Sunday, September 30, 2007

Para Pencari Tuhan

Saya bukan termasuk orang yang suka melihat jenis cerita sinetron yang ada di tv tv swasta Indonesia. Bukan masalah produksi dalam negeri atau ndak... namun sptnya tidak ada yang membuat saya tertarik ingin menontonnya.

Namun, di bulan Puasa ini tiba tiba jadi seneng nonton sinetron Para Pencari Tuhan. Awalnya saya tidak menyangka ada sinetron di saat sahur. Saya sudah terlanjur skeptis dengan segala sinetron yang memakai background thema nya yang sok relijius gitu. Tidak kondusif. Membuat bodoh masyarakat.
Nah.. gara-gara sebel lihat berbagi acara saat sahur yang semuanya serba cekakak cekikik tidak jelas dan terlalu dibuat buat... walaupun bintang tamunya sepertinya ya makhluk makhluk berkualitas gitu (baik fisik maupun non fisiknya).. namun sumpah... acaranya bikin orang jadi tidak pinter.
Kok bisa ya produser acara kok ndak punya visi dan misi gitu ya dalam bikin suatu acara.


Then, pas nyantol di stasiun SCTV (padahal sumpah! saya jarang nyantol di stasiun ini gara gara ini stasiun kebanyakan acara sinetron) nemu sinetron ini deh, "PARA PENCARI TUHAN". Tentu saja daya tarik pertama adalah tokoh Deddy Mizwar. Saya rada seneng dengan aktor ini. Entah. Mungkin karena rada punya idealisme juga orang ini, makanya saya seneng. Sebagaimana cerita dia di Lorong Waktu, atawa Kiamat Sudah Dekat
Ceritanya, ternyata cukup menarik.

Enteng, tapi berbobot.
Berbobot, tapi enteng.
Ada getir.
Ada khawatir.
Ada harapan.
Ada kepercayaan.
Ada kritis.
Ada ironis.
Begitulah.

Bingung kan? Tapi itulah yang tersirat maupun yang tersurat.
Anak saya yang sulung juga lebih senang melihat cerita ini daripada nonton acara acara ndak bermutu lainnya.

So..... dpd lihat acara cekakak cekikik yang ndak keruan juntrungnya... ayo lihat Para Pencari Tuhan.

Monday, September 24, 2007

Ternyata mid test itu ulangan...?

Minggu lalu anak-anak disibukkan dengan kegiatan ulangan-ulangan harian.
Nah, hari Jumat lalu si bontot bilang....

"Bu, kata bu Ayu minggu depan sudah tidak ada ulangan-ulangan lagi. Tapi mid test"

Saya kemudian mencoba menjelaskan apa itu midtest. Namun sepertinya dia belum begitu mengerti.

Nah hari ini tadi, dia hari pertama midtest. Saya mengantar dan kemudian seperti biasa langsung ke kantor.

Jam 13.30.
Baru saja dia telpon saya dan bilang

"Bu, ternyata midtest itu sama dengan ulangan ya bu..."

Huehehe.... dasar bontot..

Saturday, September 22, 2007

Kemarin berbuka puasa bareng sepupu-sepupu di tempat mahal. Entah apa yang membuat mereka punya ide untuk berbuka di tempat tersebut. Tempat yang buat saya high class banget. Namun, saya hanya ambil hikmah positifnya, sekali sekali ndak papa lah. Belajar jadi orang kaya. Biar kalau jadi orang kaya beneran ndak kaget dan malu malu in kalau diajak makan ke tempat mahal.

Tahu ndak apa komentar sepupu-sepupu saya melihat kemunculan saya?
Wah.. kok jadi tambah item? Saya pikir, wah kemajuan… ada yang bias komentar kalau saya tambah item. Perasaan saya sudah item dari dulu dulu. Kalau ada yang komentar saya tambah item pastilah kemaren kemaren saya agak terang… hehehe.

Mendengar cerita saya bahwa saya habis ke papua, mereka Cuma komentar, ah memang saya dari dulu memang suka aneh aneh.

Friday, September 21, 2007

Di atas langit ada negeri di atas awan

Negeri di atas awan

ada yang bisa menebak, dua gunung tersebut gunung apa saja? kalau feeling saya mengatakan itu gunung sumbing dan gunung sindoro

Di atas langit



kalau berjalan di atas awan itu memungkinkan, pasti saya sudah keluar dari pesawat kecil berpenumpang 18 ini lewat jendela, dan bermain-main di atas karpet awan ini.

Langit di atas







entah kenapa saya senang memperhatikan bentuk bentuk awan yang indah di langit.
penuh misteri






Tuesday, September 18, 2007

Berburu Senja Indah di Kaimana

lirik lagunya Alfian sih begini,
Kan kuingat slalu
Kan kukenang slalu
Senja Indah Senja di Kaimana
.....

entah, pak Alfian ini ke Kaimana nya kapan... yang pasti jaman belum ada pesawat terbang mau mampir ke sini kali ya?

the truth is...
tidak selalu ada senja indah di Kaimana.
Awan selalu menggantung di atas kota begitu sore tiba. Jadi boro boro bisa lihat senja indah, dapet sore yang ndak gerimis or hujan aja, sudah untung.
Benar, curah hujan di daerah ini cukup tinggi dalam setahun. Dalam 365 hari, hampir 3/4 nya selalu ada hujan setiap hari. Entah itu hanya hujan ringan, hujan lebat, baik sebentar atau lama, selalu ada.
Hari hari terakhir saya gunakan untuk berburu sunset di Kaimana ini. Jika saya sudah senang melihat langit tanpa awan di sore hari, tiba tiba dalam hitungan menit, berubah, awan datang dari arah gunung. Beriringan....
Langsung pupus harapan lihat senja indah yang bersih dari awan lah.
Tetapi... even senja indah ini memang hanya beberapa kali dalam setahun. Menurut penduduk setempat, jika pas ada kejadian senja indah dengan langit yang bersih di Kaimana, berbondong bondong mereka pergi ke pantai untuk menyaksikannya. Ya,.. karena memang setahun hanya beberapa kali peristiwa tersebut terjadi.
Katanya, matahari bisa bunder ser, bagus. Wow...

Namun, bagaimanapun proses berburu senja indah ini tidak sia sia...
Saya masih dapat menyaksikan senja yang memerah di pantai.
Sendirian. Naik angkutan umum, berjejal dengan penduduk lokal. Berburu sunset, menyusuri pantai yang bersih tanpa ada yang menghalangi pandangan.
Endingnya... ya beberapa foto di bawah ini.
Ada masih banyak foto sunset sih... tp uploadnya lagi lambat. Males.


Langit di Kaimana memang selalu indah dan berwarna di sore hari. Awan-awan yang menggantung di atas kota membuat senja tetap terasa indah walau matahari ditutupi awan.

Susahnya bisa ambil gambar dengan sudut pandang yang bagus. Sepertinya saya memang tidak berbakat untuk jadi tukang foto


Barisan awan hitam yang menutupi matahari tersebut, selalu ada setiap hari. Entah datang dari mana awan hitam itu kok posisinya selalu sama setiap sore. Nah garis hitam di bawahnya adalah semenanjung kecil di garis pantai Kaimana ini.
Whatever, saya pribadi menikmati saat senja tersebut di sana. Sendirian.



Beberapa anak yang sedang mencari sesuatu, entah apa, di pantai.



Monday, September 17, 2007

Perjalanan ke Kaimana

Ucapan selamat datang di kota senja indah terpampang jelas saat menuruti tangga pesawat. Iya, inilah Bandara Utarom, bandar udara di Kota Kaimana, Prov Papua Barat.
Dengan penuh harapan akan dapat menikmati senja yang benar benar indah setelah tugas nanti.



Salah satu sudut pantai dengan lambaian nyiur kelapanya di Kaimana. Pasir putihnya jelas terlihat dari kejauhan.


Berhubung banyak pendatang di kota kecil ini yang notabene dari Bugis, Makasar, Ambon, Manado, Toraja, Sangihe, Talaud, dan tidak lupa orang Jawa Timuran yang cukup mencolok keberadaannya di Kaimana, maka masjid ada beberapa buah di sini.


Salah satu gereja dengan bentuk bangunan yang cukup menarik menurut saya. Ada banyak bangunan gereja lain di kota ini.


Jalan utama di kota Kaimana. Gambar di atas di ambil dari lantai atas hotel (katanya sih hotel..). Jangan salah.. banyak kendaraan becak di sini. Pengemudinya biasanya dari pendatang, seperti ambon, makasar, dll. But, no one from local people. O ya, ojek juga ada lho di sini.


Kota Kaimana berada di sepanjang pantai yang berbatasan langsung dengan bukit tinggi yang berbaris memanjang sejajar dengan pantai menjulang seperti yang terihat. Jadi pengembangan kota hanya mungkin mengikuti garis pantai. Mau gugur gunung ? Wah. mustahil, biayanya besar.. karena medan yang sulit untuk menggempur bukit tersebut untuk jadi dataran. Jadi jalan satu satunya, ya mengikuti garis pantai dan reklamasi. Gambar tersebut saya ambil dari pelabuhan utama di Kaimana.
Pertokoan utama di Kaimana. Coba perhatikan, semua bangunan masih berupa bangunan kayu. Swear. Cuma bank BRI dan Bank Papua saja yang merupakan bangunan baru berdinding tembok di jalan utama tersebut. Toko-toko di atas baru buka menjelang sore hari. Pagi dan siang hari TUTUP. Jalan yang panjangnya kurang lebih 200 meter tersebut jadi tujuan utama warga Kaimana jika ingin jalan jalan di Malam Minggu or Hari Minggu. Di ujung jalan ini ada alun-alun (ceritanya) yang ukurannya seluas lapangan basket, tempat remaja berkumpul di kala senggang.
Tim Lembaga Penilai Independen untuk Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari pada salah satu perusahaan yang memiliki ijin HPH di Kab. Kaimana Irian Jaya Barat (atau Papua Barat?)
Dengan Speed Boat melintasi laut yang membentang menuju Teluk Arguni untuk selanjutnya masuk ke pedalaman menyusuri Sungai Lengguru dan Sungai Sokua. Perjalanan menuju camp kurang lebih 3,5 jam dengan speed boat kalau kondisi aman dan cerah seperti di atas. Jika mulai sore...??? jangan harap bisa bergaya seperti di atas. Kecebur, iya.

Jika mulai sore dan ada badai, perjalanan bisa berlangsung hampir 5 jam dengan terguncang-guncang dan terbanting-banting.

Calon generasi penerus bangsa untuk pembangunan Papua Barat. Mereka anak anak dari desa Kokoroba, Distrik Teluk Arguni.
Berpose bersama warga Desa Gusimawa. Baru sadar, ternyata kulit saya tidak ada bedanya dengan orang Papua. Oh my, oh my..... cuma beda di rambut saja sepertinya.
Keluar dari Kampung Maskur di pedalaman lembah sungai Sokua. Mereka mengiringi perjalanan saya sampai batas kampung, untuk kemudian saya berjalan menembus hutan kembali ke camp. Sendiri ... eit... ndak ditemeni tentara dari koramil yang selalu membawa F-16 nya ke mana mana. Demi saya. Cieee....
Ini dia pendamping saya selama di pedalaman Papua. Pak Murray. Orangnya baik. Ramah. Santun. Punya ambisi untuk maju. Beliau langsung melunturkan segala sesuatu imaji saya tentang orang Papua. Dia contoh orang Papua yang bisa berhasil. Di luar semua itu, saya beruntung ditemani tentara seperti beliau.

Entah kenapa saya diberi pendamping tentara, padahal temen-temen tim yang lain tidak demikian. Padahal saya sudah menolak habis habis an, namun pihak perusahaan yang saya nilai dengan keras me wanti wanti saya untuk menerima pendamping dari koramil tersebut. Mereka khawatir dengan keselamatan saya. Ealah... Akhirnya saya maklum dan menerima. Tadinya saya minta tidak perlu bawa senjata, namun beliau tentara ini tidak mau meninggalkan senjatanya. Walaupun katanya senjatanya tidak berpeluru. Tapi saya tidak percaya tuh.......

Saya tadinya khawatir, warga akan berpandangan lain dengan kedatangan saya dengan seorang aparat TNI. Namun kekhawatiran tersebut pupus dengan mulai menjelajahi medan pedalaman di daerah tersebut. Coba kalau sendirian, apa ndak hilang di hutan saya ini. Yang pasti, warga tidak terganggu dengan kehadiran tentara tersebut, karena saat berinteraksi dengan warga saya hanya sendiri tanpa ditemani beliau ini.

Beliau menjaga saya dari kejauhan. huehehehe... selama hidup baru sekali ini keselamatan hidup saya dikhawatirkan oleh orang lain pakai penjagaan tentara pula.

Cerita dan foto foto lain selama di Papua, menyusul ya. Pekerjaan sudah menumpuk di depan mata, kalau tidak selesai mid bulan Puasa ini, bisa bisa ndak dapat amplop buat lebaran nanti.

Salam...

Tuesday, September 11, 2007

Lebih Dari Empat

Setahuku, Rasulullah Muhammad AS, memiliki 4 orang istri, walaupun beliau menikahi beberapa perempuan lebih dari 4 orang, namun total istrinya adalah 4 orang. Sehingga pada masa kemudian, hal tersebut menjadi acuan dari para laki laki yang tidak puas beristri satu, supaya mendapat pengesahan bahwa apa yang dilakukannya itu tidak salah dan tidak melanggar syariat. Alias no problemo kalau mau punya istri 4 biji sekaligus.

Namun, membaca buku tulisan Martin Lings, membuat aku memeras otakku lagi. Lho, kok ternyata buanyak sekali perempuan yang diperistri beliau ya? Dan dalam satu periode, kalau dijumlah bisa lebih dari 4 orang.
Gimana ini, yang bener yang mana.

Memang sih, dengan penuh kesadaran kita tidak boleh mengambil satu kesimpulan hanya dari satu buku. Harus dari beberapa sumber. Demikian juga jika ingin mengerti tentang bagaimana hidup beliau. Karena sudah barang tentu suatu buku yang diterbitkan pasti mempunyai tujuan. Bisa jadi ada banyak hal yang terkandung dalam suatu tulisan, entah itu tujuan baik, tujuan jelek, tulisan penuh prasangka, atau tulisan yang tendensius.

Demikian juga dengan tulisan Martin Lings tersebut.
Membaca tulisannya, saya jadi bingung, begitu gampangnya Nabi Muhammad mengambil seorang istri. Entah apapun alasan yang terkandung di sebaliknya, buat saya, kok begitu gampangnya.

Pernah secara gampangan saya tanyakan hal tersebut kepada seorang rekan," Kok ya mau ya perempuan perempuan tersebut menjadi istri, padahal sudah begitu banyak istri beliau?". Jawab rekan saya tersebut adalah," Lho, malah perempuan perempuan itu yang pengin jadi istri Nabi. Jadi istri Nabi lho. "

Monday, September 10, 2007

Is anybody here have a religion?

Ada satu artikel di Kompas hari Sabtu tanggal 9 September 2006.. halaman berapa saya lupa, tp di halaman Opini. Terdapat satu tulisan Gede Prama yang berjudul "Agama yang saya cinta".
Di dalam tulisan tersebut Gede Prama memberikan pendahuluan bahwa dalam satu kelas saat satu sesi pelajaran tertentu tiba tiba terdapat satu siswa berdiri dan bertanya kepada teman teman sekelasnya..,"is anybody here have a religion?"
Dari satu kelas tersebut hanya beberapa yang mengacungkan tangan.
Ironisnya, sisa anak anak yang tidak mengacungkan tangan tersebut adalah anak anak yang dalam kesehariannya bersikap baik. Selalu mengembalikan jika meminjam ballpoin (ini contoh gampangnya)

Saya yakin ada banyak teman-teman yang membaca tulisan tersebut.

Sedikit banyak tulisan tersebut membuat saya menjadi lebih yakin dengan segala apa yang telah saya lakoni selama ini. Menjalani hidup dengan penuh kesadaran akan pentingnya berbuat baik kepada sesama, adalah hal yang paling penting. Dibandingkan dengan gembar gembor eksklusifitas dalam kotak kotak agama tertentu.

Berbuat kebaikan kepada sesama adalah agama yang saya cintai.