Thursday, September 28, 2017

Atap dunia

Mengetahui salah satu teman sedang berada di nepal, dan hiking di pegunungan Himalaya, rasanya saya langsung jadi orang jahat.
Iri seiri irinya kepada dia. Mengapa dia mendapatkan kesempatan itu, dan saya tidak.

Tak semua orang mampu mau kesana, tak semua orang mau, mampu ke sana.

disitu saya merasa sangat merana.

Monday, September 25, 2017

Aroma nasi goreng babat.

Tadi dalam perjalanan ke kantor,  tiba tiba aroma masakan menyergap hidung. Aroma yang langsung mengingatkanku pada masa kecilku. 
Ya, dulu aku tinggal di Kampung Malang, Semarang. Salah satu kampung lama di Semarang yang berada di sekitar Bubakan. Penjual nasi goreng biasa lewat malam hari di kampungku. 
Ibuku yang tidak mampu beli nasi goreng babat yang dijajakan, biasanya punya akal dengan memasakkan nasi di rumah yang kadang agak banyak untuk dimasakkan oleh tukang nasi goreng keliling itu.
Paling tidak, bau bau nasi goreng belinya ada.
Baunya amboiii....sambel yang digongso, dan..irisan babat kesetnya yang kecil kecil, terpateri erat di ingatan.
...
Kapan hari aku coba nostalgia dengan nasi goreng babat di jembatan Berok, namun agak kecewa, karena aromanya tidak nostalgia banget.
Saya jadi penasaran, tadi yang saya lewatin warung makan apa ya?.... besok kalau lewat dan bau nostalgia itu ada, aku akan langsung turun dari angkot ah.

Tuesday, July 21, 2015

Semeru, napak tilas jalinan persaudaraan (1)

Semeru. Salah satu tempat yg jadi obsesi para pendaki gunung. Juga obsesi saya.
Saya punya mimpi jalan bertiga dengan adik-adik ke sana. Ya. Hanya bertiga.
Memperingati jalan hidup kami yang sudah 40 tahun lewat. Mensyukuri hidup kami yang sampai saat ini, Alhamdulillah Puji Tuhan dapat dianggap baik baik saja.
Saya ingat, kami bertiga di masa kecil termasuk saudara yg rukun. Berantem. Itu pasti. Yah. Seperti layaknya hubungan antar saudara pada umumnya.

Singkat cerita, lewat komunikasi dan diskusi singkat via watsap, kami sekarang dalam perjalanan menuju Malang dan langsung ke Ranupani. Mewujudkan obsesiku.

Bertiga saja rasanya tidak mungkin, perlu supporter mengingat usia tidak muda lagi. Anak dan keponakan kuajak utk membantuku dalam perjalanan spiritual ini.
Persiapan fisik seadanya, aku yg biasa ke lapangan rasanya masih mampu. Walau mungkin tidak cepat. Pelan namun pasti.

Rute yang diambil, Semarang Solo Ngawi....Batu dan langsung ke Ranupani.
Rencana nyopir gantian dg adik.

semangat membuncah di dada. Semoga fisik mendukungku.

(bersambung)

Sunday, April 12, 2015

Saat yang tepat

tepatkah saat usia almost 50, kita masih memulai hal baru lagi?

Sunday, February 22, 2015

Jeda

Jeda beberapa hari setelah perjalanan jauh dan lama di pedalaman Teluk Wondama membuatku tersentak, betapa saya sudah semakin tua. Betapa tidak? sebentar lagi hampir setengah abad.
Wow banget kan?
Beberapa perjalanan terlewati tanpa tertulis di blog ini. Bukan masalah malas sih, namun waktu rasanya terlalu pendek. Jeda yang ada kadang lebih enak untuk dijadikan saat berleha leha nonton film film di chanel kriminal satu itu.
Salah kah ?
Ah kalau pun salah juga apa peduliku, waktu sudah terlewat.

Kadang, niat banget mau nulis catatan perjalanan. Tapi, begitu sudah di depan laptop, malas menyerang dan deadline laporan menggantikan tempat. Ide cerita langsung melayang.

Teguran teman membuat ku sadar, bahwa seharusnya saya punya banyak catatan perjalananan.
Ah mudah-mudahan ada waktu senggang ke depan.

wait n see