Tuesday, April 11, 2006

Krim Pemutih Wajah. Benarkah???

I. Maukah anda memakai berwajah lebih putih ??

Begitu banyak produk kosmetik dengan tujuan memutihkan wajah akhir akhir ini. Whitening cream sebutan pasarnya.
Sebenarnya, apa sih tujuan dibuatnya pemutih wajah ini? Supaya wajah lebih putih? Atau lebih terang? Atau lebih cerah?
Beberapa iklan produk tersebut di media televise menyebutkan tujuan produk ini, diantaranya pada iklan PONDS yang saya dengar adalah, “agar wajah anda tampak lebih putih”.

Apakah benar, krim tersebut dapat membuat wajah lebih putih? Atau mungkin sebenarnya bukan lebih putih sebarusnya, namun lebih terang beberapa persen dari kulit aslinya. Namun untuk menarik orang membeli produk mereka, maka dikatakanlah bahwa kulit anda akan tampak lebih putih.
Untuk siapakah produk tersebut dibuat? Untuk orang orang yang berkulit gelap? Ataukah untuk orang orang yang sudah berkulit terang (atau berkulit putih bahasa yang umum dipakai)? Atau untuk siapa?
Kalau memang untuk yang berkulit gelap, benarkah krim tersebut dapat membuat kulit kulit yang gelap menjadi lebih terang. Jadi kalau kulitnya sawo matang, setelah rutin memakai krim pemutih, maka kulitnya akan menjadi kulit sawo mentah? Begitu? Atau malah mungkin jadi kuning langsat.
Amboi!!!!

Sedangkan kalau krim pemutih itu untuk yang berkulit terang, atau sudah berkulit kuning langsat, maka akan menjadi kuning gading? Atau malah akan jadi seputih porselin cina?

Ah, tak tahulah awak. Apa sebenarnya maksud pembuatan produk krim pemutih tersebut.

Rasanya akan jadi aneh ya, kalau kulit kita sawo matang, tp di bagian wajah kok jadi putih. Bukannya malah jadi lucu. Jadi blang blonteng. Malah ndak lucu toh??? Dikira orang malah jadi seperti memakai topeng kan?


II. Perempuan lebih senang bermimpi???

Selalu perempuan, yang menjadi obyek produk krim pemutih tersebut dalam media iklan. Hanya perempuan. Kenapa laki laki tidak dijadikan obyek juga ya? Aneh. Padahal yang punya kulit gelap kan tidak hanya perempuan, tapi juga lelaki. Jadi, kenapa laki laki tidak ada yang dijadikan obyek iklan untuk krim pemutih?

Buat saya pribadi, terdapat tujuan yang tidak jelas dari pembuatan krim pemutih tersebut. Disamping itu adanya produk tersebut merupakan hal yang tidak masuk akal. Mengapa saya bilang tidak masuk akal?
Ya .. karena, mengapa orang harus repot repot mengubah kenampakan fisik mereka? Yang memang sudah jadi bawaan lahir. Tidak ada salahnya kan orang punya kulit gelap? Mengapa harus repot memutihkan diri dengan cara yang cukup riskan? Ya. ..saya sebut riskan, karena kita kan tidak tahu efek krim tersebut beberapa puluh tahun mendatang. Mengingat produk krim tersebut kebanyakan masih diproduksi belum lama. Kita tidak tahu, entah, apa yang terjadi pada pemakai 20 tahun lagi? 30 tahun lagi? 40 tahun lagi?

Iklan mengatakan image perempuan cantik adalah yang berkulit putih, dan dengan sengaja hal tersebut ditancapkan ke pemikiran massa oleh media iklan product tersebut.

Seharusnya hal tersebut harus diubah.
Hal yang perlu ditanamkan adalah, bahwa ada banyak hal lain yang lebih penting daripada hanya memikirkan penampilan fisik. Bahwa perempuan tidak harus hanya memikirkan penampilan fisiknya.
Bahwa focus kepada kemandirian perempuan harusnya lebih ditonjolkan. Originalitas itu lebih penting.
Tidak memfokuskan pada penampakan luar yang bersifat palsu belaka dan hanya sementara. Iya, saya sebut sementara karena beberapa rekan yang rutin memakai krim krim semacam produk tersebut, jika menghentikan pemakaian krim tersebut, penampilan nya jadi biasa lagi. Tidak cemerlang lagi (cieee..!!!). Jadi.. itu bersifat sementara kan????

Dan bisa disebut palsu, karena kalau aslinya kulitnya item, tapi tahu tahu wajahnya putih. Jadi berarti kulit wajahnya palsu kan?

Back to perempuan sebagai obyek iklan produk pemutih.
Dalam hal ini, jelas jelas produk pemutih ini benar benar meng- under estimate – perempuan secara fisik. Coba kalau tidak begitu, berani ndak itu iklan pakai model laki laki.
Dengan hanya memakai model perempuan, sama saja mereka berpendapat bahwa hanya perempuan yang senang memalsukan diri. Perempuan tidak berani menjadi diri sendiri yang sebenarnya. Perempuan suka bermimpi menjadi lebih dari apa yang sebenarnya dimilikinya. Begitu kan?

Coba kalau memang krim pemutih itu dibuat untuk memutihkan kulit wajah, kenapa juga tidak dibikin iklannya yang versi laki laki. Jadi seimbang.
Saya yakin kok, sekarang ini juga mulai banyak laki laki yang sangat mementingkan penampilan fisiknya. Entah itu creambath, massage, facial, dan sebagainya.
Jadi… tidak hanya perempuan kan seharusnya yang jadi obyek iklan tersebut? Laki laki juga dapat dijadikan korban iklan tersebut.

NB: Tulisan diatas tidak bermaksud memberi cap negatif terhadap produk krim pemutih. Juga bukan karena penulis sendiri berkulit gelap namun tidak termasuk pengguna produk krim krim pemutih tersebut.
Namun semata mata merupakan bentuk keprihatinan atas maraknya produk produk yang maksud dan tujuannya tidak jelas, dan menganggap perempuan senang diberi mimpi demi sebuah penampilan.
Lagian, kenapa tidak dibuat produk krim pemutih untuk seluruh tubuh, tidak hanya wajah belaka yang diputihkan? Pasti bakalan lebih laku....

Tabik!!

5 comments:

Arie said...

Aku comment sedikit ya Sha...

Mungkin seperti postingan kamu sebelumnya ttg adanya perbedaan yang significant antara pria dan wanita... hal ini lah menjadikan para pemodal berangkat ke biz yang banyak terkait dengan aktivitas wanita.

Baik itu produk untuk wanita itu atau produk turunannya (maksudnya produk produk untuk anak-anak he he he.

Pertanyaan kamu kenapa ?, ya jelas karena banyak wanita yang mengunakan dominasi perasaannya pada saat menbuat keputusan maka cenderung subjectifitas lah yang dikedepankan termasuk di dalam penilaian terhadap dirinya sendiri, bagi hampir semua wanita penampilan adalah hampir segala-galanya.

Inilah yang di tangkap para pemilik modal yang ingin dananya balik cepat, aman dan menguntungkan tentunya.

Lain dengan lelaki yang cenderung lebih meng-umakan logikanya maka lelaki cenderung untuk mengejar sebanyak banyaknya pendapatan sebab mereka cenderung menilai dengan logika di mana bagi mereka dengan uang/ dan turunannya dapat membuat meraka lebih di hargai dibanding dgn penampilannya (walau ada sebagian pria sekarang cenderung pesolek yaaa)

Anonymous said...

as simple as: perempuan menjadi market target. korporasi didukung pula oleh statistik2 konsumen. dan pendekatan penjualan mereka, tentunya, didasarkan pada statistik itu.

pendekatan yang paling netral untuk melihat penjualan produk kecantikan seperti pemutih, setidaknya menurut gw lho mbak, mungkin adalah pendekatan pasar. yang mana yang paling mendatangkan kapital!

hiks.

nl said...

kalo gak salah dulu ada produk kecantikan yang pake tagline 'tidak harus putih utk cantik..' tapi sptnya kalah bersaing ya..?!

ttg iklan pemutih ini, cowok juga banyak yang tertarik loh, ada temenku yg kulitnya agak 'gelap' pas liat di kamarnya, memakai produk2 pemutih.. :)

Anonymous said...

banyak cowok nggak tau kalo banyak wanita yang suka sama laki2 berkulit coklat! hehehehe..... kalo cowok sampe pake produk pemutih, wah... kemana ajaa bung? ya gak sha?

lucy said...

bingung yah... aku putih, tapi malah ingin lebih coklat... udah berjemur tapi gak coklat2 tuh heheheheh