Monday, April 24, 2006

Tolak Pornografi dan Pornoaksi TANPA RUU APP

Ternyata masih banyak orang yang berpikiran sangat sangat simple. Bahwa RUU APP hanyalah sekedar untuk menolak pornografi dan pornoaksi. Hal ini terungkap dalam beberapa kali adu argumen dengan beberapa orang teman yang dengan gampangnya menganggap bahwa RUU APP adalah sarana untuk menolak pornografi dan pornoaksi. Ini berarti sosialisasi isi dari RUU APP ini belum dapat diserap seluruhnya oleh masyarakat.
Argumen yang muncul pun begitu menggampangkan bahwa kalau RUU APP disetujui, urusan pornografi dan pornoaksi bakalan bisa dicegah dan tangkal.
(ada seorang temen bahkan berkata,aku sih setuju aja , karena aku tidak ingin anak anakku dijejali dengan goyang goyang seperti inul di televisi)
Sedangkal itukah pemikiran mereka tentang RUU APP. Ini tidak sekedar hanya goyangan Inul or siapapun yang punya goyang heboh. RUU APP lebih dari semua itu. Urusan goyang inul mah gampang, Stasiun televisi nya aja yang diperketat dalam menampilkan acara acaranya...

Namun, lebih dari sekedar goyang atau gambar seksi.

Tidakkah mereka melihat bahwa ada banyak hal yang samar samar terlihat dari RUU APP tersebut. Hal hal yang membuat ragamnya budaya di negara Indonesia ini akan menjadi lebih tersamar. Hanya demi alasan anti pornografi dan porno aksi.
Adat istiadat juga bakal menjadi samar samar tercerabut dari masyarakatnya.

Tentu saja saya bukan pendukung pornografi dan pornoaksi. Saya juga menolak dengan tegas obyek perempuan untuk dijadikan bagian dari unsur pornografi dan pornoaksi.
Namun menurut saya, pornografi dan pornoaksi dapat ditangkal dari UU yang terkait dengan hal hal tersebut. Ada banyak kok UU yang dapat diterapkan untuk mencegah dan menangkal pornografi dan porno aksi tersebut.
Tolak pornografi dan pornoaksi tanpa adanya RUU APP . Pertegas UU Penyiaran, perjelas UU Pers, dan UU lain yang berkaitan dengan hal hal tersebut.

Indonesia adalah negara dengan begitu banyak ragam budaya, tak bisa lah dijadikan seragam, supaya semua daerah sepakat dengan definisi pornografi dan pornoaksi yang akan dijadikan RUU APP.
Porno di Jakarta, belum tentu porno di Papua.
Tabu di Jakarta, belum tentu tabu di Menado.
Seksi di Jakarta, belum tentu terlihat seksi di Mentawai.
Semlohai di Jakarta, belum tentu semlohai di Bali.

Begitu banyak yang harus dipertimbangkan dan dilihat kembali oleh para penyusun RUU APP.
Dan tolong sekali lagi, jangan bawa domain agama dalam melihat RUU APP ini, karena kalau sudah melihatnya dari domain agama, orang akan menjadi merasa berhak untuk meng-AMIN-i semua yang ada di RUU APP. Dan semua tokoh merasa menjadi tangan Tuhan, bahwa mereka merasa wajib untuk berdoa berjamaah hanya untuk menggolkan RUU APP. Wow! begitu muskil!!

Apakah yang menolak RUU APP berarti mendukung pornografi dan pornoaksi.
TIDAK!!!
Dalam diri mereka, juga pasti tidak setuju dengan pornografi dan pornoaksi,
Namun bukan demikian caranya. Menyeragamkan orang Indonesia dalam memandang pornografi dan pornoaksi.
Bisa bisa.. akan banyak orang Bali, orang Mentawai, orang Dayak,orang papua .. dan lain sebagainya masuk bui.

Say NO untuk pornografi dan pornoaksi... WITHOUT RUU APP.
RUU APP adalah musibah bagi bhinneka tunggal ika. Musibah bagi keragaman budaya Indonesia....

4 comments:

nl said...

picik! banyak orang yang picik. tidak bisa membedakan. celakanya orang-orang ini malah berkoar-koar dan yang paling ribut.

setuju.
Say NO untuk pornografi dan pornoaksi... WITHOUT RUU APP.

SinceYen said...

Terus terang saya ngakak saat diberitahu oleh seorang teman ttg RUU APP. Asli bingung apa maksudnya nih??

Apa sebenarnya yang ada di balik RUU APP ini? Perhatian kita sebenarnya sedang dialihkan dari dari masalah yang mana?

Setuju,
Say NO untuk pornografi dan pornoaksi... WITHOUT RUU APP.

igouw said...

RUU APP keliatannya sih cuma proyek mercu suarnya beberapa bapak2 di dewan atas sana, Agar masyarakat liat : " ini lhoo kita kita ini suci kabeh kok, ndak pernah punya gendakan, ndak punya istri muda, ndak foya2 di klab malam atau ngabisin duit beli artis2 dangdut yang seksi buat dipake semalem..." hahaha, padahal IYA? *sorry pak, abis saya tau sih ada beberapa bapak2 yang gitu :P...

Padahal mungkin diatas sana juga yang setuju dan gak setuju pasti ada tuh sama RUU APP ini, cuman musti jaim dong, daripada di recall? ya to pak?

Ah lucu memang negara kita ini.... kasihan masyarakat cuma di iming-imingi gambaran UTOPIA yang adil makmur dan sejahtera.... tanpa pornografi? hahahaha! bisa nyegah MTV? bisa nyegah Holywood masuk? bisa nyegah Warner nembus udara? wah kayanya nanti ada UU anti Televisi dan alat Komunikasi... Lengkaplah penderitaan bangsa ini... udah mah masuk kategori dunia ketiga, nanti bisa2 naek kelas ke dunia ke 4! Horeee! kalo iya gitu.. aku Pindah sekolah aja aaah!

Anonymous said...

itulah, sampe bingung, yang goblok itu sebenernya siapa sih? Udah sering urun suara, tp teuteup aja masalah ini gak dillihat scara whole picture. Binun.....