gigit jempol deh.....
...
Dalam perjalanan menuju ke tempat tugas, saya ngobrol dengan orang setempat, cerita punya cerita, ternyata batu bacan itu bukan didapatkan dari Pulau Bacan, melainkan dari Pulau Kasiruta.... tetangga dekat pulau Bacan, yang dapat ditempuh dengan long boat selama kurang lebih 3-4 jam. Disana pun hanya ada dua kampung yang terkenal dengan batu Bacan nya.. (lupa nama kampungnya). Harganya... masih kena lah...katanya masih luh luh an ribu gitu. Oke lah... (berharap bisa mampir ke sana... tapi sepertinya untuk kali ini impossible).
...
Dalam perjalanan pulang, saat mampir Babang (the other side of Labuha), seorang teman ditawari batu bacan hitam yang cantik sekali...harganya?? 200 ribu...! hiiikz...worth it sih... tapi... kalo inget isi dompet saat itu...rasanya kok mahal sekali ya...
But... sekali lagi.... nilai sebuah batu itu memang relatif...bisa mahal bisa murah... tergantung siapa yang memandangnya....
...
Bagaimanapun, kemarin dapat juga sih batu Bacan, dari seorang penduduk setempat yang saya datengi...entah kenapa dia memberi saya batu tersebut, padahal saya juga ndak sering ngobrol dengannya...
Berharap tahun depan bisa gantian memberi dia suatu hadiah ...... sebagai imbalan batu bacannya yang dihadiahkan kepadaku....
....(tetep bersyukur.... dapet batu bacan hadiah.... walau ada rasa kurang karena keinginan berburu batu bacan gagal !!)
Labels:
hal lain yang menarik
Thursday, November 22, 2012
Keputusan Rasa
Memutuskan sesuatu hal yang berkaitan dengan perasaan itu gampang gampang sulit.
Bisa jadi gampang, karena urusan rasa kadang bisa kita abaikan. Selalu kepikiran kehidupan ini sudah sulit, jangan ditambahi lagi dengan masalah rasa.
Bisa jadi sulit, karena urusan rasa inilah yang kadang mewarnai hidup kita.
Hidup bisa jadi terlihat indah, walau sedang dalam keadaan sulit.
Jadi, saat memutuskan sesuatu yang terkait dengan rasa, masalah keseimbangan hidup harus dipikirkan baik baik. Apakah pengaruhnya akan besar atau kecil atau bahkan tidak berdampak apa apa dalam kehidupan kita.
Jika memang sudah ditimbang baik baik, barulah keputusan itu akan benar benar jadi hasil akhir yang dapat kita lewati bersamaan dengan kita melewati hidup
Bisa jadi gampang, karena urusan rasa kadang bisa kita abaikan. Selalu kepikiran kehidupan ini sudah sulit, jangan ditambahi lagi dengan masalah rasa.
Bisa jadi sulit, karena urusan rasa inilah yang kadang mewarnai hidup kita.
Hidup bisa jadi terlihat indah, walau sedang dalam keadaan sulit.
Jadi, saat memutuskan sesuatu yang terkait dengan rasa, masalah keseimbangan hidup harus dipikirkan baik baik. Apakah pengaruhnya akan besar atau kecil atau bahkan tidak berdampak apa apa dalam kehidupan kita.
Jika memang sudah ditimbang baik baik, barulah keputusan itu akan benar benar jadi hasil akhir yang dapat kita lewati bersamaan dengan kita melewati hidup
Labels:
renungan
Thursday, November 01, 2012
Rencana Konser Rakyat Leo Kristi bulan Desember 2012
Konser tanggal 15 Desember 2012
Title: "BULAN SEPARUH BAYANG"
Lokasi di Gazebo Cafe Jalan Kunir no. 5 , Kota Tua, Jakarta (depan Museum Fatahillah)
Jam 19.00 WIB
Lokasi direvisi karena force majeur....
tadinya didalam museum fatahilah, sekarang di cafe gazebo, di depan museum fatahillah...
hmmmm
Mudah-mudahan bisa terealisir dengan lancar.
Siapa bilang tidak kurindu
Kurindu juga tetapi jauh
Labels:
berbagi informasi
Monday, October 22, 2012
Waktu, Tutur Kata dan Kesempatan
Katanya ada 3 hal dalam hidup ini yang gak pernah kembali, yaitu waktu yang kita telah lalui, perkataan yang kita ucapkan dan kesempatan.
Ketiganya menjadi unsur pembentuk diri kita sekarang ini.
Namun 3 hal yang tak pernah kembali itu juga bukanlah harga yang mati sebab toh mereka akan datang lagi dimasa mendatang, waktu yang akan datang, perkataan yang akan kita ucapkan dan kesempatan yang akan kita ciptakan....
Labels:
renungan
Thursday, October 18, 2012
Worried
Ada kekhawatiran yang amat sangat, saat kita sudah tahu bahwa kita akan melangkah masuk ke area "TIDAK PASTI", karena kepastian yang ada telah tercerabut dari akarnya.
Bagaimana kita akan melangkah lebih jauh?. Apakah langkah kita tepat? Kemana kita akan melangkah? itu jadi gangguan pikiran yang terus menerus datang saat zona nyaman akan kita tinggalkan.
Kita memang selalu berusaha agar dapat menyamankan hidup kita yang hanya singkat ini. Namun, bagaimanakah jika zona nyaman itu tidak selalu ada. Adalah kewajiban kita untuk membuat kita dan orang orang yang kita cintai selalu ada dalam zona nyaman. Walaupun dengan standard yang berbeda beda setiap periode. Zona nyaman saat ini, bisa jadi berbeda dengan zona nyaman sebulan lagi, atau setahun lagi, atau bahkan minggu depan.
Kekhawatiran selalu membayangi hal hal yang penuh ketidakpastian.
Semoga semua berjalan sebagaimana seharusnya hal hal itu berjalan.
Bagaimana kita akan melangkah lebih jauh?. Apakah langkah kita tepat? Kemana kita akan melangkah? itu jadi gangguan pikiran yang terus menerus datang saat zona nyaman akan kita tinggalkan.
Kita memang selalu berusaha agar dapat menyamankan hidup kita yang hanya singkat ini. Namun, bagaimanakah jika zona nyaman itu tidak selalu ada. Adalah kewajiban kita untuk membuat kita dan orang orang yang kita cintai selalu ada dalam zona nyaman. Walaupun dengan standard yang berbeda beda setiap periode. Zona nyaman saat ini, bisa jadi berbeda dengan zona nyaman sebulan lagi, atau setahun lagi, atau bahkan minggu depan.
Kekhawatiran selalu membayangi hal hal yang penuh ketidakpastian.
Semoga semua berjalan sebagaimana seharusnya hal hal itu berjalan.
Labels:
renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)
