Monday, December 20, 2004

WE' RE BACK

Akhirnya setelah selama 15 tahun kita menunggu suatu prestasi yang agak nyata, marching band ugm kembali dapat naik ke posisi 3 besar pada GPMB XXI tahun 2004. memang tidak mudah, karena membutuhkan perjuangan yang berat baik fisik maupun mental. Apalagi setelah beberapa kali GPMB kita hanya berada di urutan 3 terbawah.
Namun ternyata absennya UGM tahun lalu pada untuk melakukan instropeksi akan tim dan kekuatannya, ternyata mendapatkan imbalan yang cukup membanggakan.
Tidak sia sia para alumni mb-ugm tak henti hentinya memberikan spirit dan dorongan bahkan lecutan untuk mereka agar tidak memalukan almamater.
Tantangan untuk MENANG, atau TIDAK USAH MAIN SAMA SEKALI, memberikan lecutan yang berarti, hingga mereka menghasilkan materi yang cukup lumayan.
Namun kita juga sadar, beban berat para pemain yang rata rata adalah mahasiswa yang direcoki dengan biaya spp yang mahal, sehingga mereka tidak boleh main main dalam tiap semesternya, memang merupakan pilihan pisau bermata dua.
Jadi memang, masing masing pemain harus pandai pandai menyiasati tugas kuliah dan tugas berlatih dengan amat sangat. Atau salah satunya akan dikorbankan.
Sebagai salah satu eks anggota mb ugm, melihat adik adik bermain dengan cukup bagus, rasanya, seperti melihat kembali ugm di masa lalu. Yang penuh dengan kreatifitas, walaupun yang sekarang ini belum sekreatif di masa lalu, mengingat latar belakang pergaulan mahasiswa sekarang juga sangat sangat berbeda dengan masa 15 atau 20 tahun yang lalu. Yang sangat miskin informasi dan komunikasi.
Namun bagaimanapun, kita sudah cukup lega, dapat duduk kembali ke 3 besar. Tinggal perjuangan ke depan, salah satu target adalah mengalahkan MB UI.

Hymne UGM, yang kemaren kami nyanyikan bersama sama dengan adik adik pemain, ternyata masih cukup ampuh untuk membuat bulu kudukku merinding. Terharu.
Ternyata UGM masih cukup layak untuk menjadi salah satu yang tercinta dalam hidupku.

BAKTI KAMI MAHASISWA GADJAH MADA SEMUA
KUBERJANJI MEMENUHI PANGGILAN BANGSAKU
DI DALAM PANCASILA MU JIWA SELURUH NUSAKU
KUJUNJUNG KEBUDAYAANMU
KEJAYAAN INDONESIA

Friday, December 17, 2004

KESETIAAN DAN LOYALITAS

Kesetiaan adalah sebuah kata yang bermakna sangat positif. Identik dengan loyalitas.
Loyalitas seseorang terhadap sesuatu, dapat memberikan dampak positif dan negative sekaligus kepada dirinya. Tergantung kepada bagaimana yang diyakininya itu berpengaruh kepada dirinya.
Apa jadinya jika suatu loyalitas, ternyata malah merugikan diri sendiri. Memasung kreatifitas. Mengabaikan ambisi. Mengaburkan tujuan.
Apakah lebih baik kita mengabaikan loyalitas, apabila kita sudah merasakan negatifnya efek loyalitas tersebut?
Dan kemudian kita akan disebut sebagai orang yang tidak loyal??? Tidak setia???
Pentingkah anggapan orang akan diri kita???
Mungkin kita harus berpikir ulang lagi.
Lets say,… jaman orde baru. Karena loyalnya para bawahan kepada atasannya, sehingga jadilah korupsi atasan akan tersamar, karena bawahan hanya akan mengangguk angguk. Sementara yang berusaha tidak mengikuti arus korupsi, akan dijauhi dari teman dan dijauhkan dari proyek juga. Dengan demikian, sudah tidak punya teman, tak dapat uang tambahan juga.
Itu di kalangan pegawai pemerintah.

Bagaimana di dalam suatu kehidupan sehari hari. Pentingkah kita mempertahankan loyalitas jika imbalan yang kita dapat tidak sesuai dengan loyalitas yang kita berikan.
Apakah loyalitas itu memiliki harga???
Bagaimana dengan kesetiaan?? Apakah kesetiaan juga memiliki harga???
Tentu saja.
Namun nilai masing masing berbeda. Harap dicatat. Ada hal yang tidak dapat dinilai dengan uang. Bahkan dengan uang yang milyaran rupiah pun (benarkah???)

Wednesday, December 08, 2004

Senyum untuk sebuah pertanyaan seorang anak lelaki berumur 4 tahun

Tiba tiba saja, anakku yang berumur 4 tahun menanyakan sesuatu hal yang membuat aku tersenyum. Walaupun itu pertanyaan yang mempunyai esensi sama dengan pertanyaan pertanyaan dia sbelumnya tentang beda seorang perempuan dan laki laki.
Namun macam pertanyaan dia kali ini agak mengejutkan.
" Bu, kenapa titit dinda dipotong sama pak dokter?"... (ha?!!!) "Memang kenapa mas?"... "itu dinda kan titit e ndak ada, kan dipotong sama pak dokter".
Hhh gimana ya cara menjelaskannya?
mmm... palingan aku cuma bisa menjawab gini.." bukan dipotong mas... tapi ya memang itu bedanya. mas perampuan apa laki laki?"
"laki-laki" terus..."dinda perempuan apa laki laki?"... "perempuan"
Nah itulah... makanya titit dimas dan dinda beda.

Sebenarnya ada banyak pertanyaan, seperti misalnya: "bu dinda kok pipisnya beda?"..."aku berdiri dinda kok jongkok"..
dan... jawaban yang kuberikan juga tidak jauh beda dengan yang diatas...

Namun ada akibatnya saat si adik dengar pertanyaan seperti ini... karena ia kemudian kalau pipis jadiikut ikutan berdiri.. seperti kakaknya..... :) (tidak mau kalah)

Saturday, December 04, 2004

TAHU KUPAT MAGELANG

Tahu kupat setahuku hanya ada di kota Magelang. dan hanya tahu kupat warung pojok yang aku tahu sejak aku kecil. Saat aku melakukan perjalanan semarang purworejo ke tempat nenek, tahu kupat magelang menjadi langganan untuk jajan dan jadi tempat yang menjadi favoritku bahkan sampai saat ini. Dan hanya di warung pojok itulah aku selalu membeli tahu kupat, ditempat lain di magelang?... tidak pernah.

Memang ada sih di Jakarta, di daerah Lebak Bulus dan ada cabangnya di daerah jalan saharjo, tapi berani taruhan? Pasti tidak seenak tahu kupat warung pojok Magelang.

Tahu kupat adalah makanan sejenis… apa ya?.. yang pasti terdiri dari ketupat, tahu putih yang digoreng diberi tauge diatasnya dan kemudian disiram dengan bumbu kacang yang agak encer. Bumbunya? Jangan Tanya. Aku tidak tahu. Tidak lupa taburan bawang goreng. Mmm yummi. Tentu saja panas, karena dia menggoreng tahunya hanya kalau ada pengunjung yang memesan. (mungkin ada yang hampir seperti itu di beberapa daerah lain, namun materinya pasti tidak sama, dan tentu saja aku yakin sekali, rasanya pasti berbeda jauh.

Hmmm… kangennya aku makan tahu kupat di warung pojok itu. sayang sekali, kemarin mudik tidak bisa merasakan kenikmatannya. You know why? Saat aku tiba di sana, tahu kupatnya………….. HABIS.
Kasihan ya? Kemecernya sudah sejak berangkat mudik, eh ternyata gagal total.
Akhirnyalah sampai sekarang masih terbayang terus tahu kupat warung pojok di Magelang itu.

Thursday, December 02, 2004


republik togog. gambaran republik indonesia kita tercinta. Posted by Hello