MALING BESAR, MALING KECIL
Indonesia ini memang...
Gimana cara memperbaiki mental orang orang yang begitu parahnya.
Begitu parahnya sampai sampai cara memperbaikinya saja belum ditemukan.
..
Mau tahu?..
Saya sampai mau tulis yang mana dulu saja bingung nih di sini..
Saking keselnya dengan keadaan sekarang ini yang.. ampun.. anehnya.
...
Wednesday, September 29, 2004
Monday, September 27, 2004
KITA MANUSIA
Manusia adalah ciptaan Allah yang mempunyai derajad paling tinggi di dunia ini. Benarkah? (wallahuu alam bisawab)
Dalam kehidupannya, manusia seharusnya dapat mengatur kehidupan, sehingga gelar makhluk paling sempurna ini benar adanya jika melekat pada manusia.
….
Kesedihan, kesengsaraan, kesusahan, adalah merupakan makhluk Allah yang lain lagi. Mengapa hal hal tersebut saya sebut sebagai makhluk? Karena mereka mempunyai masa hidup. Mereka bisa hidup beberapa jam, satu hari atau beberapa hari atau bisa juga hidup lama, tergantung berapa lama manusia membiarkan mereka akan hidup.
…..
Seseorang bersusah hati karena walaupun sudah bekerja keras dari fajar hingga hamper tengah malam, masih tetap tidak dapat melunasi hutang hutangnya.
Namun demikian, haruskah ia hidup dengan perasaan susah terus menerus sepanjang hidupnya yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan seterusnya dan seterusnya?
TIDAK.
Setelah susah dari pagi hingga hamper tengah malam, sudah selayaknya ia titipkan beban kesusahan hidupnya itu kepada Allah sejenak. Sehingga ia dapat merasakan kenikmatan hidup yang telah diberikan kepadanya. Sehingga ia dapat mencintai Tuhannya dengan tanpa perasaan susah didalamnya.
“ya Allah, hamba titipkan beban ini sejenak kepadaMu. Biarkan hambamu ini dapat menikmati cinta Mu”
dan pada pagi harinya, ia ambil beban itu lagi dari Allah, ia berusaha dengan sepenuh hati dengan perasaannya yang susah lagi karena masih mempunyai hutang, dengan harapan agar supaya ia dapat melunasi utang-utangnya.
Jadi, tergantung kita sendiri, sebagai makhluk dengan derajad tertinggi di dunia ini untuk memanage hidup kita. Apakah kita dapat hidup berdampingan dengan makhluk Allah yang lain yang berupa kesusahan, penderitaan, kesedihan, kesengsaraan tersebut. Mereka semua ada di tangan kita, atau kita yang ada dalam cengkeraman mereka.
Seorang satpam pernah saya Tanya, “pak berani ndak jadi camat?”, jawab satpam tersebut: “ ya berani dong mbak”…
Coba Tanya di seluruh daerah, ada nggak camat yang berani jadi satpam?
Bahkan seorang pedagang bakso dari Wonogiri pernah ditanya,” berani ndak pak jadi bupati wonogiri?”.. jawabnya,” njih wanton mbak, dados tukang bakso kemawon wanton kok, dados bupati mboten wanton”
Adakah bupati.. (coba Tanya seluruh bupati deh).. yang berani jadi pedagang bakso?
Jawabannya pasti TIDAK ADA.
..
Jadi mereka ini lebih berani dari pada para pejabat yang sudah bercokol di kedudukannya, yang takut dilengserkan oleh orang lain. Mereka takut jatuh sengsara. Mereka takut susah.
…
Jadi,.. kuncinya?... Bagaimana kita sebagai manusia, yang merupakan makhluk Allah dengan julukan makhluk paling sempurna ini, mengatur dirinya sendiri agar dapat mengelola segala bentuk makhluk yang ada di sekeliling kita.. ….
Dalam kehidupannya, manusia seharusnya dapat mengatur kehidupan, sehingga gelar makhluk paling sempurna ini benar adanya jika melekat pada manusia.
….
Kesedihan, kesengsaraan, kesusahan, adalah merupakan makhluk Allah yang lain lagi. Mengapa hal hal tersebut saya sebut sebagai makhluk? Karena mereka mempunyai masa hidup. Mereka bisa hidup beberapa jam, satu hari atau beberapa hari atau bisa juga hidup lama, tergantung berapa lama manusia membiarkan mereka akan hidup.
…..
Seseorang bersusah hati karena walaupun sudah bekerja keras dari fajar hingga hamper tengah malam, masih tetap tidak dapat melunasi hutang hutangnya.
Namun demikian, haruskah ia hidup dengan perasaan susah terus menerus sepanjang hidupnya yang 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan seterusnya dan seterusnya?
TIDAK.
Setelah susah dari pagi hingga hamper tengah malam, sudah selayaknya ia titipkan beban kesusahan hidupnya itu kepada Allah sejenak. Sehingga ia dapat merasakan kenikmatan hidup yang telah diberikan kepadanya. Sehingga ia dapat mencintai Tuhannya dengan tanpa perasaan susah didalamnya.
“ya Allah, hamba titipkan beban ini sejenak kepadaMu. Biarkan hambamu ini dapat menikmati cinta Mu”
dan pada pagi harinya, ia ambil beban itu lagi dari Allah, ia berusaha dengan sepenuh hati dengan perasaannya yang susah lagi karena masih mempunyai hutang, dengan harapan agar supaya ia dapat melunasi utang-utangnya.
Jadi, tergantung kita sendiri, sebagai makhluk dengan derajad tertinggi di dunia ini untuk memanage hidup kita. Apakah kita dapat hidup berdampingan dengan makhluk Allah yang lain yang berupa kesusahan, penderitaan, kesedihan, kesengsaraan tersebut. Mereka semua ada di tangan kita, atau kita yang ada dalam cengkeraman mereka.
Seorang satpam pernah saya Tanya, “pak berani ndak jadi camat?”, jawab satpam tersebut: “ ya berani dong mbak”…
Coba Tanya di seluruh daerah, ada nggak camat yang berani jadi satpam?
Bahkan seorang pedagang bakso dari Wonogiri pernah ditanya,” berani ndak pak jadi bupati wonogiri?”.. jawabnya,” njih wanton mbak, dados tukang bakso kemawon wanton kok, dados bupati mboten wanton”
Adakah bupati.. (coba Tanya seluruh bupati deh).. yang berani jadi pedagang bakso?
Jawabannya pasti TIDAK ADA.
..
Jadi mereka ini lebih berani dari pada para pejabat yang sudah bercokol di kedudukannya, yang takut dilengserkan oleh orang lain. Mereka takut jatuh sengsara. Mereka takut susah.
…
Jadi,.. kuncinya?... Bagaimana kita sebagai manusia, yang merupakan makhluk Allah dengan julukan makhluk paling sempurna ini, mengatur dirinya sendiri agar dapat mengelola segala bentuk makhluk yang ada di sekeliling kita.. ….
Labels:
renungan
Wednesday, September 22, 2004
GOLPUT OR GOLHIT
Golongan Putih.. dalam pemilu or pilpres.. adalah sekelompok orang yang memutuskan untuk tidak memberikan hak suaranya kepada calon yang ada.
Dalam hal ini baik golongan putih yang bertanggung jawab dan cerdas, maupun golongan putih yang.. dikarenakan alasan teknis saja.
Dua duanya tetap dibilang GOLPUT
Nah kalau GOLHIT?
Ini nih... kemaren saya baru dinobatkan jadi provokator GOLHIT.
Tahu kenapa?..
Karena saya tetap menyuruh teman teman untuk tetap datang ke TPS, walaupun tidak ingin memilih siapa siapa... coblos dua duanya or bikin kotak nomor 3 juga boleh. Jadi istilahnya biar surat suaranya rusak.
Sebenarnya pertimbangan saya cuma satu hal.. agar surat suara tersebut tidak dapat dipergunakan untuk kecurangan suara. Karena banyak surat suara utuh .. kan bisa dicoblos sendiri nanti sama antek anteknya capres yang bersangkutan.
Begitulah..
Kemaren saya dinobatkan jadi provokator GOLONGAN HITAM.
Golongan Putih.. dalam pemilu or pilpres.. adalah sekelompok orang yang memutuskan untuk tidak memberikan hak suaranya kepada calon yang ada.
Dalam hal ini baik golongan putih yang bertanggung jawab dan cerdas, maupun golongan putih yang.. dikarenakan alasan teknis saja.
Dua duanya tetap dibilang GOLPUT
Nah kalau GOLHIT?
Ini nih... kemaren saya baru dinobatkan jadi provokator GOLHIT.
Tahu kenapa?..
Karena saya tetap menyuruh teman teman untuk tetap datang ke TPS, walaupun tidak ingin memilih siapa siapa... coblos dua duanya or bikin kotak nomor 3 juga boleh. Jadi istilahnya biar surat suaranya rusak.
Sebenarnya pertimbangan saya cuma satu hal.. agar surat suara tersebut tidak dapat dipergunakan untuk kecurangan suara. Karena banyak surat suara utuh .. kan bisa dicoblos sendiri nanti sama antek anteknya capres yang bersangkutan.
Begitulah..
Kemaren saya dinobatkan jadi provokator GOLONGAN HITAM.
Labels:
hal lain yang menarik
Saturday, September 18, 2004
KEBENARAN
Bagaimana orang bisa tahu kalau tidak didorong oleh rasa ingin tahu?
Mengetahui didapat bukan dari rasa ingin tahu, tapi dari mengamati proses kejadian itu sendiri tanpa dicemari kepentingan apapun.
Tanpa kepentingan, bagaimana orang bisa menemukan kebenaran?
Dalam kebenaran tidak terdapat kepentingan. Bila dalam kebenaran dimasukkan kepentingan, maka kebenaran itu lenyap dengan sendirinya.
Tak ada jalan menuju kebenaran. Kebenaran itu datang sendiri padamu. Ia hanya dapat datang padamu pada saat pikiran dan hatimu sederhana, jernih, dan ada kasih saying dalam hatimu, bukan bila hatimu dipenuhi dengan hal hal dari pikiranmu. Bila ada kasih sayang di dalam hatimu, kau tidak akan berbicara tentang kepercayaan, kau tak akan bicara pembagian atau kekuasaan yang menciptakan pembagian, kau tak perlu mencari perukunan. Maka , kau adalah orang yang sederhana tanpa embel-embel.kamu harus menanggalkan semua rancangan dan angan angan yang ada dalam pikiran dan membiarkan kebenaran datang mewujud. Ini hanya datang saat pikiran tanpa beban, ketika pikiran berhenti mencipta. Kebenaran itu datang tanpa perlu kauundang, berembus seperti angin dan tanpa diketahui.
Tidak ada dua kebenaran. Kebenaran hanya ada satu. Kebenaran bukan dari masa lalu, sekarang dan akan datang. Kebenaran tidak terbatas waktu. Bukan monopoli milik ajaran Islam, Katolik, Kristen, Hindu atau Buddha.
Kebenaran bukan apa yang dikatakan orang-orang sebelummu. Tapi, kebenaran itu adalah keadaan perwujudan hidup sebenarnya yang muncul bila pikiran tidak mencari perbedaan, mencari yang eksklusif, dan hanya berpikir untuk mencapai sesuatu.
Kebenaran itu mampu menyaksikan segala sesuatu sebagaimana adanya tanpa dicampuri kepentingan diri di dalamnya. Hanya dengan begitu ada ‘kebenaran’.
Kebenaran bukan untuk mereka yang dihormati, bukan untuk yang berkeinginan mengembangkan diri, atau keterkabulan.
Kebenaran bukan bagi yang mencari keamanan dan keabadian. Sebab ‘keabadian’ adalah lawan dari ketidakabadian. Mereka yang mencari keabadian terjebak dalam jerat waktu, bukan mendapat yang sebenarnya, sebab yang mereka cari adlaah bayangan angan-angan pikiran mereka sendiri.
Kebenaran tak dapat ditemukan dalam hal hal yang dibuat oleh tangan atau hasil pikiran. Sebaliknya orang yang bersungguh-sungguh bermaksud menemukan ‘kebenaran’, orang itu bukan milik golongan apapun, bukan milik suku apapun, bukan milik kelompok, ideology, atau organisasi agama manapun.
Kebenaran hanya bisa dikenali ketika orang mengerti seluruh proses dari jalan pikiran hingga di sana tidak ada pertentangan atau perselisihan lagi.
Kebenaran bukan monopoli siapapun. Kebenaran itu fakta atau kenyataan. Kenyataan adanya hubungan dengan yang ada, dengan makhluk hidup, dengan alam, dengan gagasan-gagasan.
Selama kamu memiliki atau dimiliki, kau tak akan pernah tahu arti kebenaran sesungguhnya. Selama kau ambisius, menindas, meniru, kau pun tak bisa tahu tentang apa kebenaran itu.
Perjalanan hidup manusia adalah sebuah misteri yang penuh teka-teki, yang tak akan pernah terungkapkan sepanjang hidupnya di dunia ini. Jadi, dalam diri manusia sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berpikir, timbullah upaya untuk menghibur dan memuaskan dirinya, mencari jawaban dan pemecahan atas misteri kehidupan di alam semesta ini.
Mengetahui didapat bukan dari rasa ingin tahu, tapi dari mengamati proses kejadian itu sendiri tanpa dicemari kepentingan apapun.
Tanpa kepentingan, bagaimana orang bisa menemukan kebenaran?
Dalam kebenaran tidak terdapat kepentingan. Bila dalam kebenaran dimasukkan kepentingan, maka kebenaran itu lenyap dengan sendirinya.
Tak ada jalan menuju kebenaran. Kebenaran itu datang sendiri padamu. Ia hanya dapat datang padamu pada saat pikiran dan hatimu sederhana, jernih, dan ada kasih saying dalam hatimu, bukan bila hatimu dipenuhi dengan hal hal dari pikiranmu. Bila ada kasih sayang di dalam hatimu, kau tidak akan berbicara tentang kepercayaan, kau tak akan bicara pembagian atau kekuasaan yang menciptakan pembagian, kau tak perlu mencari perukunan. Maka , kau adalah orang yang sederhana tanpa embel-embel.kamu harus menanggalkan semua rancangan dan angan angan yang ada dalam pikiran dan membiarkan kebenaran datang mewujud. Ini hanya datang saat pikiran tanpa beban, ketika pikiran berhenti mencipta. Kebenaran itu datang tanpa perlu kauundang, berembus seperti angin dan tanpa diketahui.
Tidak ada dua kebenaran. Kebenaran hanya ada satu. Kebenaran bukan dari masa lalu, sekarang dan akan datang. Kebenaran tidak terbatas waktu. Bukan monopoli milik ajaran Islam, Katolik, Kristen, Hindu atau Buddha.
Kebenaran bukan apa yang dikatakan orang-orang sebelummu. Tapi, kebenaran itu adalah keadaan perwujudan hidup sebenarnya yang muncul bila pikiran tidak mencari perbedaan, mencari yang eksklusif, dan hanya berpikir untuk mencapai sesuatu.
Kebenaran itu mampu menyaksikan segala sesuatu sebagaimana adanya tanpa dicampuri kepentingan diri di dalamnya. Hanya dengan begitu ada ‘kebenaran’.
Kebenaran bukan untuk mereka yang dihormati, bukan untuk yang berkeinginan mengembangkan diri, atau keterkabulan.
Kebenaran bukan bagi yang mencari keamanan dan keabadian. Sebab ‘keabadian’ adalah lawan dari ketidakabadian. Mereka yang mencari keabadian terjebak dalam jerat waktu, bukan mendapat yang sebenarnya, sebab yang mereka cari adlaah bayangan angan-angan pikiran mereka sendiri.
Kebenaran tak dapat ditemukan dalam hal hal yang dibuat oleh tangan atau hasil pikiran. Sebaliknya orang yang bersungguh-sungguh bermaksud menemukan ‘kebenaran’, orang itu bukan milik golongan apapun, bukan milik suku apapun, bukan milik kelompok, ideology, atau organisasi agama manapun.
Kebenaran hanya bisa dikenali ketika orang mengerti seluruh proses dari jalan pikiran hingga di sana tidak ada pertentangan atau perselisihan lagi.
Kebenaran bukan monopoli siapapun. Kebenaran itu fakta atau kenyataan. Kenyataan adanya hubungan dengan yang ada, dengan makhluk hidup, dengan alam, dengan gagasan-gagasan.
Selama kamu memiliki atau dimiliki, kau tak akan pernah tahu arti kebenaran sesungguhnya. Selama kau ambisius, menindas, meniru, kau pun tak bisa tahu tentang apa kebenaran itu.
Perjalanan hidup manusia adalah sebuah misteri yang penuh teka-teki, yang tak akan pernah terungkapkan sepanjang hidupnya di dunia ini. Jadi, dalam diri manusia sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk berpikir, timbullah upaya untuk menghibur dan memuaskan dirinya, mencari jawaban dan pemecahan atas misteri kehidupan di alam semesta ini.
Friday, September 17, 2004
HP ketinggalan
Saat seseorang, atau lebih jelasnya..AKU, ketinggalan handphone dirumah, biasanya akan merasa bingung. Berbagai hal dipikirkannya. Bagaimana jika,… bagaimana jika… dan seterusnya.
Coba kita ingat ingat kembali, saat sekitar sebelum tahun 1995 an, dimana handphone belum begitu terjangkau oleh orang kebanyakan, apa yang kita rasakan.
Tidak ada yang dapat membuat kita kebingungan, seperti saat ini jika kita ketinggalan handphone kita. Ya, handphone seperti sudah menjadi part of our life.
Sebenarnya…. Kalau kita balikkan kembali ke waktu yang lalu… kebutuhan komunikasi seseorang bisa jadi tidak seperti sekarang. Yang ingin tahu setiap saat dimana pegawainya, dimana kurirnya, dimana agen marketingnya, dimana anaknya, dimana istrinya, dimana kekasihnya. Saat itu, sudah terjadwal dengan sendirinya, kapan orang bisa tahu jam berapa orang harus telpon. Dan kapan tidak perlu mencari. Karena sudah jelas semua arah dan kedudukannya.
Tapi sekarang?.... bisa ada dimana-mana. Bisa setiap saat. Kita mencari tahu keberadaan orang yang kita butuhkan.
Dan… jika aku ketinggalan handphone?.... biaya telponku dari wartel bisa mencapai ratusan ribu lebih. Pusing karena tidak ingat no.telpon juga jadi kendala. Akhirnya sebentar sebentar nanya no.telpon ke orang kantor.
..
Intinya, ternyata dalam hari hari kerja pada awal abad 21 ini … keberadaan hp jadi sangat penting. Atau... sok dipentingkan????
Saat seseorang, atau lebih jelasnya..AKU, ketinggalan handphone dirumah, biasanya akan merasa bingung. Berbagai hal dipikirkannya. Bagaimana jika,… bagaimana jika… dan seterusnya.
Coba kita ingat ingat kembali, saat sekitar sebelum tahun 1995 an, dimana handphone belum begitu terjangkau oleh orang kebanyakan, apa yang kita rasakan.
Tidak ada yang dapat membuat kita kebingungan, seperti saat ini jika kita ketinggalan handphone kita. Ya, handphone seperti sudah menjadi part of our life.
Sebenarnya…. Kalau kita balikkan kembali ke waktu yang lalu… kebutuhan komunikasi seseorang bisa jadi tidak seperti sekarang. Yang ingin tahu setiap saat dimana pegawainya, dimana kurirnya, dimana agen marketingnya, dimana anaknya, dimana istrinya, dimana kekasihnya. Saat itu, sudah terjadwal dengan sendirinya, kapan orang bisa tahu jam berapa orang harus telpon. Dan kapan tidak perlu mencari. Karena sudah jelas semua arah dan kedudukannya.
Tapi sekarang?.... bisa ada dimana-mana. Bisa setiap saat. Kita mencari tahu keberadaan orang yang kita butuhkan.
Dan… jika aku ketinggalan handphone?.... biaya telponku dari wartel bisa mencapai ratusan ribu lebih. Pusing karena tidak ingat no.telpon juga jadi kendala. Akhirnya sebentar sebentar nanya no.telpon ke orang kantor.
..
Intinya, ternyata dalam hari hari kerja pada awal abad 21 ini … keberadaan hp jadi sangat penting. Atau... sok dipentingkan????
Labels:
hal lain yang menarik
Subscribe to:
Posts (Atom)