Friday, November 06, 2009

Tulisan di fesbuk dan blogger

Ternyata, untuk mengeluarkan uneg uneg yang ada di pikiran saya, tetep enak ke sini. Mengapa?... hanya orang orang sudah tahu gaya saya berpikir akan ke blog saya, dan dapat mengerti mengapa saya begini dan saya begitu.
Di Facebook???? ah... itu memang hanya tempat untuk bermain dan ber haha hihi....
sekali kita mengeluarkan pemikiran yang agak agak abnormal walaupun itu "SAYA BANGET".. ternyata jadi rasanan orang sak hohah...

Saya berharap tulisan saya mendapat tanggapan positit negatif dari komen komen yang masuk, ternyata hanya mendapat komentar yang... positif... dan... anehnya tanggapan negatif saya dapat dari teman teman yang ngomongin saya dibelakang saya...
ALAMAK!!! perempuan banget sih!!!!.
Kenapa sih tidak menggunakan media komentar untuk mengcounter pendapat saya... toh sah sah aja kalau mau berdebat...wekekekek...
Ternyata yang ada, yang positif berani unjuk gigi, yang negatif ndak berani unjuk gigi.ya.
Padahal sepanjang alasan nya kuat.... sah sah aja lho.... wong gratis ini dan ndak bayar pula.

Entah, sebagai perempuan, kadang pengin juga menulis sesuatu yang.. perempuan banget, halus, lembut, feminin...... namun, kebanyakan yang muncul dari ide saya kok selalu bersifat pemberontakan... Selalu mencounter kemapanan yang bersifat munafik, apalagi kalau kemapanan tersebut ada karena hal hal negatif yang ada di belakangnya... selalu berbeda dari alur pendapat orang orang yang normatif...

...
Di fesbuk, jika kita tulis sesuatu, semua orang entah suka atau tidak suka tulisan kita, dia akan membacanya...
Kalau di blogger, hanya orang orang yang tahu gaya tulisan kita yang rutin ke sini....
...
Akan rajin nulis di blogspot lagi ah, daripada di fesbuk...
di fesbuk kebanyakan orang orang yang lebih berani ngomongin orang di belakang daripada beradu pendapat langsung....
.........

Friday, October 09, 2009

Mengapa harus menunggu ada yang hilang....

Lebaran tahun ini, sangat berkesan buatku. Untuk pertama kalinya sejak 10 tahun terakhir, kita (ketiga anak ibu bapakku) dapat berkumpul bersama dengan keluarga masing masing.
Aneh???
iya sih aneh... kita malah biasa berkumpul saat liburan akhir tahun. Itupun tidak lengkap banget.

Lebaran tahun ini, berkumpul semua,komplit. Semua terjadi karena adanya satu hal yang hilang.
Ya, keberadaan Bapak yang meninggal agustus lalu, membuat semua merasa ingin berkumpul lebaran kali ini.

Mengapa, hal ini terjadi setelah Bapak tiada? Mengapa harus menunggu beliau, kita ketiga anaknya merasa harus berkumpul pas lebaran????
Sedih dan haru dan sesal bekecamuk dalam hati. Andai saja beliau masih hidup

Kita ternyata harus dicambuk dulu, untuk dapat merasakan, betapa seharusnya kita dapat berkumpul keluarga saat lebaran. Dulu dulu, saat Bapak masih ada.

Egoisme, dan berbagai alasan, membuat kita semua merasa egois dan merasa benar.
Ah.... kita semua kan tetep pulang ke rumah, walau tidak saat lebaran.

Kehilangan satu dari orang tua kita oleng, membuat kita sadar, bahwa satu saat kita akan kehilangan keduanya.
Jika berkumpul bersama dapat membuat ibu bahagia, mengapa tidak kita lakukan saja????
Waktu kita tidak lama lagi, untuk membahagiakan ibu.

Tuesday, October 06, 2009

No passion

beberapa kejadian bencana alam yang akhir akhir ini terjadi di indonesia membuat saya jadi rada enggan melakukan hal hal yang agak berlebihan.
apalagi setelah saya dua minggu lebih liburan di kampung halaman.
buat saya semua terlihat tragis. sementara saya bersenang senang dengan semua kenangan masa liburan lalu,namun begitu melihat betapa menderitanya saudara saudara kita yang kena bencana alam, semua jadi terlihat tidak adil.....

saya selalu berpikir, betapa tipisnya perbedaan antara fakta yang bersifat positif dan fakta yang bersifat negatif.
akhirnya..... hanya melakukan yang perlu dan harus saya lakukan...hari hari ini....
sebagai bentuk kesadaran, betapa................... hidup ini begitu mudah berubah.. terserah apa yang dikehendaki SUTRADARAnya...
bersiap siap untuk yang terjelek... itu pasti.

Tuesday, September 08, 2009

Reuni... oh reuni....

Entah aku yang kurang kerjaan, atau aku yang kelincahan. Wong ya kerjaan masih sak hohah, tp kok ya sempetnya ikut ngurus reuni ini... reuni itu...
pusiiiiing

Ini gara gara fesbuk,. ...... dunia jadi sejauh jarak mata dan layar monitor...
Semua bisa dikumpulin, dipanggil, dihandle lewat keyboard dan mouse...

hhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!
mudah mudah an kualitas kerja ku tidak jadi lebih berkurang dibanding dengan sebelum aku join fesbuk ya.....

Wednesday, September 02, 2009

Warung Kopi di Pontianak (Pontianak - 3)

Ada yang cukup menarik perhatian saya setelah beberapa kali pergi dan tinggal di pontianak untuk beberapa saat. Warung kopinya. Iya, warung kopi yang bertebaran di seluruh penjuru kota memberikan ciri khas sendiri di kota itu. Tadinya, saya berharap warung kopi tersebut akan memiliki fasilitas cafe spt di Jakarta. Namun, ternyata yang namanya warung kopi, ya bener bener warung kopi. Di jalan Gajah Mada, tempat saya menginap, entah ada berapa warung kopi, yang pasti jika dihitung dengan jari, seluruh jari kaki dan tangan saya tidak cukup untuk menghitungnya.

Warung kopi di sini sudah buka mulai pagi, sekitar jam 9 pagi. Dan akan tutup sampai lewat tengah malam. Tempat tersebut hanya menjual kopi, kopi susu dan teh. Tidak ada jenis minuman lain. Makanan kecil??? jangan harap. Rata-rata satu cangkir kopi seharga Rp.3.000,-. Kopinya.. cukup enak. Ya paling ndak.. ndak banyak campuran jagungnya.. Masih cukup bisa dinikmati.
Tadinya, saya pikir jika siang siang warung kopi itu akan sepi pengunjung. Namun, perkiraan saya ternyata meleset. Dari pagi, siang dan sore, tetap ada saja yang nongkrong di warung-warung kopi tersebut. Dan jangan tanya jika malam hari, penuhnya itu warung kopi.
Saya lihat, pengunjung memang hanya pesan kopi, ngobrol, berkelompok satu meja. Entah apa yang mereka bicarakan, namun tetep saja saya masih belum bisa mengerti, apa asiknya nongkrong di warung kopi di siang hari bolong begitu.
Lain halnya jika kita nongkrong di warung kopi ala cafe di mal mal, ber AC kan, ndak panas, lihat lalulalang orang orang cantik.
Lha ini, warung kopi dipinggir jalan, panas, berdebu dan....... berkeringat...hahaha

Suatu hari di hari libur, saat saya dan teman saya kebingungan mau ngapain karena hari itu tanggal merah, saya iseng iseng ngajak nongkrong di warung kopi jam 9 pagi.
Dan hasilnya,.......... okeee juga. Beli kopi satu cangkir, bawa satu koran, bawa satu kantong kue kering, nongkronglah kita di warung kopi itu selama 3 jam. wakakakakak!!! Hanya menghabiskan 6 ribu rupiah!
Wah, berapa puluh ribu harus kita habiskan jika ingin nongkrong begini di cafe di Jakarta.
Saya lihat beberapa meja yang terisi, semua berisi orang orang yang saling berbicara satu sama lain, entah diskusi, entah ngegosip entah hanya ber haha hehe... namun yang nongkrong dan baca koran hanya saya berdua teman saya.

Di kali lain, saat saya dengan sengaja mengelilingi kota Pontianak dengan menggunakan kendaraan umum sekitar pukul 1 or 2 siang, saya menemukan banyak warung kopi lain yang ukurannya lebih kecil dari warung warung kopi di jalan Gajah Mada. Dan, di siang bolong seperti itu pun, ternyata ada juga pengunjung warung-warung kopi tersebut. Ada yang berseragam, ada yang lain.
Tidak ada bedanya dengan pagi dan malam hari.
Mayoritas penduduk kota Pontiana, tercermin dari pengunjung warung warung kopi tersebut. Banyak penongkrong warung kopi adalah orang orang Cina, yang sangat akan mustahil kita temukan mereka akan bersedia nongkron di warung kopi pinggir jalan di kota Jakarta, Semarang dan kota kota besar lainnya.

Uniknya lagi, penyajian secangkir kopi di tempat tersebut ditemani oleh sendok bebek logam. Waow!! biasa menyruput kopi dari sendok teh sedikit demi sedikit, jadi menyruput kopi dari sendok bebek. Hihihii!