Suatu ketika dulu aku pernah dihanyut asmara
Tapi tak pernah ku tenggelam
Karena kekuatan cintamu menjadi perahu dan dayungku
Hanya engkaulah yang mampu
Melenyapkan ragu menjadi tahu
Memupuskan kelu menjadi deru
Hanya engkaulah yang bisa
Menggantikan tawar menjadi rasa
Menghadirkan tiada menjadi ada
Karena hanya engkaulah
Lelaki terindah di hidupku
Dikutip dari buku: “Lelaki terindah”
Note:.. bagus banget ya?... untuk siapa saja yang merasa pernah mendapatkan lelaki terindah… bersyukurlah atas anugerah itu.
Sunday, June 05, 2005
Saturday, June 04, 2005
Cerita Sinetron
Aku paling tidak suka nonton acara sinetron yang ditayangkan di semua stasiun tv. Bahkan itu untuk sinetron korea kek, India kek, or Indonesia, or bahkan sinetron legenda.
Apalagi untuk sinetron Indonesia, ceritanya benar benar sudah tidak masuk akal. Dan sepertinya tidak berpijak pada realitas yang ada.
Entah, untuk berbagai macam alasan, aku berpikir bahwa cerita yang ada di sinetron itu benar benar karangan. Itu tidak benar benar terjadi di dunia nyata. Karena kadang aku berpikir, bagaimana orang bisa sangat tidak manusiawi, atau orang bisa jadi pendendam, atau orang bisa jatuh cinta yang sampai sampai bisa tega terhadap orang lain. Atau, apapun model model yang ditonjolkan di cerita itu, buat ku hanya hal yang dilebih lebihkan.
Namun, apa jadinya jika aku sendiri mengalami sendiri cerita cerita sebagaimana yang ada di cerita sinetron itu? aku jadi salah satu pemeran dari salah satu cerita kehidupan yang terjadi.
Aku cuma bisa bilang…. Wooo ternyata cerita di sinetron itu, bisa jadi benar benar terinspirasi dari kisah nyata. Bisa jadi, benar benar ada ceritanya. Hanya bumbu bumbunya saja yang berlebihan jika sudah dikemas dalam bentuk sinetron.
Apalagi untuk sinetron Indonesia, ceritanya benar benar sudah tidak masuk akal. Dan sepertinya tidak berpijak pada realitas yang ada.
Entah, untuk berbagai macam alasan, aku berpikir bahwa cerita yang ada di sinetron itu benar benar karangan. Itu tidak benar benar terjadi di dunia nyata. Karena kadang aku berpikir, bagaimana orang bisa sangat tidak manusiawi, atau orang bisa jadi pendendam, atau orang bisa jatuh cinta yang sampai sampai bisa tega terhadap orang lain. Atau, apapun model model yang ditonjolkan di cerita itu, buat ku hanya hal yang dilebih lebihkan.
Namun, apa jadinya jika aku sendiri mengalami sendiri cerita cerita sebagaimana yang ada di cerita sinetron itu? aku jadi salah satu pemeran dari salah satu cerita kehidupan yang terjadi.
Aku cuma bisa bilang…. Wooo ternyata cerita di sinetron itu, bisa jadi benar benar terinspirasi dari kisah nyata. Bisa jadi, benar benar ada ceritanya. Hanya bumbu bumbunya saja yang berlebihan jika sudah dikemas dalam bentuk sinetron.
Labels:
rerasan
Perempuan Langka
Ada seorang sahabat, seorang perempuan yang amat hebat. Jujur, aku angkat dua jempolku untuk dia. Sebagai seorang istri yang hidup di jaman seperti sekarang ini, apa yang dia lakukan sebagai seorang istri benar benar sudah langka.
Dia adalah seorang istri, yang benar benar ideal menurut aku. Seperti pada gambaran seorang istri di masa lalu.
Setiap sore, saat suami pulang kerja, dia selalu berusaha untuk dapat menyambut sang suami bersama dengan kedua anaknya di teras rumah. Setiap pagi dan sore, ia selalu melayani suaminya dengan minuman hangatnya. Urusan meja makan? Apalagi, sudah menjadi tanggung jawabnya. Bahkan, ia juga bersedia menyemir sepatu suaminya dengan rutin.
WOW!!! Sangat langka. Dan herannya, aku sangat menghargai apa yang dia lakukan. Karena jelas, hal hal seperti itu adalah sesuatu yang jauh jauh dari aku.
Main dengan teman teman lama? wah.. jauh jauh deh. suaminya benar benar tipe suami yang berpendapat, tidak ada gunanya dan baiknya jika istri kebanyakan bergaul dengan teman teman masa lalunya. Aku pikir, ada benarnya juga ya, daripada ketularan aku yang gila ini.
Bahkan, kepergiannya selama seminggu ke Jakarta saat inipun, benar benar dengan acara ribut dulu, karena si suami tidak ingin ditinggal lama lama. duh, so sweet ya??? Tapi si suami akhirnya mengerti, karena acara di Jakarta ini adalah acara yang sangat penting buat keluarga si istri.
Gambaran, seorang istri yang ideal bukan? Mungkin impian setiap laki laki untuk mendapatkan istri yang seperti itu.
Ketika aku tanya, mengapa dia bisa melakukan semua hal itu dengan asik asik aja. Katanya, entah, Cuma dari dulu ibunya selalu menanamkan hal hal seperti itu kepada dia dan saudara saudara perempuannya. Bahwa seorang istri harus bekti kepada suami. Melayani suami sebagaimana layaknya. Ya, sebagaimana seharusnya seorang istrilah.
Salut!!!
Terus terang aku salut kepada dia. Karena di masa sekarang, jarang banget perempuan mau ngabekti dengan berlebih an kepada suami.
Dan mudah mudahan perempuan seperti dia masih ada. Sehingga dunia ini tidak cepet cepet kiamat.
Dia adalah seorang istri, yang benar benar ideal menurut aku. Seperti pada gambaran seorang istri di masa lalu.
Setiap sore, saat suami pulang kerja, dia selalu berusaha untuk dapat menyambut sang suami bersama dengan kedua anaknya di teras rumah. Setiap pagi dan sore, ia selalu melayani suaminya dengan minuman hangatnya. Urusan meja makan? Apalagi, sudah menjadi tanggung jawabnya. Bahkan, ia juga bersedia menyemir sepatu suaminya dengan rutin.
WOW!!! Sangat langka. Dan herannya, aku sangat menghargai apa yang dia lakukan. Karena jelas, hal hal seperti itu adalah sesuatu yang jauh jauh dari aku.
Main dengan teman teman lama? wah.. jauh jauh deh. suaminya benar benar tipe suami yang berpendapat, tidak ada gunanya dan baiknya jika istri kebanyakan bergaul dengan teman teman masa lalunya. Aku pikir, ada benarnya juga ya, daripada ketularan aku yang gila ini.
Bahkan, kepergiannya selama seminggu ke Jakarta saat inipun, benar benar dengan acara ribut dulu, karena si suami tidak ingin ditinggal lama lama. duh, so sweet ya??? Tapi si suami akhirnya mengerti, karena acara di Jakarta ini adalah acara yang sangat penting buat keluarga si istri.
Gambaran, seorang istri yang ideal bukan? Mungkin impian setiap laki laki untuk mendapatkan istri yang seperti itu.
Ketika aku tanya, mengapa dia bisa melakukan semua hal itu dengan asik asik aja. Katanya, entah, Cuma dari dulu ibunya selalu menanamkan hal hal seperti itu kepada dia dan saudara saudara perempuannya. Bahwa seorang istri harus bekti kepada suami. Melayani suami sebagaimana layaknya. Ya, sebagaimana seharusnya seorang istrilah.
Salut!!!
Terus terang aku salut kepada dia. Karena di masa sekarang, jarang banget perempuan mau ngabekti dengan berlebih an kepada suami.
Dan mudah mudahan perempuan seperti dia masih ada. Sehingga dunia ini tidak cepet cepet kiamat.
Labels:
hal lain yang menarik
Thursday, June 02, 2005
Cinta terus Make Love atau Make Love terus Cinta
Tulisan dibawah sepertinya perlu aku update lagi. Banyak hal yang terjadi dalam hubungannya dengan judul di atas. Buat teman teman yang merasa tersinggung, maaf, ini public area. Tanpa bertujuan untuk menyinggung, tapi inilah yang terjadi di tataran masyarakat modern saat ini. Dan mau munafik atau tidak, itulah yang benar terjadi.
Begini ceritanya,...
Salah satu teman menanyakan hal yang sebenarnya tidak aneh dan biasa biasa saja. Bahkan kemungkinan besar sudah banyak yang membahas apa yang ditanyakannya di majalah ataupun buku. Namun terasa cukup menggelitik juga pertanyaan tersebut, karena pada usia usia sekarang ini kematangan dan kedewasaan kita dalam berpikir sangat diuji.
“Apakah beda cinta dengan hubungan seks”.
Pertanyaan simple dan gampang. Namun akan muncul banyak jawaban dari pertanyaan singkat itu.
Cinta? Apakah cinta itu? jawabannya juga terasa agak klise.
Hubungan seks? Nah ini hal tabu yang banyak diminati orang secara sembunyi sembunyi.
Buatku, hubungan seks sangat berkaitan erat dengan kebutuhan fisik (kebutuhan biologis) seseorang (berhubung yang tanya laki laki maka fokusnya tentu saja laki laki), terutama untuk para lelaki yang membutuhkan penyaluran hasrat seksnya yang end up nya berupa pengeluaran sperma. (tul ndak ya?)
Apakah cinta selalu berakhir dengan hubungan seks? Jawabannya belum tentu.
Nah disinilah perbedaan antara cinta dan hubungan seks.
Seseorang (apa lagi laki laki) dapat melakukan hubungan seks dengan siapa saja (asal dia berani menghadapi segala resiko) tanpa cinta. (dan sekali lagi ini tentang laki laki).
Namun cinta sejati tetap ada di hatinya. Entah bagaimana ia dapat mengatur perasaannya untuk hal hal yang seperti itu.
It’s mean,.. hubungan seks itu benar benar kebutuhan fisik. Like makan, minum, dll yang berhubungan dengan rutinitas.
Akan tetapi, ada yang perlu digaris bawahi dalam hal ini (hai para laki laki), hubungan seks buat seorang perempuan adalah bukan suatu keharusan. Hubungan seks bukan suatu kebutuhan fisik, namun kebutuhan non fisik. Kebutuhan batin. Dan tidak dapat dipenuhi jika hanya karena harus. Toh tidak ada sesuatu yang harus dikeluarkan dari bagian tubuh ini. (??? Sorry kalau vulgar).
Hubungan seks tanpa cinta dan hasrat, adalah suatu pemerkosaan or.. trading sex??. atau jika terjadi sedikit pemaksaan karena ada formalitas, bisa disebut pemerkosaan yang terselubung (buat perempuan tentu saja.. karena yang nulis ini kan perempuan, kan ceritanya feminist).
Jadi, jelas ada perbedaan antara cinta dan hubungan seks.
Cinta bisa mendapatkan akhiran hubungan seks yang dalam hal ini akan diperhalus lagi dengan kata ‘make love’ or bercinta dalam bahasa Indonesia, atau kata yang paling benar menurut teman terbaikku adalah bersetubuh (wah...! vulgar lagi. Maaf saudara saudara). Yang tentu saja memuaskan batin kedua belah pihak.
Namun hubungan seks bisa saja terjadi tanpa awalan cinta. Dan hanya kebutuhan fisik yang terpenuhi. Bisa jadi ada sih rasa seneng seneng sedikit, kalau mau dibalut dengan kata yang lebih halus (biar ada alasannya) adalah sayang, dan dengan alasan kepleset atau kecelakaan, terjadilah hubungan persetubuhan(ehm!) tersebut.
TAPI………. Bisakah hubungan seks menghasilkan suatu cinta yang baru….??????? Yang ini perlu ditanyakan yang sudah mengalami proses tersebut. Mungkin kah cinta timbul setelah melakukan persetubuhan (ehm)
Wallahu alam bisawab. Tanyalah pada rumput yang bergoyang…
NB: Maaf kalau kata persetubuhan terlihat vulgar, namun menurut salah satu cerdik cendikia dari Bontang, kata itulah yang paling tepat untuk kegiatan tersebut. :)
Begini ceritanya,...
Salah satu teman menanyakan hal yang sebenarnya tidak aneh dan biasa biasa saja. Bahkan kemungkinan besar sudah banyak yang membahas apa yang ditanyakannya di majalah ataupun buku. Namun terasa cukup menggelitik juga pertanyaan tersebut, karena pada usia usia sekarang ini kematangan dan kedewasaan kita dalam berpikir sangat diuji.
“Apakah beda cinta dengan hubungan seks”.
Pertanyaan simple dan gampang. Namun akan muncul banyak jawaban dari pertanyaan singkat itu.
Cinta? Apakah cinta itu? jawabannya juga terasa agak klise.
Hubungan seks? Nah ini hal tabu yang banyak diminati orang secara sembunyi sembunyi.
Buatku, hubungan seks sangat berkaitan erat dengan kebutuhan fisik (kebutuhan biologis) seseorang (berhubung yang tanya laki laki maka fokusnya tentu saja laki laki), terutama untuk para lelaki yang membutuhkan penyaluran hasrat seksnya yang end up nya berupa pengeluaran sperma. (tul ndak ya?)
Apakah cinta selalu berakhir dengan hubungan seks? Jawabannya belum tentu.
Nah disinilah perbedaan antara cinta dan hubungan seks.
Seseorang (apa lagi laki laki) dapat melakukan hubungan seks dengan siapa saja (asal dia berani menghadapi segala resiko) tanpa cinta. (dan sekali lagi ini tentang laki laki).
Namun cinta sejati tetap ada di hatinya. Entah bagaimana ia dapat mengatur perasaannya untuk hal hal yang seperti itu.
It’s mean,.. hubungan seks itu benar benar kebutuhan fisik. Like makan, minum, dll yang berhubungan dengan rutinitas.
Akan tetapi, ada yang perlu digaris bawahi dalam hal ini (hai para laki laki), hubungan seks buat seorang perempuan adalah bukan suatu keharusan. Hubungan seks bukan suatu kebutuhan fisik, namun kebutuhan non fisik. Kebutuhan batin. Dan tidak dapat dipenuhi jika hanya karena harus. Toh tidak ada sesuatu yang harus dikeluarkan dari bagian tubuh ini. (??? Sorry kalau vulgar).
Hubungan seks tanpa cinta dan hasrat, adalah suatu pemerkosaan or.. trading sex??. atau jika terjadi sedikit pemaksaan karena ada formalitas, bisa disebut pemerkosaan yang terselubung (buat perempuan tentu saja.. karena yang nulis ini kan perempuan, kan ceritanya feminist).
Jadi, jelas ada perbedaan antara cinta dan hubungan seks.
Cinta bisa mendapatkan akhiran hubungan seks yang dalam hal ini akan diperhalus lagi dengan kata ‘make love’ or bercinta dalam bahasa Indonesia, atau kata yang paling benar menurut teman terbaikku adalah bersetubuh (wah...! vulgar lagi. Maaf saudara saudara). Yang tentu saja memuaskan batin kedua belah pihak.
Namun hubungan seks bisa saja terjadi tanpa awalan cinta. Dan hanya kebutuhan fisik yang terpenuhi. Bisa jadi ada sih rasa seneng seneng sedikit, kalau mau dibalut dengan kata yang lebih halus (biar ada alasannya) adalah sayang, dan dengan alasan kepleset atau kecelakaan, terjadilah hubungan persetubuhan(ehm!) tersebut.
TAPI………. Bisakah hubungan seks menghasilkan suatu cinta yang baru….??????? Yang ini perlu ditanyakan yang sudah mengalami proses tersebut. Mungkin kah cinta timbul setelah melakukan persetubuhan (ehm)
Wallahu alam bisawab. Tanyalah pada rumput yang bergoyang…
NB: Maaf kalau kata persetubuhan terlihat vulgar, namun menurut salah satu cerdik cendikia dari Bontang, kata itulah yang paling tepat untuk kegiatan tersebut. :)
Labels:
hal lain yang menarik
Setujuuuuuuuu!
Setujuuudengan tulisan temen di sini. Istilah dia dengan jilbaber membuat aku tersenyum. Memangnya slanker apa.
Anyway, memang seperti itulah kondisi yang berlaku pada masyarakat saat ini. terutama di kota kota besar.
Kadang kadang aku hanya tersenyum jika melihat perilaku beberapa jilbaber (eh jadi ngikut nih) yang benar benar aneh bagi seorang jilbaber. Tentu saja aku tidak boleh nggebyah uyah (bhs.jw). Namun sebagaimana peribahasa nila setitik merusak susu sebelanga kan bisa diterapkan juga dalam hal ini.
Hemm… jadi inget beberapa postingan tentang jilbab di sini, terus di sini, dan di sini
Anyway, memang seperti itulah kondisi yang berlaku pada masyarakat saat ini. terutama di kota kota besar.
Kadang kadang aku hanya tersenyum jika melihat perilaku beberapa jilbaber (eh jadi ngikut nih) yang benar benar aneh bagi seorang jilbaber. Tentu saja aku tidak boleh nggebyah uyah (bhs.jw). Namun sebagaimana peribahasa nila setitik merusak susu sebelanga kan bisa diterapkan juga dalam hal ini.
Hemm… jadi inget beberapa postingan tentang jilbab di sini, terus di sini, dan di sini
Labels:
rerasan
Subscribe to:
Posts (Atom)