Tuesday, February 15, 2005

DADI WONG LANANG IKU ANGEL

Kemaren, ada seorang teman laki laki, bilang.."dadi wong lanang kok angel tenan yo?"..
sejujurnya aku hampir ketawa denger kalimat tersebut, namun karena event nya lagi serius jadi ketawaku cuma ada di dalam hati.

Memang gampang jadi laki laki??? jangan mentang mentang selalu dominan terus semuanya dianggap gampang.
Memahami perempuan memang sulit. Kalau gampang, ... wah tidak ada orang bunuh diri karena cinta.
Demikian juga sebenernya memahami laki laki. sulit.
lebih gampang memahami soal matematika yang rumit, atau masalah itung-itungan utang piutang.
Dan.. anehnya, tidak ada ilmu yang dapat mengajari orang laki laki agar dapat memahami perempuan.
ah! mungkin film "What woman want" bisa jadi referensi. Namun, terus terang saja, tidak semua yang ada di film itu benar. Namanya juga film komedi romantis.
..
jadi..
Hidup perempuan.. yang bisa membuat seorang laki laki yang bisa menghadapi berpuluh puluh teman perempuannya, namun tidak bisa memahami satu orang perempuan kekasihnya!!
...

Tuesday, February 08, 2005

pulang naik haji

Entah siapa yang mula mula punya ide untuk mengadakan oleh oleh haji di tanah abang. Yang pasti, pastilah ulah pedagang ini yang memanfaatkan kebiasaan orang Indonesia yang selalu minta oleh oleh pada orang yang naik haji.
Kalau dipikir pikir, coba kita lihat, apakah seorang yang naik haji harus membawa oleh oleh untuk orang orang dan sanak saudaranya.
Tidak kan?
Iya, kalau yang naik haji ini punya uang lebih untuk beli oleh oleh. Kalau ndak?...
..
lha malahan sekarang ini jadi tambah aneh. Oleh oleh dari orang yang naik haji, tp belinya dari tanah abang. It’s mean, itu bukan oleh oleh or buah tangan, namun hanya sekedar souvenir.
...
Buat aku pribadi, aku sebenarnya rada ndak setuju kalau pulang naik haji, seseorang masih dibebani dengan biaya oleh oleh. Iya kalau ada uang lebih. Kalau ndak ada...kan ya repot.
Lagian, haji itu kan ibadah, bukan jalan jalan.
..
Ndak masalah sih, kalau memang mau kasih oleh oleh. semua orang juga mau. termasuk aku. Namun,... kalau ternyata belinya hanya di tanah abang.... sama aja bohong.
Mending beli sesuatu yang kecil di Arab sana.. daripada beli sajadah di tanah abang.
Katanya sih, sajadah made in turki, tp ndak tahu ya.. siapa tahu bikinan sukabumi.
...
Mana kurma arab juga ada di tanah abang. Bahkan, kata si pedagang, duplikat kurma nabi ada juga... yang asli mah adanya cuma di arab.
untung ndak ada unta di tanah abang.
kalau ada... bisa bisa.... nanti ada padang pasir juga di tanah abang..
dan alamat... orang bisa palsuin haji juga di tanah abang.
AMIT-AMIT!!!

Thursday, February 03, 2005

APES DUA KALI

wah.. ternyata yang namanya apes... tidak bisa diduga.. tidak bisa ditolak
mau ndak mau kita harus terima

hal yang sangat konyol kemaren terjadi padaku, sudah mobil mogok,eh, kunci mobil ketinggalan di dalam. konyol.

Namun menjadi pelajaran buatku, jangan sok yakin dengan pintu mobil. Perasaan tidak terkunci, ternyata terkunci. Jd... harus dicek dulu sebelum menutup pintu, kalau kita panik.

Dan... ke apes an ternyata bersumber dari diri kita juga. Keteledoren kita.

Thursday, January 20, 2005

Laki laki

Laki laki?
Aku tidak tahu, apa yang ada di benak laki laki, saat ia mendapatkan seseorang yang pada awalnya sangat sangat diinginkannya.
Namun dengan berjalannya waktu, ternyata keadaan berubah. Kadang sesuatu yang sangat diinginkannya berubah jadi membosankan. Dan akhirnya, akan ada lagi sesuatu yang akan diinginkannya lagi. Dan lagi.

Perempuan?
Mungkin demikian juga. Aku tidak tahu.
Yang pasti pada perempuan, hal seperti itu lebih jarang terungkap.
Karena perempuan lebih pintar menjaga perasaan.

Tuesday, January 18, 2005

Mengapa?

Walaupun sudah berumur 37 tahun.. masih saja banyak pertanyaan yang timbul dan selalu bergejolak di dealam benakku.
Mengapa perempuan harus berbeda dengan laki-laki. Bahkan sejak masih anak anak, akan selalu diterapkan perbedaan kepada kedua makhluk yang berbeda itu.
Saya ingat, betapa saat SMA saya merasa benar benar dipandang sebagai manusia. Orang orang disekeliling benar benar memandang saya karena kapasitas pribadi. Karena otak yang lumayan encer. Karena kemampuan menghandle teman teman. Karena keberanian untuk ikut berpetualang. Karena prestasi. Karena.. saya. Bukan karena saya perempuan.

Setelah beranjak dewasa, semuanya berubah. Saya sebagai perempuan, akan selalu dipandang sebagai perempuan. Walaupun prestasi tidak terhalangi oleh perbedaan jenis kelamin itu. Namun tetap saja akan ada yang memandang keperempuanan saya.

Berhubungan dengan banyak laki laki membuat mata ini lebih terbuka, bahwa memang sebagian besar (note: sebagian besar!) laki laki memang selalu memandang perempuan dari segi keperempuanan terlebih dahulu, baru kemudian yang lain lain. Kalaupun ada perempuan yang sangat berprestasi, laki laki akan mengakui jika hanya prestasinya itu melebihi dirinya, jika prestasinya hanya ada di garis rata rata.. faktor perempuanlah yang akan membuat laki laki itu akan menengok pada seorang perempuan.

Mengapa begitu?
Saya selalu ingat, saya selalu mempertanyakan, mengapa perempuan harus dapat mens segala. BIkin repot. Mengingat saya selalu merasa repot kalau dapat mens.
Mengapa perempuan harus pake bra? (Kalau begitu mengapa diberi payudara ya?)
Mengapa perempuan harus kerepotan kalau mau buang air kecil. Apalagi kalau di tengah perjalanan dimana toilet tidak ada.. atau kalaupun ada.. sangat tidak nyaman untuk dipakai. Sedangkan laki laki...?
Mengapa perempuan harus dandan kalau mau pergi? Dengan urutan yang lengkap pula.
Mengapa laki laki bisa dengan cepat siap kalau mau pergi?

kalau mau dirunut, bisa banyak list "mengapa" yang selalu muncul
Dan semua mengapa itu mengacu pada satu hal... kelemahan perempuan dibanding laki laki. Atau kalaupun bukan kelemahan, adalah kerepotan perempuan dibanding laki laki dalam mengurus dirinya sendiri.

Sebenarnya, sangat ingin saya selalu dipandang karena kemampuan saya. Bukan karena keperempuanan saya. Karena pendapat pendapat saya. Karena kemampuan saya. Karena
prestasi saya.
Bukan karena, saya pintar dan cantik, or.. saya sexy, or.. karena...

Kadang saya pikir, hanya sedikit laki laki yang bisa memandang perempuan bukan karena dia perempuan.
Seorang laki laki kadang butuh perempuan karena... (untuk menyalurkan kebutuhan biologis).. disamping karena cinta. Namun cinta itu bisa dikesampingkan jika tiba tiba, saat si perempuan berumur 40 tahun, dan si laki laki bertemu perempuan lain yang bisa menarik dirinya. Nah.. berarti.. cinta bisa dikesampingkan untuk urusan biologis.

Saya kadang berpikir, ingin bertemu seseorang yang benar benar menghargai saya karena kemampuan intelektual saya. Kemampuan berpendapat saya. Kemampuan menghandle pekerjaan. Dan segala hal yang mampu saya lakukan.
Bukan karena hal hal yang bersifat seks.(note: seks disini bisa berarti segala hal yang berhubungan dengan sifat keperempuanan lho. not just seks.)
Seorang suami kadang tidak dapat melihat istrinya sebagai seorang yang layak dihargai. Kadang kadang... hanya urusan 3 hari sekali or urusan seminggu sekali ia akan membutuhkan istrinya. hari hari lain... urusan masing masing.

Ah, sepertinya tulisan diatas ini kacau balau... tidak terarah.. karena memang pikiran lagi ndak terarah juga. Beban kehidupan sebagai seorang perempuan berkeluarga memang cukup membuat "mengapa " mengapa" yang lain selalu muncul.

(suatu saat tulisan diatas akan diedit, dan bersambung)