Thursday, January 04, 2007

Cari Suami Yang Pinter...

Minggu lalu saat saya harus mengambil buku rapor anak saya yang di sekolah dasar, terjadilah perbincangan antara dua orang ibu yang duduk di depan saya saat sedang menunggu giliran mengambil rapor.
(saya sebenarnya tidak bermaksud menguping pembicaraan mereka, namun dengan tidak langsung pembicaraan mereka terdengar oleh telinga saya)
inilah kutipan sedikit dari pembicaraan mereka:
….
Ibu X : wah gue ndak tahu ini, nadia bisa dapat rangking atau tidak. Kalau rapor bayangan kemarin sih, kata bu ayu dapat ranking 1. Nah rapor yang beneran ini gimana belum punya bayangan.
Ibu Y : iya ya. Wah kalau anak gue sih sepertinya tidak masuk ranking.
Ibu X : Ah, tidak usah terlalu dipikirkan soal ranking. Yang penting anak anak dapat mengikuti pelajaran.
Ibu Y : iya. Lagian gue orangnya yang tidak terlalu menekankan supaya anak gue masuk ranking. Perempuan ini. Tidak usah terlalu pinter pinter. Yang penting, besok aja, cari suami yang pinter.
Ibu X : iya ya..


Dalam hati saya berkomentar, hari gini, masih ada seorang perempuan yang berpikir seperti itu. Alamak.
“Cari aja suami yang pinter. “
Aduh aduh…… kalimat apa itu? Jaman sudah berubah begini, kok masih primitif begitu cita citanya.
Untung saya tidak begitu kenal dengan Ibu Y yang berkomentar tersebut, coba kalau saya kenal dekat, sudah saya protes habis habis an cara berpikirnya yang sangat kuno itu.

2 comments:

Anonymous said...

aku rasa bukan kuno kok ret... tapi realistis, apa salahnya nyari suami yang pinter? sama seperti nyari Istri yang pinter.. asal gak keminter.. hahahahaha

SinceYen said...

hahahaha...
baca ceritamu ama baca komentar bapak bingung di atas..